Humaniora

Bekal bagi Tiga Laki-Laki

Kamis, 27 July 2017 06:00 WIB Penulis: (Riz/M-1)

MI/ BARY FATHAHILAH

BAGI Siti Zulaedah, pada awalnya menjalani hidup tanpa suami bukanlah hal yang mudah. Apalagi suaminya meninggal di saat usia anak-anaknya masih belia. Anak yang sulung pada saat itu berusia 6 tahun dan yang bungsu, kembar, berusia 2,5 tahun.
"Kuat enggak kuat, ya, harus dijalani. Anak saya laki-laki semua, yang besar dulu umur 6 tahun dan yang kecil itu kembar berusia 2,5 tahun," ungkap ibu yang juga memiliki hobi membaca dan menulis tersebut.

Di tengah-tengah kesibukan, dirinya selalu mewajibkan mengurus anak-anaknya di pagi hari sebelum mereka bersekolah. "Pagi mengurus anak-anak, pokoknya saya mengikuti alur saja. Ada kalanya saya harus galak kepada anak-anak untuk mengajarkan ketegasan, ada kalanya saya juga harus lembut kepada anak," lanjutnya.

Calon imam
Bagi Siti Zulaedah, pendidikan agama anaknya ialah hal yang utama di samping pendidikan akademis. Itu disebabkan semua anaknya adalah laki-laki yang akan menjadi imam keluarga masing-masing di kemudian hari. "Saya utamakan pendidikan dan Alquran. Jangan sampai anak saya terpenuhi pendidikan akademisnya, tapi pendidikan agamanya malah kurang, karena mereka semua laki-laki yang merupakan calon imam keluarga," pungkasnya.

Komentar