MI Anak

Yuk Nyanyikan lagi Lagu Anak!

Ahad, 23 July 2017 03:31 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

MI/Seno

"Katakan padaku hei tukang kayu

bagaimana caranya

menebang kayu

Lihat, lihat anakku

beginilah caranya

menebang kayu."

AYO siapa yang kenal lagu ini? Dua bait lirik itu memang merupakan penggalan lagu Tukang Kayu, lagu anak-anak yang populer pada 90-an, lo, Sobat. Mungkin beberapa dari kalian pernah mendengarnya, entah itu dari orangtua kalian atau dari teman-teman lainnya. Akan tetapi, sobat, lagu anak semacam itu memang sudah jarang kita dengar sekarang ini, ya! Selain sarana lagu anak terbatas, ya, karena pencipta penyanyi lagu anak juga tak banyak.

Kabar gembiranya, pada Sabtu (15/7), ternyata ada kegiatan yang diikuti lebih dari 50 Sobat Medi yang menyanyikan lagu anak-anak dengan beragam gim seru di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Melati Duri Pulo, Jakarta Pusat.

kegiatan ini berawal dari keprihatinan musnahnya lagu anak-anak yang dirasakan mahasiswa The London School of Public Relations, yang kini membentuk komunitas Lalala, kependekkan dari Lantunan Lagu-Lagu Anak Indonesia.

Komunitas ini menjalankan kampanye untuk menyadarkan kembali anak-anak Indonesia pada lagu-lagu yang sesuai dengan usia mereka. Ya, karena saat ini sudah banyak anak yang sudah mulai terpengaruh oleh arus globalisasi sehingga anak lebih cenderung mendengarkan lagu-lagu dewasa yang tidak pantas didengar.

"Kegiatan ini hanya segelintir usaha kecil yang bisa kami lakukan untuk anak Indonesia. Kami ingin meningkatkan kreativitas anak dalam berekspresi lewat musik, menghargai karya pencipta lagu anak-anak," kata Kak Muhammad Nabil Octora, ketua pelaksana kampanye Lalala Indonesia.

Kak Nabil menjelaskan kegiatan ini sebagai perayaan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. Ia dan tim Lalala berharap mengembalikan kebiasaan mendengarkan lagu anak-anak.

Permainan seru

Sobat, tahukah kamu jika lagu pun bisa berpengaruh pada kecerdasan seseorang. Dengan bernyanyi, mereka mengahafal lirik, memahami serta berimajinasi. Banyak sekali lagu anak Indonesia yang berkembang pada 1990-an lo, tetapi hanya beberapa orang yang mungkin bisa menyanyikan semuanya. Nah di sini, anak-anak dikenalkan kembali melalui beragam permainan seru. Anak-anak ini dibagi dalam lima kelompok dan bermain bergiliran ke setiap pos. Setiap posnya ada permainan unik yang tentunya harus pula bernyanyi.

Pos 1 Berpacu dengan Melodi, misalnya. Di sini akan diberikan tantangan menebak judul lagu. "Untuk memenangi tantangan ini, harus cepat-cepatan menebak, ya," kata Kak Alfi, anggota Lalala Indonesia.

Beda pos, berbeda pula cara bermainnya. Ada pos yang menyanyikan lagu bersama timnya, tetapi harus memegang bola. Bola itu dikelilingkan lewat para pemain tapi jika musik berhenti, pemain yang memegang bolalah yang kalah. "Ini seru, deg-degan mainnya," kata Puput, kelas 5, SDN Duri Pulo 03. Selain itu, ada pula permainan memperebutkan kursi, mirip bermain dengan bola tadi. Namun, saat musik berhenti mereka harus duduk di kursi.

Ada pula pos mencari lirik yang hilang. Di sini lirik lagu yang sudah dituliskan pada kertas disimpan berserakan di lantai. Mereka harus mencari lirik yang benar sesuai dengan judul lagu yang diberikan pengarahnya. Lirik-lirik yang disembunyikan lalu disambungkan untuk menjadi lantunan lagu. Terakhir, ada pula pos yang mencari minat anak nih. Mereka harus menampilkan yang bagus, misalnya bernyanyi atau joget. Dari 10 peserta, akan diambil 3 yang bagus, lalu diadu lagi hingga mendapatkan satu pemenang.

Oh ya sobat, pemenang setiap pos akan diberi bendera tanda menang yang bisa ditukarkan dengan hadiah, lo. Wah seru, ya!

Di akhir acara, mereka pun bersukaria, lo. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu anak, tak mengherankan mereka juga ikut menari.

Sobat Medi, seru kan kegiatannya? Kampanye ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran musisi agar anak-anak Indonesia tak lagi kesulitan mendengarkan musik yang pantas didengarnya. Masih mau kan nyanyi lagu anak lagi? Ayo bernyanyi!

Komentar