Jumat, 16 Juli 2010 22:19 WIB
Ford Fiesta Hatchback Mini Berfitur Maksi
Penulis : Chadie
MI/CHADIE
DI sebuah kafe bernama D'Hook Cafe Resto & Bakery di ujung Jl Radio Dalam Jakarta Selatan, Rabu (14/7) pagi itu, kami memulai perjalanan istimewa menuju Bandung bersama Ford Fiesta.
Kami menyebutnya istimewa karena kendaraan ini baru akan diluncurkan pada pameran otomotif Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2010 yang akan digelar 23 Juli mendatang.
Sejumlah Ford Fiesta yang siap kami coba saat itu memiliki mesin 1.4 liter DOHC dengan pilihan transmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed bergaya sequential tipshift. Kebetulan Media Indonesia mendapat jatah Ford Fiesta bertransmisi otomatis berwarna putih.
Ini kali pertama kami melihatnya sosok Fiesta secara langsung. Lekuk-lekuk bodinya yang dinamis merupakan implementasi bahasa 'Kinetic Design' Ford yang selalu akan ada di produk mereka ke depan.
Kinetic Design sendiri memiliki makna yang luas. Pihak Ford menjabarkan bahwa desain ini memberikan kesan bergerak meski sebenarnya sedang statis. Desain ini memiliki energi kinetik yang tersimpan dalam garis-garis yang dinamis.
Memasuki interiornya, kami mendapatkan sebuah ruang berdimensi ideal menyuguhkan berbagai fitur cerdas yang dikemas dalam desain menawan. Dan yang paling mengejutkan, kendaraan ini dibekali dengan sederet fitur yang saat ini hanya dapat ditemui di sedan kelas atas seharga miliaran Rupiah.
Salah satunya adalah fitur Voice Command pada sistem audio sehingga kita dapat mengoperasikan sederet fitur penting hanya dengan mengatakan kode perintah, misalnya mengaktifkan radio, menentukan pilihan stasiun radio, menerima atau membuat panggilan telepon dan berbagai perintah lain.
Pengemudi tinggal menyebutkan perintah suara yang benar, sistem akan merespons dengan mengulang kalimat yang kita ucapkan untuk memastikan benar tidaknya kode perintah.
Semua itu sangat dimungkinkan karena audio canggih yang dilengkapi dengan display LCD di atas dasbor ini juga memiliki berbagai pilihan konektivitas: auxiliary jack input, USB port dan Bluetooth sehingga dapat dikoneksikan dengan ponsel smartphone, MP3 player, USB, dan perangkat sumber audio lainnya.
Seperti pada mobil jauh di atas kelasnya, perangkat audio ini terintegrasi dengan beberapa fitur kendaraan. Salah satunya menghubungkan fitur pelipat spion otomatis dengan sistem pengunci pintu, sehingga spion luar akan langsung terlipat begitu tombol kunci pada remote ditekan.
Puas mengutak-atik fungsi Voice Command-nya, kami segera beranjak ke kawasan Lebak Bulus memasuki ruas tol TB Simatupang. Setelah itu kami masuk Tol Jagorawi dan keluar untuk menyusuri kawasan Puncak. Tak lupa mampir di cafe resto Melrimba di kawasan sejuk itu untuk menuntaskan hasrat kuliner yang menggebu.
Berbagai makanan dan minuman 'ber-oktan tinggi' akhirnya berhasil memulihkan kesegaran kami sebagai modal dalam perjalanan menyusuri rute 'klasik' menuju Bandung melewati Cipanas, Cianjur dan Rajamandala.
Rute yang lumayan kejam ini tak pelak membuat Fiesta AT yang kami tunggangi tersendat-sendat akibat kami paksa usecara agresif agar bisa tetap menyatu dalam iring-iringan Fiesta yang ditunggangi rekan jurnalis lainnya.
