Minggu, 18 Juli 2010 11:15 WIB
Kuliner di Jalur Sepeda
Penulis :

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Kuliner di Jalur Sepeda

Menu Prancis di La Brasserie ---MI/Adam Dwi

PEMBALAB sepeda boleh saja adu cepat di ajang Tour De France sepanjang Juli ini. Kalau Anda, cukup nikmati perjalanan kuliner di sepanjang rutenya.

Seiring digelarnya turnamen balap sepeda ini, La Brasserie Restaurant di Le Meredien Hotel, Jakarta menghadirkan ratusan menu makanan khas dari daerah sepanjang rute balap itu. Dimulai dari Belanda, Tour De France akan melewati Belgia dan Prancis.

Semua hidangan dibuat dengan bahan-bahan yang diimpor langsung dari Prancis. Seperti keju serta wine dari daerah Bordeaux dan Bourgogne yang terkenal. Semua dapat dinikmati pada 3 hingga 25 Juli 2010 nanti.

Hari pertama, merupakan awal perjalanan Tour de France di Belanda, tepatnya di daerah Rotterdam. Maka, menu didominasi oleh masakan Belanda yang khas seperti kroket dan bakso daging dengan saus tomat.

Walau begitu, unsur makanan Prancis tak lantas ditinggalkan. Paduan menu dari dua negara itu adalah Caesar Salad. Salad yang disajikan dalam buffet ini terdiri dari daun selada, potongan roti kering, remah roti, juga saus
tartar.

Aslinya, Caesar Salad adalah makanan khas Prancis. Sentuhan Belanda datang dari jenis ikan yang beragam. Diantaranya ikan rolmove, hering, sarden, tuna, salmon, sniper, dan makarel.

Sebagian ikan direndam dengan rocksalt lalu dibersihkan dan diasap. Karena itu, aneka ikan yang diasap ini tak terasa amis dengan rasa asin yang dominan. Sebagian lagi, direndam dengan olive oil selama beberapa hari.

Deretan ikan ini disajikan mentah, hanya ikan rolmove yang disajikan setengah matang. Menurut Nuzuliantoro, Wakil Kepala Chef Le Meredien Jakarta, sajian ikan seperti ini memang populer di negara Belanda dan Prancis.

"Kalau Prancis lebih suka ikan yang di asap, sedangkan Belanda lebih condong mengolah ikan dengan di marinated (diasinkan)," ujarnya.

Setelah menyantap salad, menu utama siap dinikmati. Di deretan buffet, aneka daging tersedia. Ada ikan goreng dengan kacang almond dan saus jeruk, daging sapi masak ala Drenthe, kalkun masak dengan apel saus Kalvados, dan daging masak rempah dengan bombay.

Sebagai awal, bisa dipilih Chicken Fillet dengan Saus Jeruk. Daging ayam dipotong besar. Bumbunya merupakan campuran dari red wine, saus jeruk, dan kulit jeruk. Khusus untuk kulit jeruk ini, proses  pembuatannya terbilang rumit.

Pertama, harus direndam dan direbus dengan white wine. Setelah itu, kembali direbus dengan wine yang dicampur gula. Terakhir, masih harus direndam juga dengan red wine. Habis menyantap menu utama, jangan lupa nikmati kue-kue kecil seperti kue rempah dan kue pie apel ala Belanda.

Sayangnya, menu dalam sajian Tour de France ini selalu berganti-ganti tiap hari. Sehingga aneka makanan Belanda ini hanya akan di dapat pada awal lomba Tour de France.

Untuk hari-hari selanjutnya, Anda akan dimanja oleh kenimkatan masakan di 11 daerah Prancis. Menurut Nuzuliantoro, keunikan makanan Prancis terletak pada tekstur makanan yang lembut. Daging olahannya banyak diproses dengan
stew, panggang, atau sote.

Selain itu, daging ala Prancis selalu redam dengan wine selama lebih dari seminggu. Tujuannya, untuk menciptakan tekstur daging yang lembut. "Makanan Prancis juga terkenal asin. Kalau dibandingkan dengan makanan lokal, asinnya bisa dua kali lipatnya," jelasnya.

Kuliner Tour De France ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Budaya Prancis. Para pecinta makanan Eropa, dapat menikmatinya pada hidangan makan siang dan malam dengan harga Rp250 ribu. (*/M-2)
MORE INFO
Minggu, 25 Juli 2010 11:53 WIB
Minggu, 18 Juli 2010 15:23 WIB
Minggu, 11 Juli 2010 09:29 WIB
Minggu, 04 Juli 2010 11:12 WIB
Minggu, 27 Juni 2010 13:08 WIB
Minggu, 27 Juni 2010 10:17 WIB
Jumat, 25 Juni 2010 13:05 WIB
Kamis, 24 Juni 2010 10:05 WIB
Selasa, 22 Juni 2010 12:20 WIB
Minggu, 20 Juni 2010 10:56 WIB
Minggu, 13 Juni 2010 12:52 WIB
Minggu, 13 Juni 2010 10:10 WIB
image image image image image