Travelista

Kupu-Kupu, sang Penanda Keseimbangan

Ahad, 2 July 2017 05:30 WIB Penulis: (AR/M-1)

MI/Aries Munandar

SELAIN Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), ada Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) di Kapuas Hulu. TNBK bertopografi perbukitan dan dikelilingi empat daerah aliran sungai (DAS), yakni Kapuas, Sibau, Embaloh, dan Mendalam. Kawasan seluas 800 ribu hektare ini juga kaya akan keanekaragaman hayati. Kami pun berkesempatan menyusuri kawasan penyangganya sebelum bertualang ke Danau Sentarum. Penyusuran dimulai dari Desa Menua Sadap dengan mengarungi Sungai Embaloh. Tim bergerak ke barat menuju lokasi perkemahan yang dibangun Kompakh di Taboh Maloh di Dusun Karangan Bunut.

Potensi hutan masih bagus
Ratusan kupu-kupu pun menyambut kedatangan kami di Taboh Maloh. Mereka beterbangan di sekitar lokasi dan hinggap di pepohonan hingga ke pasir di pinggir sungai. TNBK memang menjadi habitat alam bagi beragam jenis kupu-kupu. Satu di antaranya jenis raja brooke, kupu-kupu endemis Kalimantan. “Keberadaan kupu-kupu identik dengan potensi hutan yang masih bagus,” jelas Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I TNBK-TNDS P Samosir, Rabu (24/5).

Memacu adrenalin
Perjalanan sekitar 2 jam menuju Taboh Maloh juga tidak kalah menantang karena sungainya berarus deras. Pengemudi harus lihai bermanuver agar perahu bermotor tidak menyeruduk bebatuan atau terjebak dalam pusaran arus. Perahu pun beberapa kali terhempas gelombang sehingga penumpang basah kuyup. “Di camping ground (lokasi perkemahan) wisatawan bisa menjala ikan. Jika beruntung, bisa dapat semah yang harganya jutaan rupiah per ekor. Bisa juga mengamati burung dan satwa liar lainnya,” pungkas Radin. (AR/M-1)

Komentar