MI Anak

Anak Indonesia Nonton Film Indonesia

Ahad, 16 July 2017 04:31 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

MI/Duta

BEBERAPA anak siang itu tengah berkumpul di arena bermain. Beberapa di antara mereka menjemput teman untuk dapat bergabung. Bukan hanya mengajaknya bermain perosotan ataupun ayunan, melainkan juga mendapatkan pengetahuan dan keseruan nonton fi lm bersama.

Ya, Sabtu (8/7), sambil mengisi waktu libur sekolah, anak-anak ini berkumpul bersama dalam acara Nonton Bareng Laskar Film Anak Indonesia di Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Intiland Teduh, Karet Tengsin, Jakarta Pusat.

Yuk ikuti kegiatan mereka!

Kampanye film anak

Dibuka penampilan angklung dari anak-anak RPTRA Intiland Teduh, suasana RPTRA berlangsung meriah. Mereka menarik masyarakat sekitar untuk berkumpul mendengarkan alunan musik merdu dari bambu itu.

Tak hanya itu, kegiatan lainnya pun tak kalah seru seperti permainan hingga kuis dengan beragam hadiah hingga bernyanyi lagu Laskar Pelangi bersama Duta Laskar Film Anak Indonesia, kak Nadya Almira Puteri, yang juga musikus.

Kak Nadya yang tergabung dalam Laskar Film Anak Indonesia (LFAI) yang digagas London School of Public Relation pun menyuarakan gerakan untuk menonton fi lm anak-anak lo. “Saya ingin anak Indonesia pun bisa menonton fi lm hasil karya anak bangsa. Apalagi, ini fi lm animasi yang ceritanya cocok untuk anak,” kata Kak Nadya dalam sambutannya.

Kegiatan ini memang bertujuan membangun kreativitas perfi lman Indonesia, khususnya yang bergenre anak. “Film bergenre anak dengan hasil karya Indonesia memang susah ditemui, anak-anak biasa nonton animasi dari negara lain meskipun bahasanya telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia,” kata Kak Aghnina Wahdini, Project Director Laskar Film Anak.

Meraih mimpi

Tahukah sobat, tontonan yang sering kita lihat di televisi seperti Upin Ipin, Doraemon, ataupun Spongebob merupakan buatan negara lain. Lalu ada enggak fi lm panjang animasi bergenre anak-anak produksi Indonesia? Nih, LFAI mengenalkannya kepada anakanak dengan nonton bersama.

Berjudul Meraih Mimpi, animasi musikal pertama anak bangsa ini sebelumnya telah dibuat versi bahasa Inggris berjudul Sing to the Dawn. Baru pada 2009 fi lm ini dilokalisasi ke dalam versi Indonesia dengan perombakan total seperti bahasa dan lagu pengiring.

Film ini mengisahkan Dana, gadis cilik yang tinggal di sebuah desa kecil di Batam bersama adiknya, Rai, ayahnya Somad, dan neneknya melawan Pairot, pengusaha dan tuan tanah kejam.

Dana pun banyak mengalami kesulitan seperti dipaksa ayahnya untuk mengikuti tradisi patriarki untuk dinikahkan dengan anak lelaki Pairot. Dana melawannya dengan cara unik, yakni memenangi kompetisi beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya di kota besar.

Dana pun tak pernah menyerah dan selalu berusaha meraih mimpinya ini. Ia pun mengalami petualangan yang seru dan tegang, apalagi terdapat binatang-binatang yang berbicara akan menarik dan menghibur penontonnya anakanak dan muda.

Diadakan di 185 RPTRA

Sobat, dalam kegiatan ini, LFAI sudah bekerja sama dengan Tim Tradisional Games Return dan Forum Anak DKI Jakarta untuk menjadikan fi lm anak Indonesia sebagai fi lm yang diminati anak dan dapat dimanfaatkan sebagai media belajar.

Oleh karena itu, kegiatan ini pun berlangsung juga di 185 RPTRA daerah DKI dan sekitarnya lo. “Kegiatan ini tentu dapat membuat anak-anak Indonesia punya keinginan nonton fi lm hasil karya bangsa. Saya menyambut baik kegiatan ini, apalagi ini dapat memberikan manfaat karena anak Indonesia diberi sarana dan haknya untuk menonton,” kata pak Ihsan.

Tim LFAI ini pun berharap kegiatan ini dapat berdampak positif baik itu untuk anak-anak maupun industri kreatif perfi lman Indonesia untuk memproduksi fi lm bergenre anak yang dapat menjadi media pembentukan karakter anak Indonesia. (Suryani Wandari/M-1)

Komentar