Test Drive Toyota Fortuner Diesel TRD Sportivo
Senin, 25 April 2011 09:00 WIB
Rencana Berantakan Akibat Bencana di Jepang
Penulis : chadie

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Rencana_Berantakan_Akibat_Bencana_di_Jepang

MI/Chadie

RUPANYA, bencana gempa dan tsunami di Jepang 11 Maret lalu tidak hanya menginfeksi industri otomotif dan industri lainnya secara global. Karena, rencana perjalanan test drive Toyota Fortuner diesel TRD Sportivo ikut berantakan.

Ketika mendengar rencana akan mencoba kembali Fortuner diesel, seorang rekan menawarkan diri untuk menunjukkan sebuah lokasi di kawasan kepulauan seribu yang lokasinya ia klaim sangat cocok untuk sesi pemotretan dan melakukan uji coba kendaraan jenis SUV.

Ia sengaja merahasiakan di mana persisnya lokasi tersebut dengan alasan akan memberikan kejutan. Sejak seminggu sebelum keberangkatan, kami telah menyiapkan berbagai perlengkapan, terutama alat pancing. Sudah lama kami tidak melakukan kegiatan yang menjadi hobi kami bersama ini.

Rencananya, kami akan berangkat 11 Maret pada Jumat malam setelah pekerjaan kantor selesai, namun siang harinya, kami menyaksikan berita musibah yang melanda Jepang berikut tayangannya di MetroTV. Karena beberapa rekan, terutama istri kawan yang akan mengajak kami menuju lokasi 'kejutan' tersebut sangat khawatir mengetahui tujuan perjalanan berhubungan dengan laut dan pantai), maka perjalanan terpaksa kami jadwal ulang.

Sabtu paginya, dengan rasa kecewa terpaksa peralatan memancing yang sudah siap sejak sepekan lalu tidak kami bawa. Ide alternatif tujuan lain belum juga muncul memberikan pencerahan. Akhirnya atas nama rasa jenuh dengan rutinitas, kamipun berangkat tanpa tujuan.

Kami berenam berangkat menyusuri Ruas Tol Jagorawi yang tidak terlalu padat. Ruang lapang yang disajikan Fortuner dan sistem penyejuk udara yang efektif membuat perjalanan yang dikawal teriknya cuaca yang terus mendera kala itu cukup mengurangi kekecewaan.

Atas kesepakatan bersama, kami keluar pintu Tol Sentul menuju sebuah lokasi wisata kawasan Gunung Pantjar yang berada di kawasan tersebut. Wisata alam di sana terkenal dengan tempat pemandian air panas dan lokasi outbond.

Fortuner Diesel TRD Sportivo pun menyusuri jalan rusak menunjukkan kemampuan suspensinya meredam guncangan agar tidak langsung ke bodi. Emblem 'TRD' yang merupakan nama divisi performa Toyota Racing Development bukan hanya penghias semata.

TRD merupakan divisi khusus yang menangani pengembangan suku cadang sport bagi Toyota. Divisi ini tidak hanya menyediakan perangkat aksesori yang hanya sekadar untuk meningkatkan estetika tampilan kendaraan, tetapi juga memiliki fungsi sebagai komponen untuk memperbaiki aerodinamika kendaraan.

TRD juga menyediakan berbagai paket lengkap, mulai dari komponen untuk meng-upgrade kemampuan mesin hingga suspensi. Namun pada Fortuner yang kami tunggangi, sepertinya ia hanya mengalami penyempurnaan pada  perangkat bodi kit serta suspensi, sementara mesin 2.5 liter turbo diesel dibiarkan standar.

Beberapa komponen TRD yang terpasang di sekujur bodi Fortuner, diantaranya adalah TRD Front Bumper Spoiler, TRD Rear Bumper Spoiler, TRD Front Fender Mirror, TRD Tape Stripe, TRD Muffler Cutter, Emblem TRD Sportivo, Outer Mirror lamp.

Pada interiornya perangkat TRD kevlar terpasang di panel dan shift knob yang menjadikan interior Fortuner kian sporti. Sementara pada bagian suspensi,perangkat TRD diaplikasikan pada peredam dan pegas di bagian depan dan belakang.

Efek pemakaian perangkat TRD ini memang menyajikan performa suspensi yang sedikit lebih keras dibandingkan standarnya, hal ini menjadi tidak nyaman pada kecepatan rendah di jalan yang rusak seperti pada rute yang kami lalui menuju lokasi outbond Gunung Pantjar.

