Properti

Modern Cikande Optimistis di 2017

Selasa, 20 June 2017 02:45 WIB Penulis: (Ria/S-4)

Ist

SETELAH mampu mencatat penjualan lahan tertinggi di kawasan Jabodetaabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) pada 2014-2015, pengelola Modern Cikande Industrial Estate optimistis capaian tahun ini lebih baik. Data Colliers International Indonesia menyebutkan, penjualan lahan kawasan industri tertinggi dicapai perusahaan PT Modern Industrial Estat yang diakuisisi PT Modernland Realty Tbk pada 2012. "Kami optimistis penjualan 2017 ini akan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian global dan kebijakan tax amnesty. Hal ini terlihat dari aktivitas pembelian lahan di Modern Cikande oleh beberapa kustomer baru di awal 2017, yang meningkat ketimbang kuartal 1 tahun sebelumnya," ujar Direktur Utama PT Modern Industrial Estat, Pascal Wilson.

Pada 2017, PT Modern Industrial Estat menargetkan penjualan Rp1,3 triliun. Modern Cikande berada di antara Balaraja dan Serang yang dapat diakses melalui Tol Jakarta-Merak dan dilanjutkan melalui pintu Tol Ciujung. Akses tersebut tidak jauh dari tiga pelabuhan besar, seperti Ciwandan, Cigading, dan Merak Mas. Kawasan industri Modern Cikande diproyeksi semakin prospektif, dengan akan dibukanya Tol Interchange (Jalan Simpang Susun) Cikande, Serang, yang telah dibangun sejak April 2014.

Simpang susun tersebut akan memiliki jalur sepanjang 1,3 kilometer yang menghubungkan Jalan Alternatif Kragilan-Cikande dengan Tol Tangerang-Merak Km 52+150, yang dilengkapi tujuh pintu tol dan akan menjadi akses keluar dan masuk Tol Ruas Merak-Jakarta. Pembangunan Simpang Susun tersebut dipastikan berdampak positif bagi kelancaran dan kemudahan aksesibilitas, khususnya di wilayah Serang Timur. Hal itu diharapkan mampu menarik banyak investor untuk masuk ke daerah Cikande atau Serang Timur secara keseluruhan.

Diperkirakan, dengan pengoperasian Gerbang Tol Cikande, sebanyak 5000 kendaraan melintasi gerbang tol ini setiap hari. Peningkatan jumlah kendaraan tersebut terjadi akibat adanya peralihan kendaraan yang biasanya melalui gerbang Tol Ciujung dan Balaraja Barat sebagian akan beralih ke Tol Cikande. "Saat ini pemerintah telah menyelesaikan pembangunan pintu Tol Cikande, yang dalam waktu dekat segera dibuka dan beroperasi sehingga mulai saat itu kawasan industri Modern Cikande dapat diakses dengan jarak hanya 1 km dari pintu tol tersebut," ujar Pascal.

Modern Cikande yang telah dihuni sekitar 200 perusahaan tersebut merupakan kawasan industri terbesar di barat Jakarta yang memiliki fasilitas lengkap, antara lain perumahan bagi para pekerja, pemadam kebakaran, kantor polisi, minimarket, bank, restoran, dan poliklinik. Selain itu, kawasan ini didukung infrastruktur berkualitas yang saling terintegrasi, jalan yang lebar, jaringan listrik, air bersih, pipa gas, dan fasilitas water treatment plant (WTP) dengan kapasitas awal 100 liter per detik.

Komentar