Jumat, 23 Juli 2010 15:50 WIB   |  0 Komentar
Barbara Kingsolver
"Fiksi adalah Tarian Antara Kebenaran dan Penemuan"
Penulis : Yulia Permata Sari

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Fiksi adalah Tarian Antara Kebenaran dan Penemuan

washingtonpost.com

PENULIS Amerika Serikat Barbara Kingsolver, siap menelurkan novel terbaru setelah menyabet penghargaan bergengsi Orange Prize. Penghargaan untuk kategori novel terbaik yang ditulis perempuan dalam bahasa Inggris tersebut, berhasil diraih penulis itu berkat bukunya berjudul 'The Lacuna.'

Dilahirkan di Maryland, Amerika Serikat, pada 8 April 1955, Kingsolver adalah seorang novelis, esais, dan penyair dengan karya-karya yang telah diakui. Karyanya yang terkenal termasuk 'The Poisonwood Bible,' yang berkisah tentang sebuah keluarga misionaris di Kongo, serta 'Animal, Vegetable, Miracle,' sebuah karya nonfiksi tentang upaya keluarganya untuk menyantap makanan lokal.

''Aku lebih terkejut daripada siapa pun atas kemenangan ini. Aku tidak pernah menduga akan berhasil,'' komentar perempuan berusia 55 tahun ini soal kemenangannya.

Tidak percaya diri
Kingsolver nyaris saja melemparkan novel pertama yang ditulisnya ke keranjang sampah, sekitar 20 tahun silam. Tapi, dia lantas iseng mengirimkan naskah tersebut ke agen dan takjub ketika 'The Bean Trees' lantas diterbitkan.

Ketika itu, tidak ada seorang pun yang tahu dirinya sedang menggarap sebuah novel. Dia menulis bukunya setiap malam saat sedang mengandung putri pertamanya.

Sejak saat itu, ibu dua anak ini tidak berhenti menulis. Hingga sekarang, dia telah menulis 13 buku, termasuk enam buah novel, puisi, cerita pendek, nonfiksi, dan esai. Kingsolver juga diakui sebagai salah satu penulis paling penting di abad ke-20 oleh Writers Digest, serta menjadi finalis penghargaan prestisius Pulitzer Prize.

Akan tetapi, dia mengaku tidak pernah berhasrat menjadi orang terkenal. Orange Prize merupakan penghargaan pertama yang berhasil dimenangkan Kingsolver atas bukunya yang berjudul 'The Lacuna.'

'The Lacuna' berkisah tentang seorang lelaki bernama Harrison Shepherd yang terbelah antara Meksiko dan Amerika Serikat, dan terperangkap dalam dunia seni dan politik. Kehidupan Sheperd kemudian terjalin dengan kehidupan muralis terkenal Diego Rivera serta istrinya, Frida Kahlo, serta pemimpin Bolshevik yang diasingkan, Leon Trotsky.

''Menulis fiksi adalah tarian antara kebenaran dan penemuan,'' cetus Kingsolver.

Meski pun bukunya dikatakan bermuatan politis, dia menyatakan hanya ingin mengajukan pertanyaan, untuk melibatkan pembaca dan memupuk empati. Sejak menggondol Orange Prize, Nielsen Bookscan menemukan penjualan 'The Lacuna' menunjukkan peningkatan lebih dari 250 persen. Selain itu, penerbit Inggris Faber and Faber juga mencetak ulang backlist-nya.

Perempuan yang tinggal di sebuah rumah pertanian di pegunungan Appalachian, barat daya Virginia ini, mengatakan kata-kata selalu berjalan-jalan di benaknya.

''Inspirasiku datang dari kehidupan di dunia dan melihat hal-hal yang membuatku mengertakkan gigi karena jengkel, atau bernyanyi gembira,'' katanya.

Sebagai pecinta lingkungan hidup, salah satu subjek yang membuatnya gusar adalah tumpahan minyak terbutuk dalam sejarah AS di Teluk Meksiko. Meski pun demikian, dia masih menuliskan pengalaman yang sangat pribadi, dan berniat menuliskan topik yang disukainya daripada menulis tentang hal-hal populer yang diminati pasar. (LI/OL-06)

BERITA TERKAIT
KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
MORE INFO
Rabu, 01 Februari 2012 12:15 WIB
Senin, 30 Januari 2012 10:10 WIB
Rabu, 25 Januari 2012 10:00 WIB
Jumat, 20 Januari 2012 13:00 WIB
Selasa, 17 Januari 2012 14:38 WIB
Jumat, 13 Januari 2012 15:15 WIB
Selasa, 10 Januari 2012 09:30 WIB
07 Januari 2012 12:30 WIB
Selasa, 03 Januari 2012 13:00 WIB
Selasa, 27 Desember 2011 15:00 WIB
Selasa, 20 Desember 2011 09:00 WIB
Jumat, 16 Desember 2011 09:00 WIB
image image image image image