Nusantara

Rizieq Shihab kembali Dilaporkan ke Polda Bali

Kamis, 8 June 2017 19:13 WIB Penulis: Arnoldus Dhae

Ist

PEMIMPIN Front Pembela Islam Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke Polda Bali, Kamis (8/6). Kali ini, tersangka kasus pornografi di Polda Metro Jaya itu dilaporkan oleh Pariyadi alias Gus Adi, Ketua Patriot Garuda Nusantara yang mewakili tokoh muslim Bali sekaligus tokoh lintas agama Bali.

Laporan tersebut diterima oleh Sentra Pelayanan Terpadu Polda Bali dengan nomor laporan TBL/248/IV/2017 tanggal 8 Juni 2017. Pelapor Gus Yadi didampingi 16 pengacara papan atas Bali yang tergabung dalam Advokat Merah Putih.

Ketua Tim Advokat Merah Putih, Teddy Raharjo, menjelaskan, setelah pihaknya mempelajari rekaman Youtube, terlapor Habib Riziek Shihab bisa dituntut dengan Pasal 156 A KUHP tentang ujaran kebencian. Riziek disebutnya telah melakukan provokasi yang bisa menyebabkan terjadinya konflik dan kebencian yang mendalam, khususnya di Bali.

"Masyarakat Bali merasa resah dan tidak nyaman dengan perkataan Riziek Shihab tentang Bali dan umat Hindu. Karena merasa tidak nyaman dan merasa terancam, maka perwakilan masyarakat Bali mengambil langkah untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Bali agar diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya di Mapolda Bali, Kamis (8/6).

Dalam laporan tersebut, tim pengacara menyerahkan bukti pendukung berupa rekaman video Woutube selama 25 menit dalam bentuk keping CD yang dikopi dari Youtube, dan hasil transkrip rekaman tersebut. Dalam rekaman tersebut diketahui bahwa pada menit ke 13, 14, 15, Riziek menyebutkan beberapa hal.

Pertama, akan melumpuhkan orang-orang di luar Bali untuk dikembalikan ke Bali. Kedua, akan menghancurkan pura-pura atau kuil-kuil di Bali. Ketiga, mendatangkan umat Islam ke Bali untuk menyerbu dan membakar kuil-kuil di seluruh Bali.

"Ucapan ini sangat meresahkan dan orang Bali merasa terancam dengan ucapan itu sehingga mengambil jalan melaporkan kasus tersebut di Polda," ujarnya.

Video Youtube itu diketahui diunggah pada 17 Agustus 2014 lalu pada pukul 10.30 Wita sampai 10.45 Wita. Judulnya 'Sikap Imam Besar FPI terhadap ISIS' di hadapan anggota FPI di Jl Petamburan Jakarta Pusat.

"Ini sangat meresahkan, dan orang Bali merasa sangat terancam dengan ucapan tersebut," ujarnya.

Rekaman video itu baru diketahui pada 21 Mei 2017 lalu. Saat itu, Gus Adi bersama teman-temannya sedang melatih olah batin Patriot Garuda Nusantara di rumah pinisepuh Sandhi Murti I Gusti Ngurah Harta di Jl Tukad Citarum Denpasar. Salah satu anggota Patriot Garuda Nusantara tidak sengaja membuka Youtube dan menemukan rekaman tersebut.

Hasil rekaman tersebut kemudian ditunjukkan kepada seluruh anggota Patriot Garuda Nusantara. Setelah merasa tidak nyaman dan merasa terancam dengan rekaman tersebut, mereka memilih untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Bali untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menurut Raharjo, sekalipun locus delicti itu berada di Jakarta, tetapi bila itu berbicara tentang Bali dan yang melaporkan itu orang Bali maka sesuai Pasal 85 KUHAP maka bisa ada surat ke Makamah Agung agar kasus tersebut bisa diadili di Bali. (OL-2)

Komentar