Selasa, 02 Februari 2010 16:00 WIB   |  0 Komentar
Imogen Heap,
Independen dan Jujur Bermusik
Penulis : Yulia Permata Sari

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Independen dan Jujur Bermusik

REUTERS/LUCY NICHOLSON

DI tengah gempuran industri musik yang semakin kompetitif seperti saat ini, penyanyi sekaligus pencipta lagu asal Inggris, Imogen Heap, tetap bertahan dengan gayanya yang unik dan original sekaligus memenangkan Grammy Awards ke-52 di Los Angeles.

Grammy Awards ini diperoleh berkat kerja kerasnya dalam album Ellipse yang terpilih sebagai Best Engineered Album, Non-Classical pada malam itu.

Penghargaan tersebut merupakan pencapaian luar biasa sekaligus buah kerja kerasnya selama ini. Sebelumnya, musisi bernama lengkap Imogen Jennifer Jane Heap itu mengawali karier solonya lewat album iMegaphone (1997). Kualitas musik yang dibawakan penyanyi bersuara lirih dan jazzy itu sempat dibanding-bandingkan dengan sejumlah musisi senior seperti PJ Harvey, Kate Bush, dan Annie Lennox.

Debut Heap di industri musik ketika itu cukup sukses. Promosi untuk albumnya merambah ke Eropa dan Amerika. Album iMegaphone pun menjadi semakin populer lewat promosi dari mulut ke mulut.

Akan tetapi, kesuksesan dini yang diraih Heap secara cepat berganti menjadi rangkaian persoalan. Almo Sounds, perusahaan rekaman tempatnya bernaung, memotong dana untuk promosi dan memberikannya tenggat waktu untuk segera menyerahkan materi album kedua.

Setelah memberikan lagu-lagu untuk album berikutnya, Heap lagi-lagi mendapatkan pukulan karena perusahaan rekaman menyatakan album tersebut kekurangan hits potensial. Karier bermusik musisi yang ahli bermain piano, cello, dan klarinet ini pun sempat terkatung-katung selama lebih dari satu tahun.

Trauma
Pada 2002, Heap berkolaborasi dengan seorang rekannya, Guy Sigsworth, dalam proyek Frou Frou yang menelurkan sejumlah hits seperti Maddening Shroud, Breath In, It's Good To Be In Love, dan Must Be Dreaming. Album pertama sekaligus terakhir duo tersebut, Details, menerima kritik positif tetapi tidak memperoleh kesuksesan secara komersial.

Perusahaan rekamannya, Island Records, tidak berminat memproduksi album kedua Frou Frou. Namun, mereka menawarkan kesempatan bagi Heap untuk mengerjakan proyek solonya, yang langsung ditolak mentah-mentah oleh perempuan berusia 32 tahun itu.

''Ketika Anda membawa sehelai kemeja ke dry cleaners dan mereka membakarnya, apakah Anda akan berkata, 'Terima kasih banyak. Aku akan membawa pakaian lainnya besok'? Tidak akan. Jadi, aku menolak tawaran itu,'' ujarnya.

Pada Desember 2003, Heap mengumumkan rencana pembuatan album solo keduanya. Ia sampai rela menggadaikan kembali flat tempat tinggalnya untuk mendanai biaya produksi, termasuk menyewa sebuah studio di Atomic Studios, London. Selain itu, pelantun tembang Goodnight and Go ini juga membeli sejumlah instrumen musik sebagai hadiah ulang tahunnya sendiri.

Album Speak for Yourself akhirnya dirilis di Inggis pada 2005. Merasa trauma atas pengalaman buruknya dengan record label selama ini, Heap memutuskan mendirikan perusahaan rekamannya sendiri yang diberi nama Megaphonic Records.

Ellipse
Album solo ketiga milik Heap, Ellipse, dibuka dengan track pertama berjudul First Train Home yang sangat catchy dengan beat unik. Setelah itu, masih ada sejumlah tembang lain seperti Earth yang bernuansa etnik, Wait It Out yang bernuansa dark, serta Swoon dengan beat yang lebih menghentak.

Album bergenre electronica, pop alternative, dan ambienty itu diproduksi dan diaransemen sendiri oleh Heap. Album tersebut akhirnya diganjar dengan piala Grammy sebagai Best Engineered Album, Non-Classical pada perhelatan kemarin.

Uniknya, keterlibatan para penggemarnya dalam proses pembuatan album ini terbilang cukup besar. Melalui Twitter, Heap memastikan para followers mengetahui setiap perkembangan pembuatan albumnya. Ia juga tidak ragu meminta masukan, saran, serta meminta para penggemarnya berpartisipasi dalam pembuatan artwork untuk albumnya itu.

Jika Anda termasuk salah satu penggemar Imogen Heap, jangan lewatkan konsernya di Jakarta pada 31 Maret 2010 nanti! (OL-08)

 

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
MORE INFO
Rabu, 01 Februari 2012 12:15 WIB
Senin, 30 Januari 2012 10:10 WIB
Rabu, 25 Januari 2012 10:00 WIB
Jumat, 20 Januari 2012 13:00 WIB
Selasa, 17 Januari 2012 14:38 WIB
Jumat, 13 Januari 2012 15:15 WIB
Selasa, 10 Januari 2012 09:30 WIB
07 Januari 2012 12:30 WIB
Selasa, 03 Januari 2012 13:00 WIB
Selasa, 27 Desember 2011 15:00 WIB
Selasa, 20 Desember 2011 09:00 WIB
Jumat, 16 Desember 2011 09:00 WIB
image image image image image