Selasa, 31 Agustus 2010 15:25 WIB
Biaya Tinggi, Turis Singapura Enggan ke Maluku
Penulis :

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Biaya Tinggi Turis Singapura Enggan ke Maluku

Potensi Wisata Maluku Utara -- ANTARA/JAFKHAIRI

BIAYA tinggi menyebabkan turis asal Singapura enggan ke Maluku. Hal ini diungkapkan Ketua Asosiasi Perjalanan dan Wisata (ASITA) Maluku Tony Tomasoa di Ambon, Senin (30/8).

"Wisatawan yang paling sering datang ke sini hanya Australia, Jepang, Korea serta negara-negara Eropa Timur, seperti Belanda dan Jerman," katanya.

Tony mengungkapkan, selama ini Singapura merupakan pasar utama yang mampu menyumbang lebih dari satu juta wisatawan per tahun dari tujuh juta orang yang ditargetkan pemerintah pusat, namun yang berkunjung ke Maluku tidak ada sama sekali.

Berdasarkan hasil rapat ASITA di Jakarta, Juni lalu, diutarakan Tony, turis Singapura lebih banyak mengunjungi Batam dan Riau karena jaraknya dekat dan tarif hotelnya murah.

"Apabila Maluku ingin menjaring turis dari negeri jiran tersebut, maka pemerintah setempat haruslah membenahi fasilitas pariwisata di daerah ini termasuk menyediakan paket wisata dengan harga promosi yang murah," ujarnya

Tony merujuk negara Thailand yang mampu menyediakan paket liburan murah selama empat hari hanya dengan biaya 199 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp2 juta.

"Kita tidak bisa menyediakan layanan perjalanan seperti Thailand, karena ongkos tiket ke Ambon saja sudah mahal dan tidak adanya infrastruktur yang mendukung," katanya.

Menurut Tony, seorang pengunjung bisa dikategorikan sebagai turis apabila ia menggunakan fasilitas layanan perjalanan yang disediakan oleh biro perjalanan di daerah, termasuk pemandu wisata.

"Sebagian besar pengunjung yang datang ke Indonesia adalah investor dan tenaga kerja asing, jadi tidak bisa dikategorikan sebagai turis," katanya.

Ia menambahkan, saat ini presentase angka kunjungan wisatawan asing ke Indonesia menurun drastis sebanyak 75 persen hingga 80 persen dikarena terjadinya resesi ekonomi di Benua Eropa dan alasan keamanan.

"Kebanyakan pengunjung asing hanya membayar "visa on arrival" sebesar 25 dolar AS atau hanya Rp250.000 sesudah tiba di bandara," ujar Tony. (Ant/*/X-12)
MORE INFO
Selasa, 07 Februari 2012 12:45 WIB
Selasa, 07 Februari 2012 11:25 WIB
Selasa, 07 Februari 2012 08:45 WIB
Senin, 06 Februari 2012 11:45 WIB
Kamis, 02 Februari 2012 08:45 WIB
Rabu, 01 Februari 2012 12:05 WIB
Senin, 30 Januari 2012 13:05 WIB
Senin, 30 Januari 2012 12:00 WIB
28 Januari 2012 11:45 WIB
Kamis, 26 Januari 2012 11:15 WIB
Rabu, 25 Januari 2012 14:00 WIB
21 Januari 2012 11:45 WIB
image image image image image