Humaniora

Media Harus Kreatif Agar Bisa Bertahan

Kamis, 18 May 2017 17:48 WIB Penulis: Putri Rosmalia Oktaviyani

Jurnalis sekaligus peneliti Michelle Betz---ANTARA/Sigid Kurniawan

MEDIA diharuskan dapat terus mengembangkan kreativitas untuk dapat bertahan. Khususnya di tengah tekanan dan kesulitan ekonomi yang di alami berbagai negara dunia. Meski begitu, profesionalisme tetap harus ditempatkan dengan baik, khususnya dalam melakukan kerjasama iklan dengan perusahaan atau lembaga.

Michelle Betz, jurnalis senior asal AS yang saat ini berperan sebagai konsultan bidang media PBB mengatakan, "Saat ini tidak jarang media bangkrut akibat ketidakmampuan untuk mengembangkan kreativitas. Mereka juga kerap tidak dapat secara maksimal dan tepat membagi peran dan penempatan antara tugas jurnalistik dan penempatan iklan."

Michelle mengatakan, dilema akan besarnya peran iklan pada sebuah media memang tidak dapat disanggah terus terjadi. Tidak hanya di Indonesia tetapi hampir di seluruh negara di dunia.

"Kenyataan itu tidak bisa dihindari mengingat kondisi dan tantangan ekonomi juga terus terjadi di dunia. Di Amerika juga mengalami hal yang sama," ujar Michelle, saat ditemui dalam acara World Press Freedom Day (WPFD), di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (4/5).

Michelle menambahkan, kondisi tersebut kerap menjadi tekanan tersendiri bagi jurnalis dalam menjalankan tugas. Namun, hal tersebut menurutnya tetap harus dilakukan dengan professional. Sementara di ruang redaksi, pemilihan tipe dan penempatan tulisan iklan juga harus dilakukan dengan tepat.

"Yang terpenting adalah bagaimana menempatkannya. Tidak masalah kalau ditempatkan di features atau sejenis editorial, boleh saja. Tapi tidak boleh ditaruh di sembarang tempat seperti hard news," ujar Michelle

Meski begitu media harus tetap dapat menempatkan diri sebagai penyampai informasi yang berimbang di masyarakat. Kewajiban untuk menyertakan konfirmasi dalam setiap berita yang disampaikan tetap harus dilakukan. Salah satunya untuk tetap menjaga kepercayaan publik pada sistem kerja media dan jurnalis.

"Saya rasa seluruh pengelola media sudah harus dapat berpikir untuk lebih maju. Karena mau tidak mau semua hal di dunia terus berkembang. Di sana media dituntut untuk dapat bertahan, tetapi tetap menghasilkan," tandas Michelle. (OL-4)

Komentar