Selasa, 09 Februari 2010 15:30 WIB   |  1 Komentar
Kathryn Bigelow,
Sutradara Handal Kalahkan Mantan Suami
Penulis : Yulia Permata Sari

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Sutradara Handal Kalahkan Mantan Suami

REUTERS/DANNY MOLOSHOK

LEWAT film terbarunya, The Hurt Locker (2009), Kathryn Ann Bigelow berhasil mengukuhkan diri sebagai sutradara perempuan pertama yang memenangkan penghargaan Directors Guild of America untuk Outstanding Directorial Achievement in Motion Picture pada 2009, mengalahkan film Avatar karya James Cameron yang tak lain adalah mantan suaminya.

The Hurt Locker adalah film yang berlatar belakang perang Irak di Baghdad, yang berisi drama menegangkan tentang pasukan tempur yang dikomandoi seorang pemimpin congkak (diperankan oleh aktor pendatang baru Jeremy Renner). Film ini pertama kali diputar di Venice Film Festival pada September 2008, dan dirilis di AS pada Juni 2009 hingga berhasil mendapatkan pengakuan internasional.

Lewat film itu, pembuat film asal Amerika Serikat ini juga dinominasikan untuk ajang Golden Globe pada 2009 dan Academy Award pada 2010 untuk kategori Best Director, bersaing dengan James Cameron yang juga dinominasikan untuk kategori yang sama lewat film sensasional Avatar.

Fakta tersebut sekaligus membuat Bigelow menjadi sutradara perempuan keempat dalam sejarah yang menerima nominasi Academy Award untuk kategori tersebut, setelah Lina Wertmuller untuk Seven Beauties (1976), Jane Campion untuk The Piano (1993), dan Sofia Coppola untuk Lost in Translation (2003). Bukan tidak mungkin Bigelow menjadi sutradara perempuan pertama yang akan membawa pulang piala Oscar.

Isu gender
Karya pertama Bigelow adalah The Set-Up (1978), sebuah dekostruksi kekerasan dalam film pendek berdurasi 20 menit. Sedangkan film panjang pertamanya adalah The Loveless (1982), sebuah film tentang biker yang dibesutnya bersama Monty Montgomery. Selain itu, perempuan yang pernah bekerja dengan aktris Uma Thurman dalam sebuah iklan ban ini juga memproduksi Near Dark (1987), Blue Steel (1990), dan Point Break (1991) yang dibintangi Keanu Reeves.

Perempuan yang sempat belajar melukis di California Institute of the Arts ini memang mengkhususkan diri menggarap film-film bergenre science fiction, action, dan horror yang selama ini dinominasi sutradara lelaki. Sepanjang kariernya, isu gender tetap saja dihubung-hubungkan dengan kualitasnya sebagai sutradara di berbagai genre film tersebut.

Banyak pihak rupanya belum bisa menerima gagasan bahwa seorang sutradara perempuan juga mampu membuat film-film yang memacu adrenalin, sama bagusnya seperti karya Ridley Scott. Akan tetapi, perempuan satu ini memang keras kepala dan membuktikan dirinya bisa setangguh laki-laki.

''Jika ada perlawanan khusus untuk perempuan yang membuat film, aku memilih mengabaikan hal itu sebagai sebuah hambatan karena dua alasan: aku tidak bisa mengubah jenis kelaminku, dan aku menolak berhenti membuat film. Siapa atau apa yang membesut film adalah fakta yang tidak relevan. Yang penting adalah apakah kau langsung menanggapi hal tersebut atau tidak. Seharusnya ada lebih banyak sutradara perempuan. Kurasa hanya tidak ada kesadaran bahwa hal tersebut benar-benar mungkin terjadi,'' komentarnya. (OL-08)

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
10-02-2010 09:11:39 WIB
Oleh: desmi latifah
karya buat indonesia

patut d contoh tu_ buat kartini2 muda indonesia ciptakan karya2 yg berkualitas n yg penting hasil karya sendiri jgn ngebajak!!!




MORE INFO
Rabu, 01 Februari 2012 12:15 WIB
Senin, 30 Januari 2012 10:10 WIB
Rabu, 25 Januari 2012 10:00 WIB
Jumat, 20 Januari 2012 13:00 WIB
Selasa, 17 Januari 2012 14:38 WIB
Jumat, 13 Januari 2012 15:15 WIB
Selasa, 10 Januari 2012 09:30 WIB
07 Januari 2012 12:30 WIB
Selasa, 03 Januari 2012 13:00 WIB
Selasa, 27 Desember 2011 15:00 WIB
Selasa, 20 Desember 2011 09:00 WIB
Jumat, 16 Desember 2011 09:00 WIB
image image image image image