Nusantara

Tim Saber Pungli Tangkap Kepala Desa

Selasa, 18 July 2017 03:30 WIB Penulis:

MI/M Taufan SP Bustan

TIM Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Cilacap, Jawa Tengah, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala desa dengan barang bukti Rp519 juta.

Kepala desa berinisial R tersebut ditangkap saat berada di PT Lautan Emas, Desa Widarapayung, Kecamatan Binangun. Kasat Reskrim Polres Cilacap AKP Agus Supriyadi mengatakan OTT tersebut merupakan kali kedua setelah terjadi hal serupa di Desa Surusunda.

“Saat terkena OTT, R berada di PT Lautan Emas. Barang bukti Rp519 juta tersebut terdiri atas uang tunai Rp100 juta dan cek Rp419 juta. Uang tersebut terkait dengan biaya kompensasi panen tambak udang pada lahan seluas 35 hektare di desa setempat,” ujar Agus, kemarin.

Lahan tersebut dikelola PT Lautan Emas yang sebelumnya digunakan warga sebagai lahan budi daya tanaman buah. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, perusahaan sebetulnya sudah membayar lunas saat mengambil alih lahan yang sebelumnya digarap masyarakat. Kades melakukan dugaan pungli. Modusnya membuat peraturan desa mengenai pungutan kompensasi. Namun, pembuatan peraturan dibuat tanpa pengajuan izin ke Bupati Cilacap melalui Camat Binangun.

“Polisi telah berkoordinasi dengan pemkab dan ternyata memang perdes itu tidak berizin. Dari pemeriksaan yang kami lakukan, PT Lautan Emas telah membayar lunas biaya kompensasi Rp1,5 miliar dan kedua Rp3,1 miliar. Kades tetap memintanya. Makanya ada laporan ke tim Saber Pungli,” jelasnya

Polisi bakal menjeratnya dengan Pasal 12e UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Tipikor dengan ancaman hukuman 4 hingga 20 tahun.

Di sisi lain, Kepala Desa (Kepenghuluan) Labuhan Tangga Hilir, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Jumadi, ditahan Kejari Rokan Hilir atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa hampir Rp400 juta. Penahanan dilakukan setelah penyidik menetapkannya sebagai tersangka alokasi dana desa 2015 dengan total mencapai Rp1,8 miliar.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, Jumadi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan,” ujar Kasi Intel Kejari Rokan Hilir Odit Megonondo.

Odit menjelaskan tersangka diduga telah melakukan penggelapan dana Rp399.413.788. Jumadi akan ditahan selama 20 hari ke depan. (LD/RK/OL-4)

Komentar