Ekonomi

Freeport Sudah Kantongi Izin Ekspor

Jum'at, 21 April 2017 21:05 WIB Penulis: Jessica Sihite

ANTARA/M Agung Rajasa

PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah mengantongi Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dari Kementerian Perdagangan. Dengan demikian, perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat (AS) tersebut sudah bisa mengekspor konsentrat tembaganya.

"(SPE) sudah terbit. PTFI telah mengajukan permohonan izin melalui Executive Vice President pada 20 april 2017 dan diterima kelengkapan dokumen secara online pada 21 april 2017," ucap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan kepada Media Indonesia, Jumat (21/4).

PTFI, sebut Oke, mengantongi izin ekspor konsentrat tembaga sebesar 1.113.105 wmt (wet metric ton). SPE berlaku selama satu tahun sejak rekomendasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diterbitkan, yaitu sampai dengan 16 Februari 2018.

Sebagai informasi, PTFI telah mendapatkan SPE untuk konsentrat tembaga sebanyak dua kali selama tahun lalu. SPE periode pertama tahun lalu dikeluarkan pada 9 Februari-8 Agustus 2016 dengan volume 1.033.758 ton. Setelah itu, SPE kembali dikeluarkan pada 9 Agustus 2016-11 Januari 2017 dengan volume 1.429.098 ton.

"Dari SPE itu, realisasi ekspor PTFI berdasarkan konsolidasi laporan surveyor selama 2016 sebesar 1.172.410,90 ton dengan negara tujuan ekspor Jepang, Korea selatan, China, India, dan Filipina," papar Oke.

Selain mendapat izin ekspor, PTFI memperoleh keistimewaan lain, yakni diturunkannya bea keluar (BK) menjadi 5%. Padahal, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 13/2017 mengatur BK yang dikenakan sebesar 7,5%.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai besaran BK tersebut diberikan kepada PTFI lantaran adanya rekomendasi dari Kementerian ESDM.

"Kita kasih semua sesuai rekomendasi," imbuh Enggar melalui pesan singkat. (X-12)

Komentar