Kuliner

Berburu dan Makan si Berlian Dapur

Ahad, 9 July 2017 00:01 WIB Penulis: Basuki Eka Purnama

MI/BASUKI

Jamur ini merupakan makanan termahal di dunia. Kelezatannya pun tak terhingga. Pantas saja truffle disebut sebagai berlian dapur.

RASA penasaran dan senang saya rasakan sejak membaca itinerary yang disiapkan Singapore Airlines dan Destination New South Wales sebelum perjalanan ke Australia. Saya akan berburu truffle!

Truffle ialah salah satu makanan termahal di dunia. Pakar makanan Prancis, Jean Anthelme Brillat-Savarin, menyebutnya sebagai 'berlian dapur'.

Perburuan saya lakukan di Turalla Truffles di dekat Bungendore, tepatnya di ujung selatan Lake George Basin, Rabu (21/6) siang. Pemilik Turalla Truffles, Damian Robinson bersama istrinya, Lindsay, dan anak perempuan mereka Willa, serta sekelompok anjing pemburu truffle yang dipimpin Frisbee menyambut kami. Dengan mengendarai dua mobil, kami menuju perkebunan truffle yang tidak jauh dari kediaman Damian. "Kami mulai mengembangkan truffle pada 2005. Truffle kami ialah black truffle atau black perigord truffle," kata Damian.

Black perigord truffle adalah badan buah dari jamur Tuber melanosporum. Jamur itu membentuk kerja sama simbiosis dengan akar pohon oak dan hazel yang hanya bisa dipanen pada musim dingin.

Saat di perkebunan yang dibatasi pagar kebun, kami diminta mencuci kaki dengan spons dan cairan berbasis chlorine. Tidak hanya kami, tapi juga para anjing pemburu truffle harus membersihkan kaki. Menurut Lindsay, tujuannya mencegah masuknya tanah dan materi tanaman asing ke kebun truffle, serta mencegah menyebarnya jamur yang tidak diinginkan dan penyakit tanaman lainnya.

Seusai membersihkan kaki, Frisbee mulai mencari jamur tersebut. Setelah Frisbee menemukan truffle, Damian berlutut, sedikit menggali, mengambil tanah, dan kemudian mengendusnya.

"Anda bisa tahu apakah truffle siap dipanen dari baunya," kata Damian yang di hidungnya masih ada sedikit tanah. Kami mengelilingi Damian saat dia menjelaskan beda bau dari truffle yang bagus, kelewat matang, atau belum siap dipanen.

"Truffle seberat 1 kilogram bisa dijual seharga A$2.000 (sekitar Rp20 juta)," kata Damian sembari memasukkan truffle-truffle yang ditemukannya ke dalam kantong plastik. Setelah mencari truffle di tiga baris tanaman di kebun seluas 1.200 hektare milik Damian, kami memutuskan kembali ke kediaman pria itu.

Memasak truffle

Setelah berburu truffle, perut kami siap diisi dengan berbagai hidangan dengan bahan dasar truffle yang akan dimasak Damian.

Sebagai pembuka, dia membuka lemari es miliknya dan mengeluarkan truffle camembert. Damian kemudian meminta Willa, untuk memotong-motong roti yang kemudian kami olesi dengan camembert itu. Keju yang diwarnai aroma truffle itu benar-benar merangsang rongga mulut kami.

Sembari kami menikmati roti itu, Damian mulai memasak pangsit yang diisi dengan truffle. "Saya menyukai makanan Asia. Selain itu, di Australia, makanan Asia tengah populer," kata Damian.

Pangsit isi truffle itu dihidangkan bersama dengan truffle yang telah diparut. Masih bagian dari makanan pembuka, Damian menghidangkan scallop yang sedikit dibakar diletakkan di atas rosti kentang yang dimasak dengan mentega truffle yang di atasnya dihias dengan potongan truffle.

Sebelum menyajikan makanan utama, Damian mengeluarkan vodka infused truffle dari lemari es. "Semua minuman keras sebenarnya bisa di-infused dengan truffle. Namun, lebih baik jika minuman itu tidak beraroma atau memiliki rasa, misalnya vodka ini," ungkap Damian.

Untuk makanan utama, Damian menghidangkan pasta yang disajikan dengan truffle butter dan truffle infused cream, poach egg, dan potongan truffle. Sebagai makanan penutup, kami mendapatkan truffle ice cream dengan topping truffle infused cream dengan potongan kacang panggang beraroma truffle.

Damian mengaku memopulerkan truffle kepada para juru masak Australia. "Saat ini saya kerap mengundang sejumlah juru masak Australia untuk berburu truffle. Sesudah itu, saya meminta mereka memasak truffle yang didapatkan. Saya sekalian mencuri resep mereka," ujarnya.

Untuk merasakan petualangan berburu truffle ada beberapa pilihan harga yang bisa Anda pilih. Untuk berburu truffle saja, harganya A$75 (sekitar Rp750 ribu). Untuk memasak dan makan siang truffle, harganya A$120 ribu (sekitar Rp1.200.000). Adapun untuk berburu truffle, kemudian memasak dan makan siang, Damian memasang tarif A$180 (sekitar Rp1.800.000).

Damian dan keluarga hanya menawarkan petualangan berburu truffle ini setiap akhir pekan dan hanya untuk makan siang. "Kami ini adalah peternak. Jadi, pada hari biasa, kami mengurusi hewan ternak kami. Saat ini kami memiliki 350 ekor sapi," ungkap Lindsay.

Hari pun semakin gelap, petualangan kami bersama Damian dan keluarganya memburu truffle pun berakhir. Kami pun mengucapkan selamat tinggal dan meninggalkan Turalla Truffle. (M-4)

Komentar