Kami pun segera menggeser tuas ke mode manual, berharap bisa mengatasinya. Rupanya karakter transmisi otomatisnya sedikit unik. Ada jeda yang cukup lama untuk pindah dari gigi I ke gigi II sehingga rpm sempat melambung dan memberikan efek menyentak begitu masuk gigi II.
Menyiasatinya kami coba memperlakukannya seperti transmisi manual konvensional dengan cara mengurangi pijakan gas saat tuas kami pindah dari I ke II. Ini sangat membantu kehalusan perpindahannya. Menurut pengakuan rekan jurnalis lain, gejala itu tak ditemui pada versi transmisi manual.
Kami menduga kondisi itu diakibatkan oleh cara kami mengemudi yang terlalu kejam pada kendaraan yang sangat modis dan stylish tersebut. Dan cara mengemudi kami saat itu sepertinya akan lebih cocok dengan Ford Fiesta versi 1.6 liter bertransmisi 6-speed dual-clutch gearbox yang dijadwalkan akan hadir melengkapi jajaran Fiesta.
Rute yang dihiasi kelokan dan tanjakan serta turunan ini juga membuktikan keampuhan suspensi Ford Fiesta. Karakter suspensinya yang kenyal membuat kami seperti berada dalam sebuah kabin sedan sport mahal. Alhasil 'kriting'nya jalan tak membuat cengkraman roda lepas dari permukaan jalan.
Kalau pun ada gerakan menyimpang, itu hanya sedikit terjadi di roda belakang dan tidak banyak mempengaruhi pengendalian. Dan ini adalah gejala yang sangat wajar mengingat suspensi bagian belakang tidak menganut model independen seperti bagian depan.
Kesan seperti mobil mahal, hadir juga dalam kabin lewat kelebihan sistem akustiknya yang mampu meredam kebisingan secara optimal sehingga penumpang di dalam kabin dapat lebih nyaman menikmati alunan lagu-lagu kesayangan.
Kenyamanan juga ditopang oleh bentuk jok berdesain semi-bucket yang membuat tubuh terbenam sempurna dalam pelukan jok dan menahannya agar tak bergeser dari posisi saat melibas tikungan tikungan tajam.
Posisi pengemudi pun sangat 'strategis' karena sangat mudah menjangkau instrumen-instrumen penting, cuma sayangnya justru posisi tuas tombol power window yang terlalu ke belakang sehingga pengemudi perlu sedikit usaha untuk mengoperasikannya.
Tiba di Bandung, kami mampir di Congo Cafe & Galery di Jl Rancakendal, Dago Pakar, untuk menikmati lezatnya ketela goreng dan wedang rode serta aneka kuliner lainnya. Setelah itu kami menuju Hotel Jayakarta di mana kami menginap.
Malamnya kami menuju Bandara Internasional Husein Sastranegara dalam acara bertema 'FIESTA Street Party' berupa Outdoor Dinner, test akselerasi dan rem serta slalom di salah satu sudut bandara kebanggaan masyarakat Bandung.
Keesokan harinya setelah menjalani aktifitas yang disajikan oleh PT Ford Motor Indonesia (FMI), kami pun kembali ke Jakarta melewati ruas Tol Cipularang yang tak kalah kejam lewat konturnya yang khas dan itu bukan masalah bagi suspensi Fiesta.
Ruas tol yang menyisakan cukup banyak spasi, dimanfaatkan oleh para jurnalis menggeber Fiesta secepat mungkin agar segera tiba di Jakarta. Meskipun digeber secara brutal, konsumsi bensin Fiesta 1.4 liter ini mencatatkan angka di kisaran 13 hingga 15 km/liter.
Sebagai gambaran, badan perlindungan lingkungan Amerika Serikat EPA (Environmental Protection Agency) baru-baru ini telah menyelesaikan penghitungan konsumsi bahan bakar Ford Fiesta 1.6 liter 2011 yaitu 17km/liter, sementara Ford Fiesta yang kami tunggangi berkapasitas 1.4 liter. (OL-07)