Travelista

Rahasia Karst di Keriuhan Karawang

Ahad, 21 May 2017 09:17 WIB Penulis: Cikwan Suwandi

Telaga Sungai Cisubah -- MI/Cikwan

MARI menikmati kawasan Karst Mari Kuta Tanding­an di Desa Mulyasejati dan Parungmulya Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Media Indonesia bergabung dengan Ekspedisi Panca 2017, yang punya misi mendata dan meneliti dengan bonusnya, panorama yang menakjubkan.

Kegiatan rutin setiap tahun ini digagas Tim Ekspedisi Panca dari Komunitas Petualang Bara Rimba. Mulai bergerak di pagi hari, bersama rombongan dengan anggota 10 orang, kami terlebih dulu menuntaskan kebutuhan perjalanan, mulai peralatan pribadi hingga alat pengaman. Ransel disusun dalam mobil angkot yang kami sewa untuk membawa rombongan. Sekitar 30 menit dari pusat kota lumbung padi Karawang, rombongan berbelok ke arah Kawasan Industri Surya Cipta.

Angkot yang kami gunakan terus melaju hingga ujung jalan aspal tidak terlihat lagi, menandai berakhirnya perjalanan kami di Kawasan Industri.

Kondisi jalanan rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, kami mulai bersiap berjalan kaki. Peralatan yang beratnya mencapai 80 kg diangkut dua motor trail milik warga, menuju base camp.

Debu tanah merah dan terik matahari menyengat menemani perjalanan kami menyusuri kawasan hutan produksi milik BKPH Perhutani. Selintas kami melihat sejumlah perkebunan pisang, jeruk nipis, jengkol yang ditanam petani penggarap.

Beberapa kali rombongan bertemu dan bertegur sapa dengan warga yang tengah membawa hasil perkebunan dengan motor yang telah dimodifikasi. Ban motor dipasangi rantai agar bisa mencengkeram jalan lumpur yang licin, sedangkan kampas rem cakram dibuat dari kayu asam.

Pantas saja mobil tidak sanggup meng­antar kami, jalanan bergelombang, berbukit serta berlubang, berlapiskan tanah merah berlumpur.

Akhirnya setelah 3 jam, kami tiba di base camp, rumah milik Pak Maman, warga Kuta Mariam di kawasan Kuta Tandingan.

Mendata gua
Kami beristirahat sejenak dan menyiapkan makan siang terlebih dahulu sebelum memulai pendataan awal. Setelah makan, tim dibagi dua, mi­sinya mendata gua-gua. Wilayah Kuta Tandingan sendiri sangat dihormati masyarakat Karawang, kaya cerita rakyat.

Kuta Tandingan memiliki 7 wilayah, yaitu Kuta Meriam, Kuta Barang, Kuta Gombong, Kuta Kulambu, Kuta Masigit, Kuta Pohacci, dan Kuta Jati. Semua wilayah tersebut sangat dihormati dan dikeramatkan masyarakat setempat sebagai runtutan cerita rakyat yang mempercayainya sebagai lokasi pertemuan sejumlah Raja Tatar Pasundan.

“Sedikitnya literatur yang ada tentang Kuta Tandingan menggugah Bara Rimba sebagai organisasi kepetualangan untuk mengeksplorasi,” jelas Arif Munawir, anggota tim ekspedisi.

Menurut Arif, bukit-bukit berhutan lebat di Kuta Tandingan menjadi satu-satunya serta yang terakhir dari hutan dataran rendah Karawang. Banyak masyarakat yang hidup di Kuta Tandingan tak menyadari, mereka tinggal di atas hamparan batu gamping.

“Tidak seperti Karst Pangkalan yang kami lakukan ekspedisi sebelumnya. Karst Pangkalan itu tersusun dari ba­tuan gamping Formasi Parigi yaitu batu gamping terumbu. Sementara, Karst Kuta Tandingan tersusun dari batuan gamping dari Formasi Jatiluhur yaitu batu gamping sisipan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Arif, kompleks gua di Karst Kuta Tandingan banyak dimanfaatkan warga untuk kegiatan spiritual sehingga membuatnya terjaga. Warga bertapa dan menaruh persembahan berupa kepala hewan yang dikurbankan seperti kepala kambing atau kerbau. (M-1)

Komentar