Pesona

Sisi Masa Kini Kain Negeri

Ahad, 9 July 2017 04:01 WIB Penulis: Siti Retno Wulandari

DOK IFC SURABAYA

Permainan ragam kain tenun itu adakalanya tidak tanggung-tanggung dan diterapkan dalam potongan eksentrik.

BUSANA kasual serbatumpuk dengan beragam kain tenun bermotif garis dan kotak. Itulah koleksi terbaru Interim Clothing yang diperagakan di acara Surabaya Fashion Parade yang dipersembahkan Indonesia Fashion Chamber (IFC) cabang Surabaya beberapa waktu lalu.

Permainan ragam kain tenun itu adakalanya tidak tanggung-tanggung dan diterapkan dalam potongan eksentrik. Contohnya ialah celana asimetris, dengan salah satu bagian berpotongan pendek dan dengan bermaterial kain polos. Sebelah lainnya berpotongan panjang dengan material kain hijau bergaris. Atasannya ialah blus berwarna kuning kecokelatan yang ditumpuk dengan tanktop bergaris warna cokelat dan putih. Lalu ada pula busana mirip celana motir tetapi diberi luaran rok. Seluruhnya dalam nuansa hijau dan bermotif garis. Untuk padanan atasnya ialah blus berwarna abu. Hasilnya, koleksi bertema Aikyou ini sangat unik.

Dibya Hody, sang desainer Interim Clothing, menjelaskan koleksi ini menggunakan bahan dasar kain sarung yang memang sudah siap tersedia di pasar. Ia sengaja menggunakan sarung untuk menunjukkan alternatif dari kain tradisional yang harganya cenderung mahal.

Paduan beragam motif dalam satu busana juga dilakukan demi efisiensi tersebut. "Saya memadupadankan motif dari beberapa kain agar sisa kain produksinya tidak banyak terbuang," kata Dibya, Rabu(5/7), yang bekerja sama dengan sarung Gajah Duduk untuk koleksi itu. Dengan koleksi ini, ia berharap pamor sarung akan semakin terangkat. Sarung memang belakangan cukup banyak digunakan desainer Indonesia. Dari kreativitas mereka terlihat bahwa sarung layak menjadi bagian fesyen masa kini.

Batik dan sulam tangan

Tidak hanya Dibya, desainer lain dalam acara tersebut juga banyak yang menampilkan kain dan teknik fesyen khas Indonesia. Yuliana Huang memadukan motif kreasinya sendiri dengan motif batik tulis. Makin unik karena motif pola pecahan kaca yang diterapkannya dengan teknik laser cutting.

Motif-motif itu diterapkan di atas bahan mewah seperti tulle, organza sutra, duchess, juga velvet. Contohnya, gaun semi-mullet berpalet royal blue, dengan aksen ruffles yang dihiasi kain batik bermotif flora. Tampil semakin feminin dengan aksen cutout pinggang dan efek bolong-bolong dengan teknik laser cut di bagian depan atas gaun.

"Pembatiknya dari luar Surabaya, motif yang menggunakan teknik laser cutting saya desain sendiri. Untuk potongannya lebih feminin, elegan, dengan menonjolkan pada bagian pinggang yang dibuat lebih kecil atau pas badan," tukas perancang yang sudah bergelut selama delapan tahun ini.

Sementara itu, Stella Lisa mengangkat tema Sasaku yang terinspirasi oleh budaya Timur. Tema ini direpresentasikan dalam penggunaan motif tenun dari Nusa Tenggara dan permainan motif manusia primitif yang dibuat dengan kombinasi bordir dan sulam tangan.

Warna-warna yang dipilih berupa hitam dan cokelat tua. Salah satu karyanya berupa atasan serupa kemben yang langsung berpadu dengan rok berpotongan lebar. Pada kemben diperkaya dengan motif-motif tenun dan pada roknya ditampilkan sulaman tangan serta bordir mitif manusia primitif dengan ukuran besar. "Meskipun perpaduan kain polos, tenun, dan motif terlihat tribal, saya mengaplikasikan dalam potongan modern yang feminin dan effortless," tukas pemilik label Allets ini.

Berikutnya, koleksi bertema Kolang kawung milik Elizabeth Njo May Fen pada label Ketique yang mengangkat filosofi dari motif kawung atau kolang-kaling. Serupa dengan pohon kolang-kaling yang berguna mulai akar hingga ujung daunnya, motif kawung juga disebut Elizabeth memiliki makna kebaikan dan sifat berguna bagi yang memakai. Desain kolang-kaling dengan siluet melingkar dan 'H' ini menggunakan tenun kawung dan batik tulis.

Seperti pada potongan serupa jaket bomber dengan kerah oval, di bagian lengan diberi aksen berupa cutting menyerupai kolang-kaling dengan ukuran besar. Pun pada bawahan yang berupa rok dengan material motif garis, yang membesar di bagian paha lalu kemudian menyempit mirip seperti buah kolang-kaling ataupun motif kawung. (M-3)

Komentar