Jumat, 06 Agustus 2010 22:13 WIB
Mencoba Geely MK di Rute Menantang
Penulis : Chadie
MI/CHADIE
UNTUK memperkukuh eksitensinya di pasar otomotif Indonesia PT Geely Mobil Indonesia (GMI) memberikan kesempatan mencoba mobil varian terbaru mereka, sedan kecil Geely MK 1.5 sedan dan Geely MK II 1.5 hatchback kepada para jurnalis.
Dari segi desain mobil buatan China ini cukup mengesankan. Meskipun jelas kendaraan ini meniru model-model kendaraan yang sudah ada dan populer di daratan China sana, namun mereka berani meramu semua itu secara proporsional dan seimbang.
Tampilannya banyak didominasi oleh garis-garis tegas berpadu bentuk kurva-kurva yang membuatnya unik. Untuk model MK (sedan), bagian tutup bagasi belakang akan mengingatkan kita pada garis-garis tegas khas mobil mewah Amerika buatan Cadillac. Sementara model MK II (hatchback) bagian buritan lebih mirip desain hatchback buatan Volkswagen.
Kami berani menilai kendaraan ini memiliki desain yang bagus, bahkan terlalu bagus untuk sebuah mobil buatan China.
Memasuki interiornya kami menemukan desain yang sangat tak asing. Dengan posisi instrumen model center fascia, bentuk konsol tengahnya yang familiar meniru dari Toyota Vios. Untuk hal yang satu ini kami menilai Geely kurang kreatif.
Apalagi saat melihat finishing materialnya yang kasar dan kurang presisi khas mobil China. Meskipun demikian, terdapat fitur istimewa yang membuat kami bisa berkompromi yaitu adanya electric sunroof dan sensor parkir dengan indikator jarak model digital yang terdisplay pada dasbor bagian tengah yang pada Toyota Vios merupakan lokasi penunjuk waktu alias jam.
Faktor kelengkapan keselamatannya pun boleh diacungi jempol dengan keberadaan sepasang airbags di bagian depan dan fitur pre-tensioner seat belt. Rupanya Media Indonesia mendapatkan jatah Geely MK 1.5 varian GT yang merupakan varian tinggi, karena pada varian GS fitur tersebut (sunroof, airbags, pre-tensioner seat belt dan sensor parkir) tidak tersedia.
Acara yang dikemas dengan tema Geely Journalist Test Drive 2010 dengan tujuan Bandung ini, sengaja memilih rute keberangkatan melewati jalur puncak dengan kondisi jalan yang lebih menantang.
Usai makan siang, rombongan langsung diberangkatkan dari resto Dapur Sunda Pancoran secara beriringan menuju tol dalam kota kemudian berlanjut memasuki ruas tol Jagorawi. Di Jalan bebas hambatan pertama di Indonesia ini rombongan dihadang derasnya hujan bercampur angin kencang yang membuat kami harus meningkatkan kewaspadaan.
Kemampuan mesin MR479QA DOHC 16 katup berkapasitas 1.498 cc yang diusung oleh Geely MK memang tak sesuai harapan. Tenaga maksimalnya yang 92,5 Hp (69 kW) pada 6.000 rpm dengan kombinasi kekuatan puntir sebesar 128 Nm (13 kgm) pada 3.400 rpm tak mampu memberikan akselerasi yang memuaskan.
Meskipun tenaga mulai terasa hadir menjelang 3.000 rpm, namun kehadirannya sangat singkat sehingga memaksa pengemudi untuk selalu bermain pada gigi rendah. Anehnya, kondisi ini tak banyak dialami saat kami mencoba varian Geely MK II 1.5 GT hatchback yang memiliki karakter tenaga mesin yang sedikit 'lebih padat' dibanding model sedan yang kami coba.
