Rabu, 11 Agustus 2010 19:20 WIB
Ini Bukan Mewah, Ini Mercedes C300
Penulis : Tjahyo Utomo

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Ini Bukan Mewah Ini Mercedes C300

MI/TJAHYO

SALAH besar jika Anda mengenakan pakaian sipil lengkap alias setelan jas lengkap dengan dasi saat mengendarai Mercedes C300. Sejatinya, sedan Mercedes Benz terbaru lansiran 2010 ini bukan mobil mewah.

Mungkin ada yang tidak setuju dengan kalimat di atas. Tapi hal itu yang bisa digambarkan saat mendapat kesempatan untuk menjajal C300 dari PT Mercedes Benz Indonesia, sejak Jumat (6/8) hingga Senin (9/3).

Dari sisi dimensi, sedan C300 ini memang terlihat kompak, jauh dari kesan bongsor yang selalu disandang mobil mewah. Bisa jadi alasannya karena C300 masuk dalam garis keturunan keluarga C-Class yang notabene adalah hirarki terendah dari keluarga besar sedan Mercedes Benz.

Meski begitu, C300 terbaru yang telah dirakit di Wanaherang, Bogor, Jabar ini tetap menempati posisi teratas di kelas sedan Indonesia. Logo khas bintang Mercedes berukuran besar yang terpampang pada grill C300 menjadi pertanda kelas teratas. Mungkin jika logo Mercedes tidak terpampang tegas, C300 tidak akan mencuri perhatian pengguna jalan.

Tapi sebenarnya ada cara lain untuk menarik perhatian publik di jalan raya, yaitu teknologi di bawah kap mesin yang menyembunyikan mesin berkonfigurasi V6 dan berkapasitas 3.000cc yang mampu menghentakan tenaga 170 kW (231PS). Bagi keluarga C-Class, C300 memang generasi termuda yang memiliki kemampuan di atas rata-rata di kelasnya.

Rasa penasaran untuk menjajal speed and power C300 memang tidak terbendung. Bergegas saya memasuki ruang kemudi, mengatur secara elektrik posisi duduk dan tangan untuk menjangkau lingkar kemudi yang dibekali sejumlah piranti elektronik, seperti pengatur volume, telepon, dan fungsi elektronik lainnya.

Saya paham jika menggunakan telepon saat mengemudi adalah sangat berbahaya. Ternyata C300 memahami kegalauan saya dengan menyediakan fasilitas bluetooth yang terkoneksi dengan piranti audio standar C300. Bagi yang awam dengan piranti elektronik, tidak perlu gelisah, karena pengoperasian piranti audio bisa dilakukan ibarat memainkan mouse komputer PC, tinggal ikuti petunjuk di layar LCD.

Saat memutar tuas kunci, suara dan getaran mesin nyaris tidak terasa, apalagi akustik kabin C300 bisa dibilang sempurna meredam suara dari luar, termasuk suara knalpot bobokan RX King yang memekakan telinga.

Setelah melakukan penyesuaian kondisi kabin yang didinginkan lewat hembusan fitur climate control, kini saatnya pembuktian akselerasi dengah rute perjalanan, Tol Serpong - Jakarta Outer Ring Road - Tol Cikampek - Tol Padalarang dengan tujuan akhir Bandung.

Beruntung hari itu, lalu lintas tidak terlalu padat sehingga hasrat adrenalin terpacukan. Pada posisi mengendarai di jalanan biasa, mode transmisi otomatis standar memang sudah mencukupi. Irama stop and go karena tersendat arus lalu lintas terasa mulus, tidak ada hentakan ketika kaki diangkat dari pijakan rem.

Namun, aksi santun C300 bisa tiba-tiba galak seketika saya menginjak pedal akselerator saat memasuki JORR menuju Tol Cikampek. Apalagi saat itu juga saya mulai memainkan opsi Sport dengan menekan tombol S yang terdapat pada konsol tengah. Asyiknya lagi, suspensi pun ikut beraroma sport, lebih rigid, sehingga memudahkan handling saat melaju di kecepatan rata-rata 180 km/jam.

Saat melintasi Tol Padalarang yang terkenal dengan tanjakan dan turunan panjang, kembali saya mencoba opsi transmisi 7G-Tronic yang menjadi senjata utama C300. Opsi 7-percepatan otomatis ini sendiri disajikan dalam dua cara, yaitu melalui tuas transmisi layaknya mobil standar dan melalui tuas yang berada di sisi kanan-kiri kemudi layaknya kemudi Formula-1.

Bisa dibayangkan, kombinasi 7G-Tronic dengan tuas transmisi ala Formula-1 membuat C300 mudah melesat tanpa harus kehilangan tenaga sedikitpun saat dipaksa melintasi tanjakan panjang Tol Padalarang.

Sayangnya, suspensi mode sport membuat guncangan di dalam kabin terasa lebih keras dan mengurangi keyakinan diri atas kestabilan mobil. Tapi semua itu hanya kekhawatiran tanpa alasan karena lingkar kemudi C300 begitu akurat untuk menggendalikan bodi yang kompak. Belum lagi fitur keselamatan berkendara seperti Electronic stability program (ESP) with acceleration skid control (ASR), anti-lock braking system (ABS), brake assist (BAS), dan avangarde suspension, membuat C300 begitu nikmat dikemudikan.

Untuk mobil seharga Rp709 juta (off the road), Mercedes C300 memang menjanjikan perpaduan unsur casual dan sport. Karena itu disarankan jangan gunakan pakaian sipil lengkap untuk mengemudikan C300. Karena sejatinya ini bukan sedan mewah. Ini Mercedes Benz C300..!! (X-11)
MORE INFO
Senin, 14 November 2011 08:08 WIB
Minggu, 13 November 2011 18:54 WIB
Jumat, 28 Oktober 2011 10:06 WIB
Minggu, 02 Oktober 2011 21:45 WIB
Selasa, 09 Agustus 2011 13:36 WIB
Jumat, 08 Juli 2011 08:08 WIB
Rabu, 06 Juli 2011 20:47 WIB
Bridgestone Potenza Adrenalin RE002
Minggu, 26 Juni 2011 17:15 WIB
Kamis, 16 Juni 2011 17:52 WIB
Test Drive Off-Road
Minggu, 12 Juni 2011 21:23 WIB
Mercedes-Benz G-Experience
07 Mei 2011 10:06 WIB
Jumat, 29 April 2011 09:00 WIB
Test Drive Mitsubishi Pajero Sport Dakar
image image image image image