Kamis, 02 September 2010 13:01 WIB   |  0 Komentar
Bijak Mengelola Dana THR
Penulis : Yulia Permata Sari

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Bijak Mengelola Dana THR

virtual-office-assistant.in

DUA pekan menjelang lebaran, perusahaan umumnya memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada para karyawannya. Tapi, jangankan untuk menyisihkannya ke dalam tabungan, tidak sedikit orang merasa uang ekstra tersebut seolah menguap hilang begitu saja.

Selama puasa dan menjelang lebaran, kebutuhan biasanya memang membengkak dibandingkan hari-hari biasa. Berbagai keperluan seperti bahan makanan, biaya mudik, membeli baju baru, biaya mengecat rumah dan lain sebagainya bisa menghisap habis dana THR yang baru diterima.

Jika kurang pandai mengelola, bukannya tabungan, bisa-bisa justru utang yang Anda dapatkan sehabis lebaran. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengubah gaya hidup dan mengurangi kebiasaan konsumtif. Dengan demikian, dana THR yang didapat bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan tidak habis sia-sia.

Nah, berikut ini adalah sejumlah cara bijak untuk mengelola dana THR Anda:

Daftar kewajiban
Sebelum menerima THR, susun daftar kewajiban apa saja yang harus Anda penuhi mulai dari membayar utang, membayar asuransi, membayar hipotek, sampai THR untuk pekerja di rumah (pembantu, supir, baby sitter, tukang kebun, tukang cuci).

Buat skala prioritas untuk menentukan kebutuhan mana yang harus didahulukan. Jika Anda berniat mudik lebaran ke kampung halaman, masukkan biaya mudik ke dalam daftar tersebut. Jangan lupa mencantumkan pula pengeluaran untuk zakat.

Buat kesepakatan
Istilah lain untuk menyebut THR adalah gaji ke-13. Jadi, sudah sepatutnya untuk mengelola THR sebagaimana Anda mengelola gaji bulanan biasa. Apabila Anda dan suami sama-sama bekerja, buat kesepakatan dana THR siapa yang digunakan untuk berbelanja kebutuhan hari raya, sedangkan dana THR lainnya digunakan untuk tabungan atau investasi.

Seyogianya, maksimal 30 persen dana THR digunakan untuk membayar utang jika ada, minimal 10 persen untuk investasi atau tabungan, dan sisanya barulah digunakan untuk berbelanja.

Sikap sederhana
Di hari raya setiap keluarga biasanya menyajikan berbagai macam hidangan spesial lebaran seperti ketupat, rendang, opor ayam, sate, dan berbagai macam kue kering dan cake. Tapi, tidak perlu berlebihan menyajikan hidangan-hidangan tersebut. Yang penting cukup dan mampu menemani acara silaturahmi para kenalan dan kerabat.

Selain itu, lebaran tidak mesti identik dengan baju baru. Busana lama yang masih layak dan pantas juga cukup untuk dikenakan di hari kemenangan.

Intinya, jangan berfoya-foya. Jangan sampai sehabis lebaran Anda kehabisan uang dan terpaksa berutang sampai waktu gajian bulan berikutnya. (LI/OL-06)

BERITA TERKAIT
KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
MORE INFO
Selasa, 07 Februari 2012 15:15 WIB
Senin, 06 Februari 2012 15:25 WIB
Selasa, 31 Januari 2012 16:46 WIB
Senin, 30 Januari 2012 13:00 WIB
Senin, 23 Januari 2012 10:10 WIB
Kamis, 19 Januari 2012 12:30 WIB
Kamis, 12 Januari 2012 12:30 WIB
Senin, 09 Januari 2012 09:00 WIB
Kamis, 05 Januari 2012 10:10 WIB
Senin, 02 Januari 2012 16:10 WIB
Selasa, 27 Desember 2011 12:30 WIB
Senin, 26 Desember 2011 12:30 WIB
image image image image image