Sepak Bola

I Rossoneri Terus Menggeliat

Senin, 17 July 2017 23:00 WIB Penulis: Satria Sakti Utama

AFP/CURTO DE LA TORRE

EVOLUSI AC Milan untuk kembali merakit masa kejayaan pada era 90-an terus berlanjut.

Dibanjiri pundi-pundi uang dari investor baru asal Tiongkok, rival sekota Inter Milan ini menjadi perhatian publik dengan agresivitas mendatangkan pemain baru berkualitas.

Hingga kemarin, sudah ada tujuh pemain baru berlabel bintang merapat ke San Siro.

Dari penyerang masa depan timnas Portugal Andre Silva, gelandang Bayer Leverkusen Hasan Calhanoglu, hingga yang paling mentereng ialah merapatnya bek Juventus Leonardo Bonucci.

Seakan belum cukup, CEO of AC Milan Marco Fassone menegaskan masih ingin menambah amunisi di lini depan.

Penyerang muda Real Madrid Alvaro Morata menjadi salah satunya.

"Lebih baik jika kami memiliki salah satu dari Morata, (Andrea) Belotti atau (Pierre-Emerick) Aubameyang. Kita lihat siapa yang akan datang," tuturnya.

Media lokal Italia ramai-ramai menyebut I Rossoneri, julukan Milan, telah melayangkan tawaran sebesar 70 juta euro, nilai yang sama yang pernah dikirimkan Manchester United.

Namun, tawaran tersebut akan ditolak Madrid yang hanya akan melepas penyerang 24 tahun dengan mahar 90 juta euro atau setara Rp1,5 triliun.

Rumor jual-beli ini sempat mengemuka tapi lantas menguap karena Morata enggan disebut pengkhianat oleh Juventus, klub yang pernah dibelanya.

Namun, pascakegagalan transfer ke United, Morata sangat mungkin tidak akan buru-buru menutup diri.

Meninggalkan Santiago Bernabeu menjadi opsi utama bagi Morata karena ia tidak mendapat tempat di tim reguler Los Blancos.

Di sisi lain, kompatriot Morata di timnas Spanyol Juan Mata berpendapat masih memiliki harapan merapatnya pencetak gol terbanyak di Euro U-19 pada 2011 itu ke Manchester United.

Meskipun demikian, Mata tidak memungkiri merapatnya Romelu Lukaku dari Everton semakin menutup peluang Morata bergabung.

"Terlihat sulit melihat Morata di sini dengan kedatangan Romelu (Lukaku). Kami telah mendapatkan pemain penting dalam serangan dan ini sulit walaupun Anda tidak pernah tahu," jelas Mata.

Balas dendam

Di lain pihak, penyerang Spanyol Diego Costa membalas perlakuan buruk timnya, Chelsea, yang menelantarkannya dari persiapan pramusim.

Di tengah rekan-rekannya sudah berkumpul untuk berlatih, Costa malah mengisi waktu luangnya di Lagarto Brasil dengan berpesta.

Salah satu tindakan balas dendamnya dengan mengenakan kostum klub lamanya, Atletico Madrid, dalam pesta tersebut.

Costa memamerkan fotonya yang mengenakan kostum Atletico tersebut di media sosial pribadinya dengan fasilitas siaran langsung video di Instagram.

Tindakan itu sejatinya cerminan hasrat untuk kembali ke Spanyol.

Namun, keinginan Costa untuk bisa segera kembali ke Atletico terhambat sanksi embargo transfer terhadap klub papan atas Spanyol tersebut.

Embargo transfer terhadap Atletico membuat pilihan terbaik Costa jika harus meninggalkan Chelsea ialah berlabuh ke klub Turki Besiktas yang memang telah menyatakan minat meminangnya. (Dailymail/Goal/R-2)

Komentar