Nusantara

Polres Tangkap para Penebar Kebencian

Selasa, 20 June 2017 03:45 WIB Penulis: (UL/YH/N-2)

Ilustrasi--thinkstock

POLRES Cirebon Kota, Jawa Barat, menangkap 20 orang yang terlibat dalam kegiatan bedah buku di Masjid Al Jamaah, kompleks Pertamina Klayan, Minggu (18/6).
Kegiatan itu diduga berbau SARA dan menyudutkan agama tertentu. "Di antara yang ditangkap ialah mantan narapidana teroris. Ia pernah meracuni polisi di Aceh dan tercatat sebagai teman pelaku bom bunuh diri di Masjid Polres Cirebon Kota," ujar Kapolres Cirebon Kota AKB Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Senin (19/6).

Tiga pelaku, lanjutnya, sangat mungkin ditetapkan sebagai tersangka kasus penghasutan dan penebar kebencian. "Mereka juga secara aktif menyebarkan kebencian melalui media sosial." Kegiatan bedah buku terlacak polisi setelah penyelenggara menyebarkan pamflet acara di media sosial. Pamflet itu berisi ujaran kebencian yang bisa menyulut kemarahan umat. Atas kejadian itu, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis meminta seluruh warga ikut menjaga semangat toleransi.

"Janganterprovokasi." Di Padang, Sumatra Barat, Wali Kota Mahyeldi Ansharullah meminta sebagai organisasi keagamaan, Muhammadiyah tampil ke depan untuk menjawab dan menengahi perilaku serta hoaks yang terus berkembang di masyarakat. "Ulama dan Muhammadiyah harus tampil menjawab," tegasnya di Universitas Dharma Andalas. Mahyeldi mengatakan saat ini cukup banyak perilaku yang menyimpang dari agama.

Bahkan ada pula jemaah masjid yang dalam suatu kesempatan ramai-ramai menari. Hal itu tentu di luar ajaran agama Islam. "Dengan diadakannya muzakarah akan membantu menengahi perilaku yang tidak baik, termasuk berita bohong. Dulu di Padang selalu digelar muzakarah majelis ulama, sekali sebulan, tapi tak begitu banyak dilakukan," tegasnya.

Komentar