Mercedes-Benz G-Experience
Minggu, 12 Juni 2011 21:23 WIB
Merasakan Ketangguhan G-Class di Medan Ganas
Penulis : chadie

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Merasakan Ketangguhan G Class di Medan Ganas

MI/Chadie

SABTU (11/6), PT Mercedes-Benz Indonesia mengundang sejumlah wartawan untuk merasakan sendiri pengalaman bersama SUV legendaris dunia G-Class untuk menaklukkan berbagai medan rusak yang di antaranya dihiasi tanjakan dan turunan cukup ekstrem dalam acara 'Mercedes-Benz G-Experience.

Sebelum mediaindonesia.com mendapatkan giliran, kami sengaja menyusuri medan yang awalnya terlihat mustahil untuk ditaklukkan. Lintasan rusak yang terlihat mengerikan bukan masalah, karena kami percaya kendaraan berspesifikasi militer ini sanggup melintasi medan seperti itu.

Yang kami ragukan adalah kemampuan kendaraan berbobot sekitar 2,5 ton ini menaklukkan lintasan tanah merah mendaki dengan kemiringan ekstrem sekitar lebih dari 30 derajat.

Pasalnya, ketika usai mengambil beberapa gambar di bawah, dengan bersusah payah dan nyaris gagal, kami dan sejumlah fotografer kembali ke atas melewati lintasan kering berdebu itu. Beberapa kali kaki kami melorot sehingga kami hanya pasrah sambil mencoba mengimbangi tubuh agar tidak jatuh dan kembali merayap naik.

Namun, keraguan kami terjawab ketika menyaksikan G-Class dengan mudah melalui rintangan demi rintangan, terlebih saat mediaindonesia.com mencoba sendiri kendaraan unik yang pada awalnya dibuat khusus untuk pasukan bersenjata Iran yang kala itu dipimpin oleh Syah Iran, Reza Pahlevi ini.

Dengan didukung oleh ban off-road lokal GT Radial Savero Komodo dipadu sistem penggerak all-wheel-drive permanen cerdas yang diusungnya, G-Class seharga Rp1,599 miliar (off the road) bermesin V6 diesel dengan kapasitas 3.0 liter ini dengan mudah menyelesaikan berbagai sesi rintangan.

G-Class Profesional G 300 CDI, dibekali tenaga sekitar 181 hp pada 3.800 rpm dengan torsi maksimal sebesar 400 Nm pada rentang putaran mesin antara 1.600 hingga 2.600 rpm merupakan kombinasi yang cukup ideal untuk sebuah SUV.

Sebagai kendaraan yang sejak awal telah mengusung spesifikasi militer, G-Class dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung kemampuannya menembus medan seberat apapun. salah satunya differential lock yang dioperasikan secara elektronik sehingga kendaraan tetap bisa melaju walaupun ketika roda-rodanya kehilangan traksi.

Yang menarik perhatian kami saat itu adalah kehadiran sosok G-Class versi Pick-up yang ikut berlaga di lintasan panas berdebu akibat siraman sinar matahari yang sejak awal setia menemani kegiatan kami. Bagai mana tidak? G-Class ini jarang kami temui sehari-hari.

Usai mencicipi G 300 CDI di medan off-road, pihak Mercedes-Benz Indonesia juga telah menyiapkan unit-unit G-Class berkemampuan tinggi yaitu G55 AMG untuk memberikan sensasi lain  dan berbeda, meski sama-sama dikemas dalam sosok SUV Boxer yang serba kotak.

Sejak dari luar, aroma kemewahan sudah terpancar pada G 55 AMG. Velek AMG berukuran 19 inci dengan ban high-performance berdimensi 275/55, asesoris bodi yang lebih modis, plus emblem V8 Kompressor di bodi samping yang kian menegaskan statusnya.

Memasuki interiornya, kesan mewah semakin kental berkat interiornya yang dipenuhi berbagai kelengkapan yang umumnya disandang oleh Mercedes-Benz S-Class. Belum lagi dengan kehadiran sunroof yang membuat ia semakin gaya. Berbeda sekali dengan G-Class reguler yang hanya dilengkapi jok dan fitur sederhana dan lebih menitikberatkan pada fungsi.

Meskipun G 55 AMG masuk dalam kategori SUV 'priyayi', bukan berarti ia tidak memiliki kemampuan off-road. Tapi masalahnya, siapa yang tega menerjunkan kendaraan seharga Rp2,929 miliar (off the road) ini ke medan lumpur?

Mesin V8 Supercharger 5.5 liter yang diusungnya sanggup membangkitkan daya hingga 507 hp dengan torsi maksimal 700Nm antara 2.750 hingga 4.000 rpm. Mesin garapan divisi performa AMG (Aufrecht-Melcher und Grossaspach) sanggup membuat kendaraan ini melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam tempo 5,5 detik.

Meskipun mesinnya sanggup melarikan kendaraan ini pada kecepatan tinggi, namun atas nama faktor keselamatan dan keamanan, pihak Mercedes-Benz AMG membatasi kecepatan maksimalnya di angka 210 km/jam. Selain itu berbagai teknologi yang meningkatkan kestabilan ditanamkan di dalamnya.

Saat pedal akselerasi dibenamkan ke lantai. Sontak tubuh terbenam pada sandaran jok dengan kuat. Entah berapa G gaya yang diterima oleh tubuh kami saat itu. Yang pasti, pada saat mesin terus menambah putarannya itu, kami sulit melepaskan punggung dari sandaran berlapis kulitnya yang mewah. (OL-07)
MORE INFO
Senin, 14 November 2011 08:08 WIB
Minggu, 13 November 2011 18:54 WIB
Jumat, 28 Oktober 2011 10:06 WIB
Minggu, 02 Oktober 2011 21:45 WIB
Selasa, 09 Agustus 2011 13:36 WIB
Jumat, 08 Juli 2011 08:08 WIB
Rabu, 06 Juli 2011 20:47 WIB
Bridgestone Potenza Adrenalin RE002
Minggu, 26 Juni 2011 17:15 WIB
Kamis, 16 Juni 2011 17:52 WIB
Test Drive Off-Road
07 Mei 2011 10:06 WIB
Jumat, 29 April 2011 09:00 WIB
Test Drive Mitsubishi Pajero Sport Dakar
Senin, 25 April 2011 09:00 WIB
Test Drive Toyota Fortuner Diesel TRD Sportivo
image image image image image