Pesona

Gaya Rileks Maskulin

Ahad, 2 July 2017 06:00 WIB Penulis: SITI RETNO WULANDARI wulan@mediaindonesia.com

AFP/MIGUEL MEDINA

DI panggung peragaan busana Emporio Armani di Milan, Italia, seorang pria dengan busana ala Jepang memperagakan gerakangerakan bela diri. Ia melompat dan
menendang ke atas. Penampilan pria tersebut merepresentasikan koleksi musim semi/ panas 2018 dari Emporio Armani. Label kedua dari rumah mode Giorgio Armani itu mengambil inspirasi dari potongan busana tradisional Jepang. Salah satu yang paling menonjol ialah potongan celana hakama yang kerap digunakan pada bela diri aikido.

Armani mengawinkan celana lebar yang sekilas mirip rok panjang itu dengan ciri khas desainnya yang elegan dan modern. Hasilnya ialah carrot trousers dengan kupnat di bagian depan dekat ritsleting. Seperti umumnya bentuk wortel, celana itu besar di bagian atas dan mengecil di bagian bawah. Sekilas celana itu hampir mirip celana baggy. Namun, carrot troussers tidak mengerucut hingga membentuk siluet yang pas pada pergelangan kaki. Carrot trousers berpotongan lebih longgar.

Carrot trousers yang disajikan Armani dipadukan dengan jaket bomber bermotif fl ora yang biasa terdapat pada pakaian kimono dengan teknik cetak digital. Paduan itu
menghasilkan tampilan yng rileks tetapi tetap maskulin dan elegan.

Saling balap
Gaya maskulin yang santai juga tampak pada label Sulvam dan Versace. Namun, konsep yang ditampilkan melalui artikel busana yang saling balap. Seperti pada koleksi Sulvam, atasan kemeja bermotif garis dengan bagian bawah yang terjahit kasar dipadu blazer putih yang lebih pendek dari panjang kemeja tersebut. Teppei Fujita, sang perancang di balik label Sulvam, ingin menghadirkan tampilan apa adanya seperti ketika seseorang baru bangun dan berpakaian tak teratur. “Dengan semua hal buruk yang terjadi di dunia, saya hanya ingin menghadirkan sesuatu yang ringan,” ujarnya seperti dilansir pada laman Wwd.com, Selasa (20/6).

Tak hanya blazer sebagai padanan saling balap, Sulvam juga menghadirkan gaya dua kemeja yang saling balap. Tampilan serupa juga ada pada label Versace, hanya padanannya berupa jaket bomber. Donatella Versace mengatakan koleksinya kali ini merupakan penghormatan bagi tewasnya sang kakak, Gianni Versace, yang ditembak pada 20 tahun silam.

Aksen tumpuk
Label besar lainnya yang menampilkan gaya menarik adalah Prada. Gaya kaum kutu buku yang rapi menjadi inspirasi sang desainer, Miuccia Prada. Contohnya, kaus bermotif garis yang dipadukan dengan sweter bermotif serupa lalu keduanya dimasukkan ke celana dengan pinggang berupa karet. Ada juga yang gaya tumpuk tiga pada atasan, mulai penggunaan dua kemeja yang lantas ditutur dengan sweter rajut dan tetap tampilannya dimasukkan ke celana. Seperti menggunakan high waist jeans, terlihat rapi ala gaya pria 50-an.

“Untuk koleksi kali ini saya ingin memperlihatkan sesuatu yang sederhana, nyata, dan cerita-cerita manusia yang hidup dalam dunia, baik nyata maupun maya,” ujar Prada yang juga memberikan motif kartun pada beberapa koleksinya, pembauran antara sesuatu yang nyata dan maya. Aksen tumpuk lainnya diberikan label Salvatore Ferragamo yang terinspirasi dari fi lm 60-an Plein Solleil. Direktur kreatif label tersebut, Guillaume Meilland, menghadirkan tampilan elegan tapi sederhana. Palet warna lembut, khas Mediterania, menjadi pilihannya, juga dengan motif kuda laut serta ombak yang disulam dan dicetak pada potongan kemeja serta celana pendek. (AP/wnd/M-3)

Komentar