26 September 2009 12:00 WIB
Antara Marah dan Rindu
Penulis : Rini

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Antara Marah dan Rindu

webmd.com

SUDAH empat tahun aku tidak melihat wajah ibu bapakku yang sangat kucintai. Aku ingin bersimpuh di hadapan mereka tapi jarak membuatku selalu mengurungkan niatku untu menatap wajah mereka.

Aku seorang anak yang bisa dibilang penurut sama orangtua. Apapun akan kulakukan semua demi bapak ibuku tercinta. Dari kecil hingga dewasa, aku selalu berusaha memenuhi harapan beliau. Hingga aku beranjak dewasa, saat itu sebenarnya aku masih ingin berkarier tapi orangtua mendesakku untuk segera menikah.

Akhirnya, tanpa pikir panjang aku mengiyakan tawaran orangtua untuk dijodohkan. Mungkin terasa berat awalnya tapi aku harus mencoba untuk membahagiakan beliau. Aku sendiri heran dengan diriku sendiri, kenapa tak ada perlawanan sama sekali dari diriku? Kenapa pernikahan aku anggap sesuatu yang mudah dijalani demi orangtua?

Aku berpikir, walaupun tidak terlalu mengenal suamiku suatu saat nanti aku bisa belajar mencintainya. Sampai akhirnya aku menikah dengan pria pilihan orangtuaku. Tapi ternyata dugaanku meleset 180 derajat. Ternyata cinta itu sulit untuk ditumbuhkan. Tapi aku tetap berusaha mencintai jodoh yang diberikan Allah padaku. Penuh perjuangan memang, tapi sekali lagi ini demi orangtuaku.

Aku sadar dalam hidup ini tidak ada kesempurnaan. Mungkin inilah jalan hidup yang telah digariskan padaku. Untunglah aku bekerja, jadi rasa tertekan kadang bisa aku singkirkan sementara walaupun kadang rasa itu mendadak muncul jika aku menghadapi masalah. Jika bahagia melandaku, aku kabarkan segera ke orangtua agar mereka merasakan kebahagiaanku. Tapi jika kesedihan yang datang menerpaku, tak sedikitpun masalah itu kuceritakan pada mereka. Aku hanya tidak ingin membuat mereka memikirkan aku yang kini jauh di rantau.

Ya, aku di luar pulau dan jauh dari orangtua. Sudah hampir empat tahun aku tidak berjumpa dengan mereka. Ketidakpulanganku ini sebenarnya punya dua maksud. Pertama, karena ongkos pulang yang mahal dan tenaga yang juga harus fit. Kedua, dalam hati sebenarnya aku agak "marah'' dengan orangtua karena memaksaku untuk segera menikah di saat aku belum mencintai suami.

Dengan ketidakpulangan ini aku bisa mandiri. Tapi terkadang, di keheningan malam aku merasa kangen ingin memeluk mereka. Bagaimanapun, mereka adalah orangtua yang telah mendidik dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang.

Bapak, Ibu... Aku mencintai kalian. Aku hanya bisa mendoakan dari jauh, semoga Bapak dan Ibu selalu dalam keadaan sehat dan panjang umur. Suatu hari nanti aku akan memeluk kalian!


Rini, Karyawati

KIRIM KISAH ANDA DISINI !

MORE INFO
Rabu, 03 Agustus 2011 12:49 WIB
26 Maret 2011 15:45 WIB
08 Januari 2011 14:25 WIB
Senin, 15 November 2010 15:16 WIB
Jumat, 09 April 2010 17:00 WIB
26 Desember 2009 14:00 WIB
28 November 2009 11:00 WIB
21 November 2009 16:00 WIB
07 November 2009 14:00 WIB
Selasa, 03 November 2009 10:00 WIB
17 Oktober 2009 13:00 WIB
08 Agustus 2009 10:10 WIB
image image image image image