Namun saat kami menyalip sebuah truk yang berjalan terlalu lambat dengan menambah kecepatan, suspensi yang cukup kenyal tersebut menjadi sangat ampuh meredam brutalnya jalan. Begitu juga saat kami mulai menemui jalan halus melewati beberapa tikungan. Suspensinya cukup ampuh mengeliminir body roll yang biasa kami temui pada SUV berpostur tinggi.

Di tengah perjalanan kami sempat mampir di sebuah rumah makan sederhana khas di kawasan pinggiran kota dengan menu yang menggugah selera. Setelah kembali melanjutkan perjalanan, kamipun tiba disebuah lokasi outbond yang dihiasi pohon-pohon pinus menjulang ke langit.

Lebatnya pepohonan dan hijaunya pemandangan sangat membuktikan bahwa betapa besar manfaat pepohonan terhadap lingkungan. Berkat masih banyaknya pepohonan yang rindang, kami masih bisa merasakan kesegaran dan kesejukan alam meskipun mentari di atas sana dengan ganas memancarkan sinarnya ke bumi.

Sebenarnya, tidak jauh dari lokasi kami berhenti, terdapat resort yang menawarkan fasilitas pemandian air panas. Di sana terdapat berbagai fasilitas kolam pemandian, dari yang bersifat umum, alias beramai-ramai, hingga kolam pemandian pribadi.

Sebagai kolam pemandian air panas, suhu air di sana cukup moderat. Artinya tidak terlalu panas seperti di pemandian serupa di Ciater, Subang Jawa Barat. Lokasi pemandiannya pun cukup teduh di antara rerimbunan pohon. Namun karena cuaca yang panas dan terik, sepertinya bukan suatu pilihan yang bijaksana jika memanfaatkan fasilitas tersebut, sehingga kami hanya menikmati keasrian alam di bawah sebuah saung beratapkan rumbia.

Menjelang sore setelah sempat memejamkan mata sejenak, kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini tujuan kami sudah pasti yaitu menikmati suasana malam di kota Bogor dan membeli beberapa makanan khas kota hujan itu.

Keluar dari kawasan Gunung Pantjar, kami harus melewati beberapa tanjakan curam. Namun dengan mesin diesel D-4D DOHC berteknologi common-rail direct injection plus turbocharger yang dimiliki Fortuner, itu bukan masalah berarti.

Setelah kami didera cuaca panas sejak awal keberangkatan, kali ini kami dihadang hujan ketika mulai menginjakkan roda Fortuner memasuki kawasan kota 'Seribu Angkot' tersebut. Macet merupakan pemandangan biasa di kawasan itu setiap harinya.

Tenaga mesin Fortuner diesel memang tergolong biasa saja dengan angka 102 ps pada 3.600 rpm, tetapi berkat torsinya yang mencapai 26,5 kg-m (260 NM) yang diraih antara 1.600 hingga 2.400 rpm, membuatnya mumpuni menyusuri jalan macet. Terlebih, kendaraan ini dibekali dengan transmisi otomatis sehingga kemacetan tidak terlalu banyak mengurangi kenikmatan kami.

Asyiknya lagi, meskipun memiliki dimensi yang cukup bongsor, kendaraan ini cukup mudah dikuasai berkat desain kaca jendelanya yang luas yang memudahkan pengemudi memantau sekeliling kendaraan dengan. (OL-07)
MORE INFO
Senin, 14 November 2011 08:08 WIB
Minggu, 13 November 2011 18:54 WIB
Jumat, 28 Oktober 2011 10:06 WIB
Minggu, 02 Oktober 2011 21:45 WIB
Selasa, 09 Agustus 2011 13:36 WIB
Jumat, 08 Juli 2011 08:08 WIB
Rabu, 06 Juli 2011 20:47 WIB
Bridgestone Potenza Adrenalin RE002
Minggu, 26 Juni 2011 17:15 WIB
Kamis, 16 Juni 2011 17:52 WIB
Test Drive Off-Road
Minggu, 12 Juni 2011 21:23 WIB
Mercedes-Benz G-Experience
07 Mei 2011 10:06 WIB
Jumat, 29 April 2011 09:00 WIB
Test Drive Mitsubishi Pajero Sport Dakar
image image image image image