Ekonomi

Freeport Tunggu Persetujuan Izin Ekspor dari Kemendag

Jum'at, 21 April 2017 19:05 WIB Penulis: Tesa Oktiana Surbakti

ANTARA

PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah mengajukan izin ekspor ke Kementerian Perdagangan. Begitu memegang Surat Persetujuan Ekspor (SPE), maka perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu dapat segera mengirim konsentrat tembaga ke luar negeri.

"Sekarang izin tersebut dalam proses di Kementerian Perdagangan," ujar Juru Bicara PTFI Riza Pratama saat dikonfirmasi, Jumat (21/4).

Riza menambahkan bahwa SPE yang dikeluarkan nantinya mengacu pada surat rekomendasi ekspor yang diterbitkan Kementerian ESDM tertanggal 17 Februari 2017. Pemberian izin ekspor konsentrat untuk volume 1,1 juta wet metric ton (WMT) berlaku sejak 17 Februari 2016 hingga 16 Februari 2018.

Kendati demikian, Riza mengungkapkan izin ekspor hanya berlaku 6 bulan yang kemudian dilanjutkan evaluasi. Artinya terdapat perbedaan terhadap periode ekspor dari rekomendasi yang terdahulu. Namun Riza enggan menjelaskan latar belakang yang mendasari perbedaan itu.

"Izin ekspor 6 bulan, nanti di-review," imbuhnya.

Belum lama ini Kementerian ESDM dan PTFI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang memayungi proses perundingan selama enam bulan ke depan, termasuk terkait stabilitas investasi. Dalam MoU diketahui pemerintah menetapkan Bea Keluar (BK) kepada PTFI sebesar 5%.

Besaran itu berbeda dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2017 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar. Semestinya BK yang dikenakan sebesar 7,5% mengingat kemajuan pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan mineral (smelter) di Gresik belum mencapai 30%.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji menjelaskan pihaknya memberikan BK 5% dengan catatan terdapat evaluasi per 6 bulan dengan melihat komitmen pembangunan smelter.

"Kita melihat apa yang dilakukan PTFI selama ini. Pemberian BK 5% itu dalam MoU juga sudah diterangkan bahwa akan diiringi dengan evaluasi setiap enam bulan," ucap Teguh. (X-12)

Komentar