Minggu, 02 Oktober 2011 21:45 WIB
Mengarungi Jalur Selatan Bersama Hyundai Grand Avega
Penulis : chadie

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Mengarungi Jalur Selatan Bersama Hyundai Grand Avega

MI/Chadie

USAI memperkenalkan Grand Avegayang merupakan generasi keempat dari Hyundai Accent di IIMS beberapa waktu lalu, PT Hyundai Mobil Indonesia mengundang sejumlah jurnalis untuk merasakan langsung segala kelebihan kendaraan yang pengembangannya dilakukan di Jerman tersebut.

Kegiatan yang mengusung tema 'Media Fun Drive Hyundai Avega Hatchback' yang diikuti oleh 18 orang jurnalis ini dibagi dalam dua etape. Etape pertama dimulai dari Yogyakarta pada Kamis 29 September menuju ke Garut Jawa Barat.

Media Indonesia mendapatkan Hyundai Grand Avega dengan nomor punggung 3 berwarna silver. Kendaraan berkapasitas mesin 1.4 liter DOHC ini memiliki tenaga maksimal 108 ps pad 6.300 rpm dengan torsi 13,9 kgm (136 Nm) pada 5.000 rpm bertransmisi manual.

Sosok luarnya memancarkan gaya bahasa desain Hyundai terbaru bertemakan fluidic design yang tertuang lewat perpaduan pahatan cekung-cembung yang menghiasi seluruh permukaan bodinya yang kompak.

Ciri khas Hyundai tertuang dalam tampilan wajahnya yang memiliki 'benang merah' dengan model-model Hyundai lainnya. Sementara bagian sampingnya dihiasi berbagai pahatan tegas yang mengingatkan kita pada desain BMW Z4, sedangkan bagian belakangnya justru mirip lekukan-lekukan yang ada pada desain BMW seri 1.

Hal ini bisa dimaklumi. Selain desain dan pengembangannya dilakukan di Jerman, Kendaraan ini juga didesain oleh tim desain Eropa yang dipimpin oleh Thomas Burkle yang tidak lain adalah mantan desainer BMW.

Kesan simpel dan moderen terasa saat memandang bagian dasbornya yang juga bercita rasa Eropa. Roda kemudinya dilengkapi tombol pengaturan utama untuk mengoperasikan audio. Kesan rapi dan presisi khas Hyundai langsung terasa.

Ciri khas Eropa kembali terlihat saat melirik tuas transmisi manualnya yang unik. Untuk menggeser tuas transmisi ke posisi mundur, pengemudi harus mengungkit tombol pengaman di depan tombol tuas transmisi.

Pasalnya kendaraan ini memiliki posisi gigi mundur di sebelah kiri atas yang sejajar dengan posisi gigi satu, persis seperti pada beberapa kendaraan buatan Eropa. Sementara Grand Avega varian otomatis memiliki fitur shiftronic yang merupakan satu-satunya di segmen ini.

Diiringi kawalan petugas patwal Polda Metro Jaya, rombongan diberangkatkan dari Hotel Hyatt Yogyakarta melewati jalur selatan Pulau Jawa yang terkenal dengan medannya yang berkelok dan kondisi jalan yang sulit diduga.

Kondisi cuaca saat itu cerah berawan. Sengatan sinar matahari mulai terasa menggigit meski waktu saat itu masih tergolong cukup pagi. Untungnya Hyundai memiliki perangkat penyejuk kabin yang ampuh.

Dari Yogyakarta, rombongan meluncur kencang menuju Bantul, rute ini dihiasi jalan yang kondisinya sangat bervariasi. Mulai aspal licin hingga yang penuh dengan tambalan. Kemudian perjalanan berlanjut hingga ke Karang Anyar.

Rute tersebut ternyata dapat menjawab semua keraguan terhadap kemampuan suspensi Grand Avega manual seharga Rp 161,5 juta tersebut. Meskipun ini mobil jenis hatchback, ia memiliki jarak sumbu roda di atas rata-rata yaitu 2.570 mm yang membuat karakternya seperti sedan.

Di atas jalan rusak pada kecepatan tinggi, suspensinya tergolong sangat ampuh meredam guncangan. Bahkan bisa dibilang sangat luar biasa untuk kendaraan sekelasnya. Begitu pula  saat melibas tikungan di jalan yang kriting pada kecepatan tinggi. Walaupun sesekali  suspensinya terasa sedikit kedodoran namun dengan mudah bisa dikoreksi oleh pengemudi.

