Delapan Prioritas Keuangan Keluarga
DALAM kehidupan sehari-hari, Anda mungkin dibuat bingung dengan berbagai kebutuhan finansial seperti membayar tagihan, melunasi utang, membayar asuransi, sampai menyisihkan dana untuk tabungan. Lantas, kebutuhan mana yang harus diprioritaskan?
Simak penjelasan kolumnis keuangan Liz Pulliam Weston dari MSN Money berikut ini, untuk membantu Anda mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik:
1. Membayar tagihan
Kemampuan Anda dalam mengelola berbagai prioritas keuangan lainnya akan sangat meningkat ketika Anda mampu menangani pengeluaran dasar rumah tangga. Menurut pakar keuangan Elizabeth Warren, Anda disarankan membatasi pengeluaran ''wajib'' hingga 50 persen dari pendapatan total dikurangi pajak.
Ada pun pengeluaran wajib itu, menurutnya, termasuk tempat tinggal, utilitas, transportasi, makanan, asuransi, perawatan anak dan pembayaran minimun pinjaman. Sementara itu, 30 persen pendapatan dapat dialokasikan untuk memenuhi ''keinginan,'' seperti baju baru, hiburan, dan liburan. Sedangkan sisanya sebanyak 20 persen untuk tabungan dan pelunasan utang.
Jika pengeluaran wajib Anda membengkak dari jatah 50 persen pendapatan setelah pajak, Anda dapat mengendalikannya dengan memotong pengeluaran untuk makan dan utilitas. Jika tidak, Anda harus membuat penyesuaian lebih jauh dengan menemukan tempat tinggal yang lebih murah atau menyingkirkan mobil mewah dari garasi.
Yang tidak disarankan adalah memangkas nilai pertanggungan asuransi Anda, yang merupakan perlindungan bagi Anda jika tertimpa bencana, kecelakaan, atau sakit.
2. Menabung
Menyisihkan beberapa rupiah untuk ditabung di rekening tabungan bank dapat menghindarkan Anda dari risiko keterlambatan pembayaran tagihan. Memiliki simpanan setidaknya Rp5 juta di dalam tabungan, memungkinkan Anda membayar untuk keadaan darurat kecil tanpa harus membebankannya ke kartu kredit.
3. Tabungan pensiun
Seberapa banyak uang yang harus Anda tabung untuk dana pensiun? Liz Pulliam Weston dari MSN Money menyarankan Anda menyisihkan 10 persen untuk simpanan dasar, 15 persen untuk kenyamanan, atau 20 persen untuk pelarian.
Jika Anda mulai menabung dana pensiun di awal usia 30-an, menyisihkan 10 persen dari pendapatan semestinya mampu menutup keperluan dasar di masa pensiun. Sedangkan menyisihkan 15 persen dari pendapatan akan memberikan Anda kehidupan yang lebih nyaman. Jika Anda menyisihkan 20 persen pendapatan, Anda semestinya bisa menikmati pensiun dini atau kemewahan seperti perjalanan ekstensif.
4. Lunasi utang
Sudah waktunya mengatasi tagihan kartu kredit dan utang berbahaya lain. Cara terbaik untuk melakukannya adalah membayar utang dengan bunga tertinggi sebagai prioritas utama, sambil membayar pembayaran minimum utang lainnya.
Tapi, Anda juga bisa melunasi utang terkecil lebih dulu, untuk memberikan dorongan psikologis dalam melunasi utang-utang lainnya.
5. Dana darurat
Tabungan bisa ludes dengan cepat jika Anda sewaktu-waktu kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, pastikan menyisihkan dana sebesar minimal enam kali pendapatan perbulan atau pengeluaran wajib, sebagai tindakan antisipatif.
6. Asuransi cacat jangka panjang
Daya produktif seseorang merupakan aset terbesarnya. Sementara itu, peluang seseorang untuk cacat akibat kecelakaan atau cedera ketika bekerja lebih tinggi dibandingkan risiko kematian pada periode yang sama.
Cara termudah untuk mendapatkan jaminan perlindungan adalah melalui perusahaan tempat Anda bekerja. Jika perusahaan tidak menawarkan perlindungan tersebut, cari asuransi yang memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan dan cacat.
7. Menabung untuk kuliah
Jika Anda telah memiliki tabungan dana pensiun, melunasi utang-utang, dan memiliki simpanan dana darurat, kini tiba saatnya memikirkan masa depan buah hati Anda. Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan membuka tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan, yang dapat ditarik secara otomatis dari rekening tabungan Anda setiap bulannya.
8. Pengalaman spektakuler
Begitu Anda berhasil mengelola setiap prioritas keuangan di atas, sudah waktunya menyisihkan uang untuk sesuatu yang menyenangkan seperti perjalanan istimewa, reuni keluarga, atau cuti panjang. (LI/OL-06)