07 Mei 2011 10:06 WIB
Apa Sih Kelebihan Chevrolet Captiva SS?
Penulis : chadie
MI/Chadie
PERTAMA kali menyaksikan sosok Chevrolet varian baru yang dilabel dengan emblem Captiva SS saat diperkenalkan, kami tidak melihat adanya perbedaan yang signifikan pada bagian eksteriornya. Hanya bagian belakangnya saja yang kini nampak lebih sporti berkat hadirya bemper dan lubang knalpot ganda.
Saat memasuki kabinnya yang lapang, kami tidak juga melihat ubahan yang mencolok. Baru ketika memutar kunci kontak terlihat ada yang berbeda pada bagian meter cluster-nya. Ubahan juga baru terasa saat menghidupkan sistem audio yang kini telah dilengkapi ARKAMYS 3D Surround Sound.
Fitur tambahan berupa software pengolah suara berteknologi digital ini mampu membuat tata suara dalam kabin Captiva SS menjadi lebih hidup dan berdimensi. Suara yang keluar seolah berasal dari sebuah panggung di depan kendaraan, padahal posisi speaker berada cenderung di bawah.
Fitur ARKAMYS 3D Surround Sound ini juga mampu mengatur tata suara terpusat kepada pengemudi. Artinya suara yang muncul dari speaker dapat diatur seolah pengemudi sedang berada di tengah panggung meskipun sejatinya posisi pengemudi tidak center.
Caranya, dengan mengoperasikan fungsi pengaturan audio pada mode 'Driver'. Jika ingin membagi rata suara kepada penumpang lainnya, fitur pengatur suara tadi bisa diubah ke seting 'passenger' sehingga penyebaran suara kembali normal.
Pilihan lagu menjadi semakin lengkap dengan adanya port USB dan jack input audio di bagian bawah center cluster. Lewat kedua fasilitas ini, kita bisa memutarkan lagu-lagu yang ada pada ponsel dengan tata suara canggih yang disajikan sistem audio Captiva SS.
Untuk mencoba kendaraan ini secara maksimal, kami sengaja mengajak beberapa rekan untuk ikut serta hingga total berjumlah tujuh orang. Awalnya salah satu rekan sedikit keberatan saat melihat jumlah bangku Captiva yang nampak hanya bisa diisi lima penumpang. "Wah, kami berdua duduk di bagasi ya?" tanyanya setengah protes.
"Oh jangan khawatir...silakan," ujar salah satu rekan sambil dengan sigap menarik dua handel yang ada di lantai bagasi untuk mengeluarkan bangku keenam dan ketujuh. Itupun setelah ia diberitahu kalau ada bangku tersembunyi di dalam sana.
Setelah semua berada pada posisi duduk masing-masing, Captiva SS berwarna merah bata metalik ini meluncur keluar kompleks perumahan Alam Asri Media di kawasan Pesanggarahan Jakarta Selatan langsung menyusuri kepadatan lalu lintas khas akhir pekan.
Satu lagi yang menonjol, meskipun sama-sama dibekali dengan mesin berkapasitas 2.4 liter seperti Captiva sebelumnya, namun mesin Captiva SS telah banyak mengalami berbagai penyempurnaan dalam upaya meningkatkan performa dan efisiensinya.
Alhasil mesin yang kini menggunakan blok aluminium dengan pengaturan bukaan katup DOHC berteknologi DCVCP (Double Continuosly Variable Cam Phaser) ini kini sanggup meletupkan tenaga hingga 171 PS dengan kekuatan puntir sebesar 225 Nm.
Dampaknya, mesin berkode LE-9 ini sangat ampuh menyusuri kepadatan lalu lintas. Transmisi otomatis tipe Hydramatic 6-speed yang diusungnya pun terasa lebih solid menyalurkan putaran mesin ke roda bagian depan. Namun sayangnya, transmisi ini terasa sedikit lamban saat SUV ini diajak bermain di lantai ruas jalan bebas hambatan.
Akan tetapi itu bukan masalah serius. Pasalnya transmisi otomatis yang dikembangkan oleh GM ini memiliki mode manual yang bergaya sequential shift dengan menggeser ke kiri tuas transmisi dari posisi D yang membuat galaknya karakter mesin bisa lebih dirasakan.
Saat memasuki tikungan, ukuran pilar A yang tergolong besar menghalangi pandangan pengemudi, terlebih dengan adanya dudukan spion samping yang membuat pengemudi harus sedikit menggeser kepala untuk mengatasinya.
Untungnya, kendaraan ini memiliki postur yang lumayan tinggi sehingga pandangan untuk memantau sekeliling menjadi lebih leluasa. Bahkan posisi ini sepertinya memberikan rasa percaya diri karena menimbulkan perasaan tinggi dalam segala hal, termasuk status.
Yang cukup menakjubkan pada Chevrolet Captiva SS adalah karakter suspensinya yang unik. Umumnya, suspensi berkarakter soft akan kedodoran saat diajak menari-nari pada kecepatan tinggi di atas jalan bergelombang, tetapi tidak demikian dengan Captiva.
Sementara pada saat menyusuri jalan yang kurang beradab di kawasan Serpong, suspensi Captiva berhasil meredam gerakan liar ban dengan baik sehingga tidak sampai mengganggu kenyamanan kabin. Bahkan seorang rekan di jok baris ketiga sempat tertidur ketika melintasi kontur permukaan jalan yang brutal.
Mengetahui karakter suspensinya yang seperti itu, beberapa kali kami menyalip kendaraan di depan saat melewati tanggul speed trap (polisi tidur) tanpa ada keraguan. Pasalnya di saat kendaraan lain terpaksa harus menekan pedal rem, kami justru tancap gas melewati tanggul tersebut tanpa khawatir kendaraan melambung berkat jarak travel suspensi yang cukup moderat.
Saat kami memasuki kawasan BSD, awan mendung yang sejak sore tadi menggayut di langit, tidak kuasa lagi manahan bebannya. Hujan deras ditambah tiupan angin yang lumayan kencang akhirnya semakin membuat lalu lintas di kawasan itu kian kurang bersahabat.
Seperti pada umumnya kendaraan yang dilengkapi kaca belakang dengan sudut yang cenderung tegak, derasnya air hujan sangat menghalangi pandangan ke belakang. Namun berkat adanya wiper mungil yang bertengger di sana, mengendarai SUV seharga Rp313 juta on the road ini menjadi tetap menyenangkan.
Rupanya, inilah yang menjadi alasan mengapa kendaraan ini banyak diminati. (OL-07)