Pesona

Pembaruan Dua Jenama Hijab

Ahad, 4 June 2017 06:31 WIB Penulis: Siti Retno Wulandari

MI/Rommy Pujianto

Dian Pelangi dan Si.Se.Sa sama-sama melakukan pembaruan dalam koleksi mereka. Hasilnya ialah busana yang segar dan muda untuk perayaan Ramadan.

WARNA-WARNI menyala telah lekat pada jenama (brand) Dian Pelangi. Begitu pula dalam koleksi terbarunya yang ditampilkan di The Hermitage, Jakarta, Minggu (21/5).

Beberapa set busananya berupa padanan berwarna menyala, bermotif atraktif, dan menggunakan bahan mengilap. Contohnya ialah atasan bernuansa merah-biru yang dipadu celana bernuansa pink-kuning. Atasan dan celana ini berhiaskan motif bulatan yang mengingatkan pada kulit leopard. Padanan itu masih dilengkapi lagi dengan jas panjang berwarna tosca metalik.

Pada set busana lainnya, jas diganti dengan ikat pinggang yang sekilas mirip obi. Ikat pinggang ini juga hadir dengan motif bulatan. Hasilnya ialah tampilan yang atraktif, eksotis, sekaligus edgy.

Busana-busana menyala itu merupakan koleksi dari label Dian Pelangi Nom. Label ini memang diperuntukkan anak muda yang menyukai permainan motif yang berani. Selain Nom, tiga label yang diusung pada peragaan bertajuk Titik Temu itu adalah Dian Pelangi Prive yang merupakan koleksi adi busana, Dian Pelangi Krama yang berkarakter classy, dan Dian Pelangi Man untuk para pria. Jumlah label ini menyusut jika dibandingkan dengan tujuh label yang semula digarap jenama tersebut.

Penciutan label ini nyatanya merupakan langkah re-branding. "Dian Pelangi memutuskan untuk melakukan re-branding agar bisa lebih menggali unsur moderen tanpa meninggalkan ciri khas sebelumnya yang menitikberatkan penggunaan kain tradisional dan teknik pewarnaan tradisional," jelas Direktur Kreatif untuk keempat label itu, Dian Wahyu Utami atau lebih dikenal sebagai Dian Pelangi.

Lebih lanjut Dian menjelaskan jabatannya di keempat label itu juga merupakan bagian dari langkah re-branding. Selain itu, jenama Dian Pelangi yang didirikan dari perusahaan orangtuanya yang telah berusia 26 tahun sekarang ini dikelola dirinya dan kakak-kakaknya. Perempuan berusia 26 tahun itu mengaku optimistis pembaruan yang dilakukan akan membuat koleksi-koleksi busana mereka semakin diterima masyarakat.

Aplikasi ritsleting

Tidak hanya Dian Pelangi, pembaruan juga dilakukan Si.Se.Sa. Memang bukan lewat re-branding, melainkan lewat aplikasi-aplikasi busana yang menghasilkan koleksi yang segar.

Beberapa aplikasi yang ditampilkan dalam peragaan koleksi yang berlangsung Rabu (25/5) ialah permainan ritsleting dan kancing serut. Jika biasanya kancing serut tersebut berada ditempat yang tertutup, bisa terlihat apik saat ditempatkan pada beberapa bagian terbuka, seperti pergelangan tangan, bagian depan busana dengan letak vertikal, hingga mengambil letak diagonal pada bagian depan busana. Feminin, modern, dan kasual, bisa menjadi pilihan bergaya sehari-hari pada label Si.Se.Sa Blue Label.

Sementara itu, kebaruan lain ditampilkan label yang digawangi tiga kakak beradik ini melalui motif menara kudus melalui proses membatik. Memiliki darah Kudus membuat Siriz, Senaz, dan Sansa merasa wajib untuk memopulerkan ikon kota tersebut dalam karya busana mereka. "Sebelumnya pernah mengangkat motif ini dan laris sehingga sekarang kami kembangkan kembali baik dari segi pilihan warna, pembaruan motif, hingga cetak digitalnya," kata Sansa yang berperan sebagai direktur kreatif label itu.

Di bagian akhir, Si.Se.Sa menghadirkan busana berpotongan kebaya panjang dengan belahan di bagian depan dan bertabur kristal membentuk ikat pinggang. Tentu, seperti ciri khasnya, pilihannya tetap pada warna pastel dengan penggunaan khimar antitembem yang juga diberikan percikan kristal di bagian atas. (M-3)

Komentar