MI Anak

Cicipi Kopi Racikan Barista Cilik

Ahad, 9 July 2017 00:16 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

Pernah menemani ayah, ibu, atau kakakmu ke kedai kopi? Di sanalah para barista alias peracik kopi beraksi! Mereka menjadi penentu kenikmatan segelas kopi, baik dari aroma maupun rasanya. Kerennya nih, ada anak usia 9 tahun yang sudah terampil menjadi barista, namanya Calysta Helena Theo. "Seru saja menjadi barista, sama sekali enggak susah," kata Calysta yang diwawancarai Medi, Rabu (5/7). Kini ia selalu membantu ayahnya menyeduhkan kopi dan menyajikannya untuk pelanggan kafe mereka, Kopip3dia, sepulang sekolah. Mau tahu lebih jauh mengenai barista cilik ini? Simak ya.

Terinspirasi dari ayah

Calysta yang duduk di Kelas 3 SD Trilingual School Tunas Harum Bangsa, Semarang, Jawa Tengah, ini menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap dunia kopi. Sejak kecil, ayahnya kerap membawanya ke coffe shop milik ayahnya serta diajari banyak hal, baik itu cara kerja mesin, kualitas kopi, maupun teknik menyeduh kopi.

"Aku melihat barista itu seperti main masak-masakan yang sering aku lakukan juga di rumah. Hingga akhirnya aku pun ingin menjadi barista seperti papa," kata perempuan kelahiran 8 Februari 2008 itu.

Ya, ia mengaku, di usianya yang kini 7 tahun, ia sedang serius belajar teknik manual Jepang, yang disebutkan Hhario v60, karena terinspirasi dari ayahnya, Billy Chong, yang juga berprofesi sebagai barista di kafe miliknya. Selain belajar dari ayahnya, Calysta belajar dari beberapa orang yang berkecimpung di kebun kopi. Ia mengenal banyak aroma hingga kualitas kopi yang bagus dari beragam daerah lo.

Beragam teknik

Tak hanya belajar, kemampuan Calysta pun pernah diuji dalam beberapa kompetisi Barista. Calysta pernah berhasil masuk jajaran 40 besar, yakni peringkat ke-29 saat ajang nasional tahunan Jateng Coffee Fest. Ia tak pernah menyerah meski pada kompetisi lain saingannya orang dewasa bahkan ayahnya.

Ya, prestasi Calysta di dunia coffee maker memang enggak bisa diremehkan. Sekarang Calysta sudah masuk teknik advance lo.

Keren kan? Banyak teknik yang ia pelajari dan terapkan, seperti pour over, metode penyeduhan kopi secara manual menggunakan kertas filter. Ada pula teknik syphon yang memasukkan air ke kontainer air yang terdapat pada bagian bawah coffee maker.

"Tantangannya, kita harus konsentrasi dan konsisten terhadap bahan seperti suhu airnya, timbangan kopi, dan ukuran krimnya," kata Calysta.

Ia pun mengatakan kopi sebaiknya diseduh dalam suhu air 85-90 derajat celsius dan dinikmati pada suhu sekitar 60-75 derajat celsius.

Calysta senang ketika orang-orang memintanya menyeduhkan kopi dengan teknik tertentu. "Kebanyakan orang dewasa yang minta. Mereka biasanya minta diseduhkan kopi dengan teknik tertentu dengan kopi yang cenderung pahit," katanya.

Mencicipi

Menjadi seorang barista tentu selalu berkutat dengan kopi. Calysta pun punya kopi kesukaan loh. "Ya, aku menjadi sangat senang sama kopi. Aku suka kopi aceh dan kopi yellow catura dari Flores yang langka dan rasanya yang unik," kata Calysta.

Namun, bagaimana dengan kandungan kafeinanya untuk tubuh ya, khususnya untuk anak-anak? "Anak-anak disarankan sebatas mencicipi, seperti Calysta yang juga hanya mencicipinya karena anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan jantung dan organ lain," kata Pak Billy Chong.

Pak Billy pun mengingatkan anak-anak tidak disarankan meminum kopi saset karena kandungan kimianya lebih banyak serta terdapat penambahan kafeina buatan di dalamnya lo. Kalian ingin diseduhkan kopi juga oleh Calysta? Dia selalu membantu ayahnya menyeduh kopi di Kafe Kopip3dia sepulang sekolah dan Sabtu sore lo! (Suryani Wandari/M-1)

Komentar