Bridgestone Potenza Adrenalin RE002
Rabu, 06 Juli 2011 20:47 WIB
Melekat di Trek Kering Menggigit di Trek Basah
Penulis : chadie

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Melekat di Trek Kering Menggigit di Trek Basah

MI/Chadie

DI sela-sela peluncuran ban terbaru Bridgestone Potenza Adrenalin RE002 yang berlangsung di proving ground Bridgestone di Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/7), para jurnalis mendapatkan kesempatan mencoba performa ban baru tersebut di lintasan basah dan kering.

PT Bridgestone Tire Indonesia (BSI) menyediakan masing-masing dua unit Mitsubishi Lancer EX dan Mazda6 yang dianggap memiliki keunggulan dalam performa pengendalian. Mitsubishi Lancer bertugas di lintasan kering sementara Mazda6 menangani trek basah.

Salah satu dari masing-masing Mitsubishi Lancer maupun Mazda6 dibekali dengan ban Potenza RE002 dan sisanya menggunakan ban kompetitor untuk memberikan gambaran keistimewaan produk baru Bridgestone dengan merek lain.

Mediaindonesia.com yang mendapat kesempatan mencoba di trek kering langsung duduk dibalik kemudi Lancer dengan ban kompetitor X buatan lokal. Sebagai catatan, Potenza RE002 juga menggunakan 100% karet produk lokal seperti yang diungkapkan Shinya Hisada, Direktur Pemasaran BSI.

Setelah menyelesaikan satu putaran di sirkuit oval tersebut lalu kami bertukar kendaraan dengan Lancer yang dibekali ban Potenza RE002 untuk kembali menyelesaikan satu putaran yang diberikan pihak BSI.

Lintasan kering di sirkuit oval tersebut dihiasi dengan berbagai rintangan berupa kerucut-kerucut (cone) untuk menguji performa pengendalian ban saat berpindah jalur (lane change) maupun saat diajak zig-zag (slalom).

Menjelang garis finis, masih ada lagi rintangan berupa deretan tali tambang yang melintang untuk menguji kebisingan kedua ban yang dikomparasi. Setelah mencoba kedua merek ban, barulah kami bisa merasakan keunggulan Potenza RE002.

Di trek lurus pada kecepatan tinggi, ban kompetitor terasa enak dikendalikan. Begitu memasuki tikungan, baru terasa karakternya yang memiliki self centeringeffect berlebihan dan butuh tenaga ekstra untuk mengarahkan setir memasuki tikungan panjang.

Ini tidak ada bedanya seperti mengemudikan mobil dengan sudut caster terlalu besar tanpa dibantu power steering sehingga dipastikan lengan akan cepat lelah saat perjalanan jauh. Padahal karakter pengemudian Lancer dikenal sangat moderat.

Berbeda ketika menggunakan ban RE002. Setir terasa lebih ringan dengan efek balik yang ideal seperti karakter Lancer sesungguhnya. Begitu pula saat diajak berpindah jalur maupun slalom. Mobil terasa 'jinak' dan mudah kita taklukkan.

Dengan karakter pengendalian yang lebih 'jinak', pengemudi bisa mudah berkonsentrasi merasakan adanya gerakan-gerakan melebar di bagian belakang sehingga bisa memperkirakan batas maksimal kemampuan kendaraan menerima gaya lateral.

Kemudian kami menuju ke lintasan basah dengan Mazda6 yang salah satunya dibekali satu set ban kompetitor Jepang dengan pola tapak ban yang nampak lebih menjanjikan dibanding RE002. Pola anak panah yang dimilikinya dipercaya ampuh menghadapi lintasan berair.

Tetapi ketika dicoba melahap lintasan melingkar yang disiram air, ban kompetitor buatan Jepang itu terasa kedodoran saat kami mencoba meningkatkan kecepatan. Bagian belakang kendaraan terasa melebar dengan gerakan liar. Begitu pula bagian depan.

Dampaknya kami harus berkonsentrasi keras untuk mengoreksi gerakan-gerakan menyimpang tersebut sambil mengatur pijakan pedal gas. Padahal lintasan itu benar-banar berbentuk lingkaran yang sempurna yang seharusnya hal itu tidak perlu terjadi.

Awalnya kami tidak yakin dengan pola tapak RE002 yang cenderung lurus tanpa banyak alur-alur pembuangan air ke bagian sisi. Begitu melingkari lintasan, keraguan sirna karena gigitan RE002 ke permukaan jalan mampu membangkitkan keyakinan.

Secara bertahap kecepatan kendaraan kami kembangkan yang diiringi timbulnya suara derit ban. Suara itu tidak mampu meluluhkan nyali. Meskipun bagian belakang kendaraan tetap terasa bergeser keluar (oversteer), namun gerakannya tidak liar dan sangat terukur.

Kami hanya perlu sedikit saja mengoreksi arah kendaraan. Gerakan kemudi pun terasa lebih ringan dan efisien. "Itu berkat formulasi silika kompon kami yang unik," ungkap Departement Manager Field Service Engineering Dept BSI Agus Sarsito di sela-sela acara itu. (OL-07)

 




 


MORE INFO
Senin, 14 November 2011 08:08 WIB
Minggu, 13 November 2011 18:54 WIB
Jumat, 28 Oktober 2011 10:06 WIB
Minggu, 02 Oktober 2011 21:45 WIB
Selasa, 09 Agustus 2011 13:36 WIB
Jumat, 08 Juli 2011 08:08 WIB
Minggu, 26 Juni 2011 17:15 WIB
Kamis, 16 Juni 2011 17:52 WIB
Test Drive Off-Road
Minggu, 12 Juni 2011 21:23 WIB
Mercedes-Benz G-Experience
07 Mei 2011 10:06 WIB
Jumat, 29 April 2011 09:00 WIB
Test Drive Mitsubishi Pajero Sport Dakar
Senin, 25 April 2011 09:00 WIB
Test Drive Toyota Fortuner Diesel TRD Sportivo
image image image image image