Dari Karang Anyar menuju Pantai Ayah atau Pantai Logending yang berada di kabupaten Kebumen, perjalanan terasa semakin menantang. Tanjakan curam, turunan terjal dihiasi kelokan-kelokan sangat patah menghiasi sepanjang perjalanan.
 
Suspensi MacPherson strut di bagian depan dikombinasi dengan coupled torsion beam axle di bagian belakang mampu melayani keinginan pengemudi ketika mencoba menaklukkan rute yang tergolong 'binal' tersebut. Terlebih dengan minimnya marka jalan sehingga pengemudi harus terus berkonsentrasi.

Untungnya kerja pengemudi menjadi lebih ringan karena kemampuan mesinnya cukup menakjubkan untuk ukurannya. Melahap tanjakan curam bukan masalah berarti bagi Grand Avega karena torsi yang tersaji terasa tidak ada putusnya. Dampaknya, walaupun perjalanan cukup jauh dan tergolong berat, stamina pengemudi tidak banyak terkuras.

Sayangnya, sistem audio Clarion berformat double DIN yang memiliki konektivitas USB dan AUX-input memiliki layar yang sulit terbaca baik malam hari, terlebih siang hari akibat display-nya yang terlalu gelap sehingga sangat sulit mengoperasikan berbagai fitur yang dimilikinya.

Rombongan sempat beristirahat dan mencicipi kuliner di sebuah rumah makan di Jalan Laut, Cilacap, tidak jauh dari Pulau Nusa Kambangan. Usai beristirahat kami melanjutkan menuju Ciamis dan akhirnya tiba di Garut yang menandai berakhirnya perjalanan etape pertama. 

Keesokan paginya, dari Resort Kampung Sumber Alam, Cipanas, Garut, Jawa Barat, rombongan wartawan kembali bersiap menjalani etape kedua menujua Jakarta. Dari situ kami menyusuri kawasan Sampireun menuju kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Kamojang.

Di kawasan ini, suspensi Grand Avega diuji kelenturannya melewati jalur yang sangat ekstrem berupa tanjakan dan turunan dengan tikungan yang sangat patah bahkan terasa ekstrem. Belum lagi kondisi jalannya yang dihiasi lubang-lubang menganga disepanjang rute. Target tujuan kami saat itu adalah Kota Kembang, Bandung.

Di sana kami mampir di markas redaksi Pikiran Rakyat untuk menyaksikan CSR PT Hyundai Mobil Indonesia, berupa penyerahan secara simbolis bahan bangunan untuk memperbaiki gedung SDN Pasir Benteng yang dilanjutkan dengan Salat Jumat bersama.

Setelah itu moncong Grand Avega diarahkan menuju ke Purwakarta untuk menyerahkan bantuan serupa kepada Pesantren Al Islam sebagai bantuan lanjutan Hyundai yang sebelumnya berupa 10 unit komputer dan printer yang membuat pesantren tersebut berhasil mendapat akreditasi untuk menjalankan program pendidikan SMK.

Rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta via tol Cipularang, berlanjut ke tol Cikampek lalu masuk ke tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) menuju Pondok Indah Mall II. Di rute etape terakhir ini pengujian belum selesai.

Para jurnalis harus kembali berjuang untuk mempertahankan iring-iringan agar tidak terputus. Hal ini tidak mudah mengingat waktu telah menunjukkan pukul tujuh malam di mana kondisi jalan tengah macet parah menjelang week end.

Untungnya kendaraan ini memiliki performa yang sangat baik sehingga perjuangan kami menuju lokasi tersebut bisa tercapai tanpa sedikitpun kendala didukung para petugas patwal yang demikian lihai 'membongkar' simpul-simpul kemacetan. (OL-07)
MORE INFO
Senin, 14 November 2011 08:08 WIB
Minggu, 13 November 2011 18:54 WIB
Jumat, 28 Oktober 2011 10:06 WIB
Selasa, 09 Agustus 2011 13:36 WIB
Jumat, 08 Juli 2011 08:08 WIB
Rabu, 06 Juli 2011 20:47 WIB
Bridgestone Potenza Adrenalin RE002
Minggu, 26 Juni 2011 17:15 WIB
Kamis, 16 Juni 2011 17:52 WIB
Test Drive Off-Road
Minggu, 12 Juni 2011 21:23 WIB
Mercedes-Benz G-Experience
07 Mei 2011 10:06 WIB
Jumat, 29 April 2011 09:00 WIB
Test Drive Mitsubishi Pajero Sport Dakar
Senin, 25 April 2011 09:00 WIB
Test Drive Toyota Fortuner Diesel TRD Sportivo
image image image image image