MI Muda

Satu Perusahaan Dua Semester

Ahad, 2 July 2017 04:30 WIB Penulis: SURYANI WANDARI muda@mediaindonesia.com

Presentasi di dapan para juri. DOK WANDARI

MAKANAN olahan asal Italia, pasta, dibuat ala rumahan. Di atasnya diberi taburan brokoli, suwiran ayam, atau jamur. Yang lebih istimewa, sausnya diklaim lebih sehat karena terbuat dari sayuran seperti labu dan kembang kol. Tak hanya memikirkan rasa, mereka juga memperhatikan kemasan, strategi penjualan, operasional, hingga hitung-hitungan finansial.

“Target sudah terealisasikan semuanya. Penjualan dari bulan Maret sudah melebihi target,” kata Dea Maria, CEO Pasty seusai presentasi di depan dosen, alumni yang juga pebisnis, serta jurnalis, Selasa (20/6) di Universitas Prasetiya Mulya, Tangerang. Ya, bisnis yang dipimpin Dea dan beberapa tim bisnis lainnya ini memang sedang diuji hari itu sebagai ujian akhir semester 4. Mereka mempresentasikan bisnis yang telah mereka garap sepanjang satu semester.

Business development
Setiap tahunnya, mahasiswa S-1 Bisnis Prasetiya Mulya yang duduk di semester 4 akan menjalani praktik bisnis dalam mata kuliah business development. Mata kuliah ini merupakan lanjutan mata kuliah business creation yang telah dilakukan pada semester 3. “Jadi kami melaluinya dua tahap, di mata kuliah sebelumnya kami cari bahan, cari vendor, cari desain untuk meng-create bisnis itu. Tapi kalau di business development kita memantau perkembangan dari marketing, dan semua divisi untuk mengontrol sesuai dengan rencana,” kata Marceline Medianty, tim Fuko, atau gelang kulit dan kayu yang bisa menyimpan wangi.

Dalam praktik mata kuliah business development, kelompok bisnis mahasiswa dibagi menjadi enam kategori yakni, fashion, food & beverage, creative products 1, creative products 2, beauty care & personal goods, dan creative products 3 dengan jumlah anggota berkisar 10-20 mahasiswa dalam satu kelompok. Bisnis, mereka jalankan sesuai posisi masing-masing yaitu: golden shareholder (CEO, CMO, COO, CFO), regular shareholder, hingga karyawan.

Beragam bisnis
Meskipun hanya sebatas tugas akhir pada semester empat ini, para mahasiswa ini melakukannya enggak main-main lo! Mereka menciptakan sebuah bisnis dengan beragam strategi. “Kami sih akan lanjut terus, setelah melalui ujian kali ini, bagaimana pun kami telah berjuang melewati beragam prosesnya. Apalagi produk kami sudah bisa dibeli secara praorder oleh salah satu perusahaan,” kata Priscilla, CEO Gentle Homme.

Bisnis Pricilla dan timnya, yang masuk kategori produk kreatif, mengembangkan ide dasi untuk para pria dengan bahan polimer dan desain yang beragam, seperti hexagon, triangle, dan batik parang. Selain itu, masih banyak pula bisnis mahasiswa yang menarik seperti produk Sakeuy, yakni modifi kasi seblak, yang mereka ciptakan bukan dari kerupuk, melainkan olahan kentang dan tepung tapioka yang ditambahi saus berbahan bawang, cabai, dan kencur.

Ada pula Dodoru, kudapan manis dari dodol bali, tapi diberi taburan beragam rasa hingga fuko, gelang kulit dengan tambahan kayu yang bisa menyimpan wangi parfum. Nantinya, produk setiap kelompok bisnis akan dipamerkan dan dijual dalam acara CreatiFest 2017 yang akan diselenggarakan di Lippo Mall Puri pada 15–16 Juli 2017. Ke sana yuk! (M-1)

Komentar