Jumat, 16 Desember 2011 09:00 WIB
Ellen Johnson Sirleaf Wanita Besi Liberia
Penulis : Annisa Indri Lestari

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Ellen Johnson Sirleaf Wanita Besi Liberia

REUTERS/Cornelius Poppe

ELLEN johnson Sirleaf menjadi wanita pertama yang terpilih memimpin negara Liberia dalam sejarah Afrika modern.Ia dianggap sebagai pembaharu dan pembawa perdamaian ketika mulai menjabat sebagai presiden Liberia di tahun 2006.Beberapa tahun sebelumnya ia sempat dalam pengasingan dan pernah bekerja sebagai ekonom World Bank.

Pada Oktober 2011, Ellen bersama dengan aktivis perdamaian perempuan Leymah Gbowee dan Tawakul Karman Yaman dianugerahi Nobel Peace Prize. Keputusan komite Nobel menggarisbawahi kesenjangan antara persepsi lokal dan tampilan luar negeri. Mereka sukses mengamankan pengampunan miliaran dolar utang Liberia. Lalu mengubah citra brutal Liberia di mata internasional.

Menurut New York Times, Ellen dianugerahi Nobel Peace Prize pada akhir kampanye pemilihan ulang presiden Liberia. Pada November 2011, setelah pemungutan suara limpasan, pejabat pemilu mengumumkan Ellen Johnson Sirleaf terpilih kembali oleh margin besar. Ia memenangkan 90,8% suara dalam pemilihan tingkat partisipasi rendah mengalahkan Winston Tubman mantan diplomat PBB yang menarik diri saat pemilihan karena diklaim menipu.

Aktif di dunia politik
Ketika perwira Angkatan Darat Muda bernama Samuel K Doe merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 1980 terjadi kekacauan di Liberia. Ellen Johnson Sirleaf pun ditangkap dan terancam hukuman mati. Saat itu ia membela diri dan mengejek prajurit itu,"Anda tidak bisa melakukan ini. Pikirkan ibumu".

Selama masa pemerintahan Doe, Ellen aktif berpolitik. Ia pernah menjabat sebagai VP Citibank di Kenya. Selain itu Ellen kerap bersuara kalau rezim pemerintahan Jenderal Doe korup dan brutal.Akibatnya ia dipenjara tahun 1985 dan 1986. Lalu melarikan diri ke Amerika Serikat.

Pada tahun 1997, Ellen gagal mencalonkan diri sebagai presiden. Ia kalah melawan Charles Taylor yang kini diadili atas kejahatan kemanusiaan di Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag. Taylor pun pergi ke pengasingan tahun 2003 dan meninggalkan Liberia yang hancur seluruh infrastruktur bangsa karena perang.

Lalu di tahun 2005, perempuan yang dijuluki wanita besi Liberia ini mengalahkan bintang sepakbola populer George Weah untuk menjadi presiden. Kala itu ia mengambil alih sebuah negara berpenduduk 3,5 juta orang dan masih harus berjuang dari perang sipil satu dekade lalu yang menewaskan lebih dari 200.000 jiwa. Liberia menjadi salah satu negara termiskin dengan tingkat pengangguran 85%. Dimana angka 60% dari jumlah tersebut berada pada usia kurang dari 25 tahun. (*/OL-06)

BERITA TERKAIT
image image image image image