Humaniora

Arab Saudi Keluarkan Aturan Baru Tentang Umroh

Kamis, 15 June 2017 12:55 WIB Penulis: Siswantini Suryandari

AP/Amr Nabil

PEMERINTAH Arab Saudi melakukan perubahan jadwal umroh. Perubahan ini dikarenakan kebijakan Arab Saudi yang pada tahun ini membuka layanan umroh besar-besaran. Biasanya pelaksanaan umroh dilakukan saat selesai musim haji pada 15 Muharram. Namun sekarang pelaksanaan umroh lebih maju.

"Pemerintah Arab Saudi memang sedang mengerjar target jemaah umroh sebesar-besarnya. Ibadah umroh biasanya akan berakhir sebelum Syawal. Biasanya saat Syawal, Tanah Harom Mekkah sudah bersih dari jemaah umroh. Tapi tahun ini Syawal sampai Muharram masih penuh jamaah umroh. Pas pemulangannya bertahap, dan berbarengan dengan jemaah haji. Jadi pada tahun ini para jemaah umroh dan haji akan bertemu di Arab Saudi dan dipastikan sangat padat. Ini tantangan bagi petugas haji Indonesia," kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis dalam acara pembekalan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/6). Peraturan itu harus dipatuhi jemaah haji di seluruh dunia.

Sementara itu untuk kedatangan jemaah haji Indonesia pada 6-27 Agustus (14 Dzulqadah-5 Dzulhijjah). Kemudian di Armina 28 Agustus hingga 4 September (6-13 Dzulhijjah). "Untuk kepulangan 5-26 September (14 Dzulhijjah -6 Muharram). Jadi total operasional 44 hari."

Dengan bertambahnya jumlah jemaah haji Indonesia, maka untuk tahun ini Indonesia mendapatkan 70 maktab atau bertambah 20 maktab dibandingkan tahun lalu. Satu maktab berisi 8 kloter. (OL-6)

Komentar