Selasa, 31 Agustus 2010 16:35 WIB
Gabungan Wisata Kuno dan Modern Tokyo
Penulis :

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Gabungan Wisata Kuno dan Modern Tokyo

Meiji Jingu Tokyo -- en.wikipedia.org

SALAH satu hal yang paling menarik tentang Tokyo adalah cara menggabungkan nuansa kuno dan modern. Coba gunakan transportasi metro menuju Chiyoda Ward di pusat Tokyo, dimana Anda akan menemukan perpaduan apik keduanya.

Berada di Chiyoda Ward, Anda akan dikelilingi oleh jalinan kaca dan baja pencakar langit, sebuah paviliun dengan rumput yang tertata rapi dan dinding-dinding batu raksasa di Istana Kekaisaran. Nyaris tidak ada penjaga dan masuk ke taman sekitarnya yang terbuka untuk umum adalah gratis.

Itu adalah salah satu hal menarik tentang Tokyo, disamping ukurannya yang besar dan kemewahan teknologi tinggi. Sebenarnya banyak situs di kota ini yang sangat terjangkau bagi wisatawan dengan anggaran hemat. Hanya saja harus tahu situs yang tepat untuk dikunjungi.

Tempat penginapan yang baik untuk pelancong dengan anggaran hemat adalah Dormy Inn Hatchobori dengan biaya US$72 (sekitar Rp648 ribu) per malam. Meskipun kecil, ini merupakan hotel yang nyaman dan tenang. Pelancong juga dapat memilih hotel tradisional Ryokan atau yang lebih murah yaitu hotel kapsul.

Bila sudah menemukan tempat menginap, kegiatan selanjutnya adalah berkeliling Tokyo. Cara yang paling mudah, aman dan murah adalah menggunakan kereta bawah tanah. Tokyo memang terkenal sebagai salah satu kota dengan sistem kereta bawah tanah terbaik di dunia.

Untungnya, stasiun kereta ini memiliki tanda dalam bahasa Inggris. Ini akan memudahkan Anda bila tidak menguasai tulisan Jepang yang agak membingungkan. Saat sampai di stasiun, ambil sebuah peta dan mempelajarinya sebaik mungkin.

Jika Anda berencana untuk mengunjungi banyak situs dalam satu hari, pertaruhan terbaik adalah membeli tiket one-day metro line di terminal tiket dwibahasa di stasiun apapun. Harga tiket ini US$8,31 (sekitar Rp74 ribu). Alternatif lainnya untuk berkeliling kota adalah menggunakan taksi tetapi tarifnya cukup mahal.

Salah satu pemberhentian pertama bagi Anda yang beranggaran hemat adalah pasar ikan Tsukiji. Di sini, Anda dapat menghabiskan berjam-jam berkeliling koridor pasar atau mencoba beberapa sushi segar. Lebih baik mengunjungi tempat ini pagi-pagi sekali.

Selanjutnya, beralih ke nuansa kuno Tokyo, maka sepotong kisahnya tidak akan lengkap tanpa mengunjungi kuil Meiji Jingu. Kuil Shinto ini dibangun 90 tahun lalu di bawah Kaisar Meiji yang memimpin jalan dalam pembukaan Jepang ke seluruh dunia.

Taman, kolam teratai dan pekarangan kuil adalah tempat istirahat yang menyenangkan dari kebisingan Tokyo. Memasuki kuil ini, Anda tidak akan dikenakan biaya, tetapi untuk mengunjungi taman Iris dikenakan biaya US$5,85 (sekitar Rp52 ribu).

Atau Anda bisa mengunjungi kuil Asakusa. Saat di kuil ini, pastikan untuk memasukkan beberapa koin ke dalam kotak sumbangan dan mengetahui rincian nasib Anda.

Kuil Asakusa juga merupakan area belanja daerah yang baik untuk anggaran hemat. Di sekitar tempat ini, berjejer toko-toko kecil yang menawarkan banyak barang murah Jepang.

Melengkapi wisata Tokyo kuno, kunjungan dilanjutkan ke Istana Imperial di pusat kota. Hanya beberapa kebun istana yang terbuka untuk umum, tapi berkeliling di tempat ini akan cukup menyenangkan dimana Anda bisa mendapatkan gambaran keidupan Jepang feodal dari dinding-dinding batu tinggi dan parit-parit yang lebar.

Beralih dari wisata kuno, Anda bisa mengunjungi sisi modern Tokyo di Tokyo Tower. Sebuah tiket menuju observatorium utama seharga US$11,47 (sekitar Rp103 ribu) akan membawa Anda pada ketinggian 150 meter, yang menawarkan pemandangan Gunung Fuji pada hari yang cerah.

Bila ingin ke observatorium khusus dengan ketinggian 250 meter, Anda harus membayar US$7,02 (sekitar Rp63 ribu).

Oiya, jangan lupa untuk mengunjungi Shibuya karena daerah ini merupakan Tokyo klasik, dimana lampu neon, toko-toko elektronik dan pejalan kaki mendominasi pemandangan. Pastikan juga untuk mampir ke Shibuya Crossing yang sekilas mirip dengan Times Square di New York.

Terakhir, kawasan perbelanjaan Ginza patut dikunjungi, bahkan jika Anda tidak berencana untuk membeli sesuatu dari gemerlapnya department store high-end. Ini adalah tempat yang tepat untuk melihat mode penduduk Tokyo.

Untuk liburan dengan anggaran hemat, mengunjungi tempat-tempat ini cukup mewakili sisi kuno dan modern kota Tokyo. (AP/*/X-12)
MORE INFO
Kamis, 09 Februari 2012 08:35 WIB
Rabu, 08 Februari 2012 16:05 WIB
Rabu, 08 Februari 2012 11:45 WIB
Rabu, 08 Februari 2012 08:45 WIB
Senin, 06 Februari 2012 16:05 WIB
Senin, 06 Februari 2012 08:45 WIB
Minggu, 05 Februari 2012 15:15 WIB
Minggu, 05 Februari 2012 12:35 WIB
Minggu, 05 Februari 2012 09:15 WIB
04 Februari 2012 15:35 WIB
04 Februari 2012 09:15 WIB
Jumat, 03 Februari 2012 16:05 WIB
image image image image image