Internasional

Terorisme Anti-Islam Landa London

Selasa, 20 June 2017 04:30 WIB Penulis: Haufan Hasyim Salengke

SEDIKITNYA satu orang dilaporkan tewas dan 10 orang lainnya mengalami cedera saat sebuah mobil van yang dikendarai seorang pria secara sengaja menabrak kerumunan orang yang baru keluar dari sebuah masjid di utara Kota London, Inggris, Senin (19/6) pagi. Aksi serangan terorisme yang dilakukan seorang sopir van dengan menabrakkan mobilnya ke arah kerumunan jemaah muslim terjadi di dekat Masjid Finsbury Park sesaat lepas tengah malam. "Ini adalah serangan terhadap London dan semua warga London dan kita semua harus berdiri bersama menentang ekstremis apa pun alasannya," kata Neil Basu, Koordinator Senior untuk Kontra Terorisme di Kepolisian Metropolitan London, Inggris.

Pelaku penyerangan yang kemudian tewas ialah seorang pria yang berusia 48 tahun. Pelaku ditangkap setelah masyarakat di sekitar lokasi mengejarnya saat dia meninggalkan kendaraan untuk melarikan diri. Saksi mata Abdulraman Aidroos mengatakan pelaku, yang digambarkan 'orang Inggris kulit putih' sempat berteriak, "Saya akan membunuh semua muslim." Sebagian besar korban diyakini baru saja meninggalkan gedung Muslim Welfare House di Jalan Seven Sisters Road setelah menunaikan ibadah salat tarawih pada pukul 12.20 waktu setempat.

Tiba-tiba sebuah mobil van melaju dengan menaiki trotoar. Mobil yang bergerak cepat itu mengarah pada kerumuman muslim. Saat itu, seorang pria tua yang berada di trotoar langsung ditabrak van dan meninggal di lokasi kejadian. The Guardian melaporkan seorang imam berusaha melindungi sang supir van atau pelaku penyerangan dari amukan orang-orang yang marah. Kepada warga yang marah, imam itu mengatakan, "Jangan sentuh dia."

Basu, juga menjabat Asisten Deputi Komisaris, mengatakan terlalu dini untuk mengatakan bahwa pelaku tewas akibat amuk massa yang menangkapnya saat mencoba melarikan diri. "Tidak peduli apa motivasi yang terbukti dari serangan ini, dan kami tetap berpikiran terbuka bahwa insiden itu sebagai aksi serangan teroris dan Komando Kontraterorisme sedang melakukan penyelidikan," ujar Basu dalam sebuah pernyataan.

Komunitas muslim
Basu mengatakan korban semuanya berasal dari komunitas muslim. Dalam insiden itu, selain satu tewas, delapan orang yang terluka dibawa ke rumah sakit dan dua orang dirawat di tempat kejadian. "Personel kepolisian tambahan telah dikerahkan di London untuk menenteramkan masyarakat, terutama mereka yang menjalani ibadah di bulan Ramadan," kata Basu. Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mengatakan akan memimpin rapat komite darurat Cobra Senin (19/6) malam terkait aksi terorisme terhadap warga muslim di London.

Muhammad Kozba, seorang imam masjid dekat lokasi kejadian, mengatakan bahwa para jemaah yang melakukan salat di masjid 'sengaja' dijadikan sasaran. Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris, Harun Khan, juga mengatakan jemaah merupakan sasaran khusus serangan tersebut. "Saya meminta semua muslim untuk bersikap ekstra hati-hati menyusul serangan islamofobia," kata Presiden Asosiasi Muslim Inggris, Omer El-Hamdoon.

Dari Sterling, Virginia, dekat Washington DC, Amerika Serikat (AS), seorang remaja putri muslim yang berusia 17 tahun ditemukan tewas di dekat sebuah masjid. Sebelumnya pelajar yang bernama Nabra itu hilang diculik. Pada Minggu (18/6) malam, polisi berhasil menangkap pelakunya yakni Darwin Martinez Torres, 22. "Kami sangat terpukul dan kecewa saat mengalami kejadian yang sangat traumatis ini," jelas organisasi Masyarakat Muslim Area All Dulles (ADAMS) di Sterling, Senin (19/6). (AFP/I-3)

Komentar