Senin, 12 April 2010 18:19 WIB
Jangan Mengganti Kampas Rem Kendaraan Sekaligus
Penulis : Chadie

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Jangan Mengganti Kampas Rem Kendaraan Sekaligus
MUNGKIN di antara pembaca pernah merasakan perangkat rem mobil menjadi kurang menggigit, justru setelah melakukan penggantian seluruh kampas rem dengan yang baru. Sebenarnya kejadian sangat wajar sehingga Anda tak perlu panik.

Jika Anda perhatikan, umumnya kendaraan yang sudah menempuh ribuan kilometer memiliki cakram/piringan rem dengan permukaan yang sudah tidak rata lagi dan membentuk alur-alur teratur. Hal ini disebabkan keausan berlebihan di titik-titik tertentu akibat kotoran dan debu yang ikut terjepit di antara bidang gesek. Hal ini berlaku juga pada perangkat rem belakang yang umumnya menggunakan model teromol/drum.

Ketika kampas rem tipis dan diganti dengan yang baru, alur-alur pada piringan maupun drum membuat bidang gesek antara kampas rem dan piringan maupun drum menjadi tidak sempurna akibat celah-celah yang terbentuk akibat alur-alur tersebut. Hal inilah yang menyebabkan performa rem terasa merosot drastis.

Kondisi ini akan berangsur membaik dalam hitungan hari atau minggu, setelah kedua komponen yang bergesekan tersebut saling beradaptasi bentuk. Yaitu ketika alur yang membentuk tonjolan pada bidang cakram dan drum terkikis oleh gesekan kampas rem/brake pad/brake shoe, bersamaan dengan berubahnya permukaan kampas baru yang mengikuti alur pada bidang yang ia gesek.

Idealnya, sebelum mengganti kampas rem, periksa kerataan permukaan cakram/drum. Jika alur keausan terlalu ekstrem, sebaiknya ratakan dengan mesin bubut dengan catatan: ketebalan cakram masih dalam batas toleransi. Jika melewati batas, sebaiknya ganti cakram dengan yang baru demi keselamatan Anda sendiri.

Yang perlu diperhatikan: Sebaiknya jangan mengganti kampas rem pada saat yang bersamaan. Lakukan pergantian pada satu poros roda saja, misalnya pada roda depan terlebih dahulu atau roda belakang dulu, menyusul poros lainnya setelah performa rem yang sudah diganti tersebut kembali normal.

Tujuannya, jika rem depan yang kita ganti baru turun performanya, setidaknya masih ada rem belakang yang masih berfungsi sempurna atau sebaliknya sehingga kendaraan tidak benar-benar kehilangan daya henti pada keempat rodanya.

Hal ini berlaku juga dengan kendaraan roda dua. (Cdx) 

 
MORE INFO
21 Januari 2012 16:00 WIB
Kamis, 29 Desember 2011 08:08 WIB
Selasa, 06 Desember 2011 08:08 WIB
Minggu, 20 November 2011 10:35 WIB
05 November 2011 12:04 WIB
Jumat, 21 Oktober 2011 10:06 WIB
01 Oktober 2011 10:07 WIB
Kamis, 25 Agustus 2011 16:11 WIB
Tips Keselamatan Ford
Rabu, 10 Agustus 2011 08:08 WIB
Selasa, 05 Juli 2011 20:05 WIB
Selasa, 26 April 2011 19:15 WIB
Senin, 28 Maret 2011 18:33 WIB
image image image image image