21 Januari 2012 14:02 WIB
Bosch Kembangkan Teknologi Mesin Bensin Tanpa Busi
Penulis : chadie

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Bosch Kembangkan Teknologi Mesin Bensin Tanpa Busi

GM Motorauthority

BEBERAPA tahun lalu mesin bensin tanpa busi alias homogeneous charge compression ignition (HCCI) sangat menarik perhatian. Sejumlah produsen mobil besar termasuk General Motors, Daimler dan Volkswagen serius menyelidiki manfaatnya.

Sejak saat itu teknologi ini tidak banyak terdengar lagi setelah mesin hybrid dan sistem penggerak kendaraan bertenaga listrik kian populer. Namun itu bukan berarti HCCI sudah terkubur.

Nampaknya teknologi HCCI masih memiliki masa depan yang cerah. Pemasok komponen otomotif raksasa Bosch bersama dengan sejumlah rekanannya ditambah hibah sebesar US$12 juta dari depertemen energi Amerika Serikat tengah mengerjakan kelayakan proyek HCCI secara komersil.

Teknologi ini mencapai tahap pembakaran hanya dengan mengompresi campuran udara dan bahan bakar tanpa memerlukan busi, seperti yang terjadi pada mesin-mesin diesel. Namun para perancang mesin bensin menghadapi sejumlah tantangan.

Tantangan terbesar pada mesin bensin HCCI adalah mengendalikan proses pembakaran. Jika dengan busi, waktu pembakaran dapat dengan mudah diatur oleh PCM (powertrain control module) yang dapat mengendalikan kapan terjadinya percikan api yang tidak mungkin pada HCCI tanpa busi.

Komposisi campuran dan suhu harus diubah secara rumit dan tepat waktu untuk mencapai performa yang sebanding dengan mesin dengan busi konvensional dalam kondisi operasional yang sangat beragam. Tantangan itu termasuk temperatur yang ekstrem baik panas maupun dingin, dampak kandungan udara yang tipis pada kondisi pengendaraan di ketinggian seperti di bukit dan pegunungan.

Untuk mengatasi masalah itu, para perancang dapat menggunakan mesin yang menggunakan bensin namun dapat mengubah mode antara menggunakan busi dan kompresi bergaya diesel jika dibutuhkan.

Jika berhasil, mesin bensin dengan HCCI dan teknologi yang ada seperti turbocharger dan sistem stop-start dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 30 persen dibandingkan mesin konvensional dengan performa yang sama.Prototipe mesin pertama berberupa mesin GM Ecotec 2.0 liter yang dilengkapi supercharger, turbocharger, direct fuel injection, sistem stop-start dan variable valve timing.

Para peneliti berharap mesin prototipe mereka ini akan sekuat mesin GM 3.8 liter V6 namun dengan target penyusutan konsumsi bahan bakar sebesar 30 persen. Sayangnya teknologi ini nampaknya masih terlalu dini. Prototipe mesin ini baru akan rampung paling cepat pada tahun 2014 nanti yang artinya masih lama untuk bisa diproduksi secara komersil. (OL-07)
MORE INFO
Rabu, 16 Mei 2012 11:41 WIB
Selasa, 15 Mei 2012 08:00 WIB
Kamis, 03 Mei 2012 14:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Senin, 30 April 2012 14:00 WIB
Akan Dicoba Bulan Juli Mendatang di Indonesia
Kamis, 26 April 2012 08:00 WIB
21 April 2012 16:00 WIB
Kamis, 19 April 2012 18:00 WIB
Rabu, 11 April 2012 10:00 WIB
Kamis, 29 Maret 2012 12:00 WIB
Selasa, 20 Maret 2012 12:04 WIB
Rabu, 14 Maret 2012 14:02 WIB
image image image image image