Selasa, 21 Februari 2012 14:37 WIB
Penjualan Meningkat, Audi Genjot Layanan Purna Jual
Penulis : chadie

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Penjualan Meningkat Audi Genjot Layanan Purna Jual

MI/Chadie

DALAM acara Media Gathering & Preview the New Audi Q3 yang digelar di Audi Center Jakarta pada Selasa (21/2), PT Garuda Mataram Motor (GMM) selaku pemegang merek Audi menyampaikan target penjualannya di tahun 2012 yang diharapkan tumbuh 80 persen dibanding tahun lalu yang berhasil mencapai 334 unit.

Pencapaian tahun 2011 tersebut merupakan rekor penjualan Audi yang melampaui target lebih dari dua kali lipat dibandingkan penjualan 2010. Dalam sambutannya, CEO GMM Andrew Nasuri menyatakan bangga atas prestasi ini. Namun ia mengakui bahwa mempertahankan prestasi akan jauh lebih sulit.

Saat ini, selain meluncurkan produk baru, Audi akan menitikberatkan perhatiannya pada peningkatan layanan purna jual. Pasalnya menurut Andrew, faktor penting bagi konsumen di  Indonesia adalah bagaimana nasib kendaraan itu nanti setelah berada di tangan konsumen.

"Sebelum membeli mobil, konsumen selalu bertanya, bagaimana layanan purna jualnya? Dimana kendaraan bisa diperbaiki?, bagaimana ketersediaan spare parts-nya," ungkap Andrew, menirukan suara konsumen.

Oleh karena itu Audi terus-menerus menyempurnakan kualitas layanan dengan menambah fasilitas diler dan after sales service menuju standar internasional sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap mobil-mobil Audi.

Selain peningkatan fasilitas di bengkel, Audi juga terus meningkatkan kualitas para mekanik dengan meng-update kemampuan mereka.

Hal ini selaras dengan komitmen Audi AG yang ingin memberikan pengalaman istimewa kepada para pemilik dan calon pemilik mobil Audi di seluruh dunia. "Ketika konsumen datang ke diler-diler kami, mereka harus mendapatkan 'Audi Feeling'," ujar Andrew.

"Konsumen juga harus bisa merasa sangat 'feel at home' saat memasuki Audi's World," tambahnya.

Untuk memberikan ketentraman kepada konsumennya, GMM memberikan garansi selama tiga tahun atau 90.000 km yang berlaku untuk suku cadang asli pada kendaraan, namun tidak termasuk untuk suku cadang yang habis terpakai atau rusak akibat kesalahan pemakaian.

Garansi itu sudah termasuk dengan servis gratis untuk servis berkala, ganti oli dan suku cadang yang habis terpakai seperti rem, karet wiper, bohlam dan sebagainya. "Bisa dibilang, konsumen hanya perlu membeli bahan bakar dan ganti oli saja ketika ia memiliki kendaraan Audi," kata Andrew. (OL-07)
image image image image image