Selasa, 16 Maret 2010 13:00 WIB
Kenali Seni Asmat di TMII
Penulis : Adinda Putri

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Kenali Seni Asmat di TMII

ANTARA/Rosa Panggabean

SETELAHIbu Tien Soeharto mengunjungi Anjungan Irian Jaya pada pameran produksi Indonesia I tahun 1985 di Taman Mini Indonesia Indah, beliau langsung mengagas harus adanya tempat yang memamerkan hasil kerajinan dan karya seni Asmat.

Pameran tersebut rupanya tidak bisa ditampung di anjungan Irian Jaya, tetapi harus disediakan tempat khusus yang memadai. Atas dasar itulah Museum Asmat mulai dibangun di areal taman Bunga Keong Mas seluas 6.500 meter persegi.

Museum berbentuk bangunan tradisional Irian Jaya yaitu Kariwari. Tiga bangunan yang menjulang dengan ketinggian 25 meter, atap berbentuk kerucut dan diberi ragam hias Asmat, menandai bahwa bangunan itu bersifat nasional yang mewakili masyarakat Irian jaya. Dalam bangunan Kariwari ini juga diberikan sentuhan Asmat misalnya dengan menambahkan ornamen-ornamen tradisional Asmat pada bagian luar Kariwari.

Ketiga bangunan utama digunakan untuk ruang pameran tetap koleksi museum, sedangkan dua bangunan penghubung sebagian dimanfaatkan untuk ruang pameran tetap dan sebagian lagi untuk ruang administrasi, serta ruang pimpinan museum.

Koleksi Museum
Untuk memudahkan pengunjung memahami kehidupan suku Asmat secara keseluruhan, tata pameran disusun berdasar tema.

Tema pameran bangunan pertama berupa Manusia dan Lingkungannya, memamerkan bermacam pakaian adat dan perhiasan, diorama mata pencaharian hidup (menokok sagu), perahu arwah kendaraan roh nenek moyang (wuramon), patung nenek moyang (mbis pole), dan berbagai hiasan perlambang yang menceritakan gejala kehidupan.

Pameran pada bangunan kedua bertema Manusia dan Kebudayaannya, memamerkan peralatan untuk membuat sagu, peralatan berburu, senjata, benda budaya dan upacara, perkusi (tifa), alat musik tiup dari bambu (fu), dan kapak batu (si).

Tema pameran pada bangunan ketiga adalah Manusia dan Hasil Kreatifitasnya, memamerkan seni kontemporer yang merupakan hasil pengembangan pola-pola rancangan seni tradisional. Benda-benda yang dipamerkan berupa hasil seni modern orang Asmat yang mengacu pada permintaan pasar tetapi masih berpijak pada pola rancangan tradisional.(*/OL-08)

Jam Buka Museum
Senin – Minggu, pukul 09.00-16.00 WIB

Harga Tiket Masuk
Diatas 3 tahun: Rp 5.000,-
Rombongan pelajar : Rp 3.750,- per orang 
MORE INFO
Kamis, 09 Februari 2012 08:35 WIB
Rabu, 08 Februari 2012 16:05 WIB
Rabu, 08 Februari 2012 11:45 WIB
Rabu, 08 Februari 2012 08:45 WIB
Senin, 06 Februari 2012 16:05 WIB
Senin, 06 Februari 2012 08:45 WIB
Minggu, 05 Februari 2012 15:15 WIB
Minggu, 05 Februari 2012 12:35 WIB
Minggu, 05 Februari 2012 09:15 WIB
04 Februari 2012 15:35 WIB
04 Februari 2012 09:15 WIB
Jumat, 03 Februari 2012 16:05 WIB
image image image image image