Megapolitan

Bertabur Layanan setelah Ganti Label

Selasa, 18 July 2017 04:30 WIB Penulis: Gana Buana

SEKILAS antrean pasien lansia di depan klinik akupunktur dan akupresur itu tampak seperti pemandangan di sebuah rumah sakit (RS). Siapa sangka? Klinik itu menjadi salah satu layanan yang ditawarkan tempat pelayanan medis sekelas puskesmas.

Klinik akupunktur itu menjadi salah satu primadona di Puskesmas Kecamatan Kebayo­ran Lama, Jakarta Selatan. Setelah puskesmas yang terletak di Jalan Ciputat Raya itu berubah status menjadi RS tipe D, semakin banyak layanan poliklinik yang terdapat di sana.

Kalau dulu orang hanya kenal puskesmas tak ubahnya poliklinik (poli) umum, kini mungkin mereka terkagum-kagum melihat poli gigi dan poli jiwa ada di puskesmas ini.

Meski status gedung baru yang dibangun seiring dengan perubahan belum diresmikan, gedung empat lantai yang sekarang beroperasi sudah dilengkapi dengan sarana yang mumpuni, seperti layanan rumah bersalin, dapur gizi, poli herbal, poli TBC, poli anak, dan poli Lansia.

“Kita juga ada poliklinik 24 jam. Fasilitas kita ada laboratorium dan fisioterapi. Lalu untuk layanan gigi ada radiologi panoramik dan protesa gigi palsu,” ujar Kepala Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama, Selvy Devita Anggraeni.

Setiap hari, sekitar 400 pasien datang berobat ke puskesmas itu. Berdasarkan pantauan Media Indonesia Jumat (14/7) siang, ratusan pasien memadati gedung empat lantai itu. “Mayoritas pasien pengguna fasilitas BPJS. Warga datang dengan beragam keluh­an. Ada pasien lansia, pasien yang sakit gigi, mau imunisasi, atau hanya ke dokter umum, macam-macam,” papar Selvy.

Sejak Peraturan Gubernur (Pergub) No 1024 Tahun 2014 yang mengubah status puskesmas dinaikkan menjadi RS tipe D dikeluarkan, warga DKI Jakarta tak perlu lagi ke rumah sakit (RS) besar dan mentereng untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialis.

Sekretaris Dinas Kesehatan DKI Jakarta Een Haryani mengatakan, hingga akhir 2017, akan ada 24 rumah sakit umum daerah (RSUD) tipe D di sejumlah kecamatan.

RS tipe D harus memiliki 850-1.000 pasien per hari. Ada juga sejumlah syarat yang perlu dipenuhi RS tipe D. Salah satu yang terpenting, mereka wajib mempunyai dua tenaga spesialis. Selain itu, minimal 40 tempat tidur wajib menjadi fasilitas yang ditawarkan.

“Latar belakangnya memenuhi kebutuhan tempat tidur kelas III dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jadi, masyarakat enggak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan,” tukas dia.

Tantangan perubahan
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengaku selain 24 RS itu, tidak ada lagi puskesmas yang akan didorong untuk perubahan status. “Yang ada akan kita maksimalkan. Saat ini sudah ada 24 puskesmas yang sudah ditingkatkan,” kata dia.

Untuk sementara, dinkes menilai, tidak bisa menambah lagi puskesmas untuk diubah statusnya. Apalagi, dia meng­akui peningkatan status itu cukup sulit.

Selain struktur bangunan fasilitas kesehatan, struktur manajemen perlu diubah. Alasannya, RS tipe D wajib memiliki dua dokter spesialis dari empat jenis dokter spesialis dasar, yakni spesialis kebidanan, spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, dan spesialis anak, apalagi jika ada layanan khusus seperti poliklinik akupunktur seperti di Puskesmas Kebayoran Lama. Dalam perizinan pendirian dari Dinkes DKI Jakarta, ada standardisasi khusus. Salah satunya sertifikasi kompetensi bagi dokter maupun perawat.

“Tidak bisa sembarangan buka klinik akupunktur. Para perawat di Puskesmas Keba­yoran lama itu sudah dibekali dengan pelatihan khusus,” kata Koesmedi, kemarin.

Peralatan pun punya standardisasi. Alat medis dan non-medis harus memadai dan disimpan dengan steril. “Selain alat diagnostik, ada aneka jarum, dari jarum halus berbagai ukuran, jarum prisma, jarum kulit, jarum dalam kulit, moksa kerucut, moksa silinder, alat TDP, dan alat simulator listrik. Minimal alat-alat itu harus dilengkapi,” paparnya.

Menurut Koesmedi, sejauh ini baru ada satu fasilitas kesehatan primer yang konsisten menjalani praktik akupunktur di wilayahnya. Padahal, terapi akupunktur sangat bermanfaat untuk berbagai penyakit. (J-4)

gana@mediaindonesia.com

Komentar