Tetapi kedua varian ini memiliki kelemahan yang sama yaitu saat tuas transmisi di geser pada posisi top gear alias gigi kelima, sontak mesin seperti kehilangan torsi sehingga bukannya pertambahan kecepatan yang didapat melainkan sebaliknya.
Untungnya kelemahan itu tertutupi oleh tongkat tuas transmisi dan pedal kopling yang sangat ringan dan lembut, sehingga kita nyaris tak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengoperasikannya.
Begitu juga dengan kemampuan rem yang dilengkapi fitur ABS + EBD yang merupakan fasilitas standar untuk seluruh varian Geeky MK dan MK II. Perangkat rem tersebut memiliki performa yang akurat dan mampu memberikan aman dan rasa percaya diri saat mengemudikan kendaraan ini pada kecepatan tinggi.
Untuk urusan kemampuan suspensi, kami juga merasakan perbedaan yang cukup signifikan pada kedua model ini. Kesan 'melayang' yang kerap muncul pada model sedan sangat bertolak belakang dibanding model hatchback dengan karakter suspensi yang lebih solid. Padahal pada umumnya, model sedan memiliki handling yang lebih baik dibanding versi hatchback-nya.
"Kendaraan yang disiapkan merupakan kendaraan yang benar-benar baru keluar dari fasilitas perakitan Gaya Motor dan belum melewati proses Pre Delivery inspection (PDI). Kami ingin mengetahui tanggapan para jurnalis mengenai kelemahan mobil ini sebagai masukan agar kami bisa segera melakukan improvement," tutur Presiden Direktur GMI Budi Pramono kepada Media Indonesia, Rabu, (4/8).
Budi menambahkan bahwa pihaknya ingin menjalankan bisnis ini secara terbuka dan transparan. Pihaknya sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran, seperti halnya ia tidak menampik ketika Media Indonesia mengeluhkan posisi duduk yang kurang ergonomis.
"Sejak awal kami sudah mengetahui posisi duduk yang kurang nyaman. Lewat acara ini kami juga ingin mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada sebagai masukan kami untuk segera melakukan berbagai improvement berdasarkan masukan-masukan rekan jurnalis. Karena di negara asalnya Geely memiliki budaya untuk selalu belajar dan melakukan imrovement setiap waktu," ujarnya.
Pantas saja kami dan rekan-rekan jurnalis lain merasakan perbedaan yang sangat signifikan meskipun kendaraan yang kami tunggangi memiliki kesamaan tipe. Dan dengan penjelasan tersebut membuat kami bisa memaklumi segala kelemahan tersebut. Terlebih saat mengetahui harga yang ditawarkan GMI yang sangat bersaing.
Untuk model Hatchback MK II GS dibanderol dengan harga Rp117,5 juta sementara varian MK II GT dilego seharga Rp133,5 juta. Geely MK model sedan varian GS dibanderol sama dengan varian hatchback GT yaitu Rp133,5 juta, sementara sedan varian GT dibanderol Rp146,5 juta seluruhnya dalam kondisi on the road.
Dengan harga seperti itu, Geely MK memiliki sederet fitur yang tak akan dijumpai kendaraan sekelasnya, seperti lampu utama dengan fitur follow me home, lampu model proyektor, dan remote control yang berfungsi menutup seluruh kaca jendela (termasuk sun roof) jika kebetulan lupa menutupnya dengan menahan tombol lock.
Hebatnya lagi, selain harga yang realistis dan modelnya yang cukup menawan, Geely memberikan garansi selama 5 tahun atau 30.000 km untuk seluruh produknya, dan saat ini GMI sejumlah diler di Bandung, Jawa Tengah, Surabaya, Bali, Kalimanttan, Pekanbaru, Bogor dan akan menyusul di wilayah Sulawesi.
Di negara asalnya Geely adalah satu-satunya produsen mobil swasta yang memiliki pusat research & development, pabrik casing, blok mesin, transmisi, trek uji coba serta sembilan pabrik perakitan yang tersebar di enam propinsi di China.(OL-07)