Senin, 20 Juli 2009 18:10 WIB
Wisata dan Baksos Bersama Klub Chevrolet
Penulis : Chadie
MI/Chadie
PARA penggemar Chevrolet yang tergabung dalam komunitas Blazer Indonesia Club (BIC), Zafira Indonesia Community (ZIC), Aveo Club Indonesia (ACI), Komunitas Trooper Indonesia (KTI) dan Chevrolet Captiva Club (CCC) akhirnya bisa berjumpa dalam sebuah kegiatan sosial bertajuk 'Chevrolet Go Green' yang diadakan oleh GM Autoworld Indonesia (GMAI) pada Sabtu (18/7).
Acara yang digelar dalam rangka penanaman 1.000 pohon di Nusa Kambangan ini sekaligus untuk memperingati hari jadi peluncuran Chevrolet Captiva di Indonesia pada 7 Juli 2009 ini terselenggara berkat kerjasama GMAI, Departemen Kehutanan (Dep Hut) Cilacap, Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan (LPNK) dan klub Chevrolet.
Sebagian besar anggota klub yang saat itu mengajak juga anggota keluarganya merasa senang mendapat kesempatan berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan karena tidak semua orang bisa mendapatkan akses dengan mudah ke pulau dengan penjagaan super ketat itu.
Pasalnya, selain Pulau Nusa Kambangan adalah kompleks lembaga pemasyarakatan para narapidana berat, di pulau ini juga merupakan tempat latihan militer dan tempat penggemblengan bagi pasukan elit kebanggaan Indonesia yaitu Kopassus.
"Ternyata Pulau Nusa Kambangan memiliki panorama yang begitu indah. Awalnya kami membayangkan pulau ini memiliki suasana bagaikan penjara Alcatraz yang terkenal angker," ujar salah seorang anggota klub yang mengikuti kegiatan itu.
Apalagi saat rombongan diajak ke salah satu kawah candradimuka-nya pasukan elit Kopassus di Pasir Putih yang merupakan lokasi pantai berkarang dengan hamparan pasir yang indah dihiasi deburan ombak besar laut selatan yang sulit diduga.
Kesempatan ini tak mereka sia-siakan untuk mengabadikan keindahan alam dengan kamera maupun ponsel. Apalagi di sana hadir 3 personil Trio Macan yang kala itu diundang untuk menghibur para warga binaan (istilah untuk narapidana) di LP Narkotik. Teriknya matahari siang itu tak melumerkan semangat mereka untuk berfoto bersama tiga penyanyi dangdut yang dikenal dengan goyangannya yang hot.
Nusa Kambangan
Nusa Kambangan adalah nama sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai Lembaga Pemasyarakatan (LP) berkeamanan tinggi di Indonesia. Pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap dan tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia.
Untuk mencapai pulau ini orang harus menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan khusus bernama Wijayapura di Cilacap selama kurang-lebih lima menit ke pelabuhan Sodong. Rombongan Chevrolet sendiri berangkat menggunakan comprengan, sebutan untuk kapal kayu motor kecil yang digunakan juga untuk menyeberangkan sepeda motor.
Awalnya terdapat sembilan LP di Nusa Kambangan (untuk narapidana dan tahanan politik), namun kini yang masih beroperasi hanya tinggal empat, yaitu LP Batu (dibangun 1925), LP Besi (dibangun 1929), LP Kembang Kuning (tahun 1950), dan LP Permisan (tertua, dibangun 1908). Lima lainnya, yaitu Nirbaya, Karang Tengah, Limus Buntu, Karang Anyar, dan Gleger telah ditutup.
Beberapa bangunan LP di sana nampak telah direnovasi dengan tampilan yang lebih bersih dan moderen seperti diantaranya LP Batu dan LP Besi yang sempat dilewati rombongan.
Wilayah selatan pulau menghadap langsung ke Samudera Indonesia dengan pantai berkarangnya dan ombak besar. Wilayah utara menghadap Cilacap dan dikelilingi kampung-kampung nelayan sepanjang hutan bakau, antara lain Kampung Laut dan Jojog.
Dalam perjalanan sekitar 20 menit dari pelabuhan Sodong ke LP Narkotik dengan bus kecil, terlihat banyak bangunan rumah tua tak berpenghuni berbaur dengan bangunan rumah baru.
Bangunan itu merupakan rumah pegawai LP beserta keluarganya, di bawah pengawasan Departemen Kehakiman dan Pemda Cilacap. Keluar-masuk pulau ini harus memiliki ijin khusus dengan prosedur tertentu.
Anak-anak para pegawai bersekolah di SD yang tersedia di dalam pulau. Untuk meneruskan ke tingkat lanjutan (SMP, SMU, atau perguruan tinggi), mereka harus bersekolah di Cilacap atau kota lainnya di Pulau Jawa.
Pulau Kambangan, yang berstatus sebagai cagar alam, selain sering digunakan untuk latihan militer, juga merupakan habitat bagi pohon-pohon langka, namun banyak yang telah ditebang secara liar. Oleh karena itulah GMAI berinisiatif melakukan kegiatan penghijauan untuk memelihara kondisi pulau ini tetap asri.
"Kami berharap kegiatan ini menginspirasi produsen kendaraan lain agar keindahan pulau Nusa Kambangan ini tetap terjaga keindahannya sebagai bagian dari warisan untuk anak cucu kita nanti," ujar Debora Amelia Santoso, Marketing dan Public Relations Director GMAI. (Cdx/Wikipedia)