Selasa, 03 Januari 2012 13:00 WIB
Adele, Komoditas para Eksekutif Musik
Penulis : Annisa Indri Lestari

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Adele_Komoditas_para_Eksekutif_Musik

blastro.com

SUARA khas Adele Laurie Blue Adkins menembus industri musik dunia pada usia yang relatif muda. Ia yang lahir pada 5 Mei 1988 di Enfield, London Utara datang dari keluarga non-musik. Namun ibunya mendirikan sebuah panggung pertunjukan untuknya di rumah mereka sendiri.

Seperti banyak remaja yang demam Spice Girls di era tahun 90-an, Adele suka meniru penampilan girl band tersebut. Suatu hari, teman ayahnya yang kebetulan menjadi produsen tarian memuji warna suaranya. Ketika itu juga semangat Adele untuk bernyanyi semakin tinggi.

Kehidupan sekolah menengahnya tidak terlalu mendukung karir bernyanyi. Hanya ketika masuk BRIT School ia mendapatkan banyak pembelajaran tentang musik. Sekolah itu juga meluluskan nama-nama musisi terkenal seperti Amy Winehouse, Kate Nash dan Leona Lewis.

Untuk meningkatkan karir bernyanyi, Adele membuka akun MySpace untuk menampilkan demo lagu-lagunya. Memasuki tahun 2004, ia menjadi seorang penyanyi populer online. Dua tahun kemudian begitu lulus dari BRIT School Adele mendapatkan kesempatan lebih luas untuk menampilkan bakatnya untuk mengikuti tur yang berafiliasi dengan Jamie T, Jack Penate, dan Davendra Banhart.

Label
Melalui indie label Pacemaker Records, ia merilis album yang disebut "Hometown Glory" yang hanya tersedia pada format vinil 7 inci.

Seiring berjalannya waktu Adele menjadi komoditas bagi para eksekutif musik. Adele pun menandatangani kontrak dengan XL Recordings. Lalu merilis album debutnya, "19" di Inggris pada Januari 2008. Albumnya kemudian siap dipasarkan ke AS dengan tanggal rilis yang ditetapkan pada tanggal 10 Juni 2008.

Pada tahun 2009, Adele dinominasikan untuk empat Grammy dan memenangkan Best New Artist dan Best Female Pop Vocal Performance. Dua tahun kemudian album keduanya "21" dirilis pada 19 Januari 2011 di Inggris.(*/OL-06)

BERITA TERKAIT
image image image image image