Ekonomi

Pasar Mulai Percaya Ekonomi Indonesia Membaik

Jum'at, 16 June 2017 13:21 WIB Penulis: Fetry Wuryasti

ANTARA

MEMBAIKNYA kondisi ekonomi Indonesia setelah pemerintah mengeluarkan paket-paket kebijakan ekonomi bukan isapan jempol belaka. Rasa percaya pasar kepada kondisi ekonomi Indonesia yang membaik diakui oleh Dirut Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio. Hal ini berdampak pula kepada dunia pasar modal Indonesia yang dia lihat semakin membesar.

“Juni ini tepat dua tahun, dan Alhamdulillah selama dua tahun ini kita berhasil mengatasi turbulensi besar di awal tahun 2015,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia. Pada pertengahan 2015 itu krisis ekonomi China yang ditandai dengan nilai index saham China di pasar bursa yang terus merosot sebesar 6 persen menimbulkan ketakutan dunia. Situasi ini juga mengimbas perdagangan di bursa Indonesia, hingga tenggelam menyentuh level 4.207,79 dan nilai tukar rupiah menembus hampir 14.000 per dolar AS.

“Bukan hanya krisis di China saja, tetapi memang indeks IHSG mencapai hampir titik nadir. Juni 2015, kita masuk dengan indeks di level 4910. Alhamdulillah Indeks sekarang hampir mencapai 5800, yaitu tertinggi di level 5.791. Artinya hampir 900 point naiknya dari dua tahun lalu,”

Berdasarkan data BEI, rata-rata nilai transaksi harian pada Juni 2015 yoy sebesar Rp 6,2 triliun, pada Juni 2016 yoy sempat turun menjadi Rp 5,5 triliun, dan kembali meningkat sampai Mei 2017 tercatat rata-rata transaksi harian sebesar Rp 8,6 triliun. Begitu pula nilai kapitalisasi pasar meningkat 29% dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp 5.000,3 triliun menjadi Rp 6.250,3 triliun per Mei 2017.

Peningkatan signifikan terlihat pada jumlah investor saham dari 389.089 investor pada Mei 2015 menjadi 583.762 investor per Mei 2017 atau meningkat 50%.

Rutinitas kerja dari distribusi juga membaik. Hal tersebut ditunjukkan dengan berdirinya kita punya 271 galeri investasi di 260 universitas, melaksanakan beberapa kebijakan seperti relaksasi margin yang akan dimulai pada Juli mendatang, serta terus melakukan aktivitas literasi pasar modal.

“Juli 2015 itu yang sangat tenggelam, nilai rata-rata transaksi harian di bawah Rp 6 triliun bahkan. Tetapi buat saya sebenarnya buat kami sebagai regulator SRO, yang penting bagaimana confidence dan kepercayaan pasar naik dan penyebaran literasi inklusi pasar modal mengenai saham juga naik signifikan," ujarnya.(OL-3)

Komentar