MI Anak

Berbagi Buku Untuk Indonesia

Ahad, 30 July 2017 02:31 WIB Penulis: M-1

MI/Duta

DENGAN memegang balon aneka warna, anak-anak ini membentuk balon menjadi topi dan anjing. Suasana keceriaan pun terus bergulir ketika kak Giring, vokalis Nidji, datang menyapa mereka. Sambil membawa buku kumpulan cerita berjudul Sahabat Bumi yang ditulis DK Wardhani, rupanya Kak Giring bercerita pula. "Keesokan hari, anak-anak tampak membawa sampah untuk ditabung. Iya di sini bukan uang yang ditabung, melainkan sampah," kata Kak Giring sambil menggerakkan tangan dan tubuhnya.

Pada Jumat (21/7) di SD Negeri Gadingrejo 7, Lampung, di acara peluncuran Program Buku untuk Indonesia, Kak Giring memulainya dengan menceritakan dua judul cerita, yakni Kincir Kayuh dan Bank Sampah. "Kumpulan cerita di buku ini merupakan kegiatan sederhana dan seru untuk merawat bumi," tambah kak Giring.

Ia membawakannya dengan penuh penghayatan dan ekspresi yang sesuai lo sobat. Menurut Kak Giring, kegiatan seperti ini bagus lo untuk teman-teman, apalagi membaca dan memperagakannya sendiri. Namun, tahukah sobat Medi, beberapa daerah di Indonesia rupanya belum semua memiliki akses untuk mendapatkan buku. Apalagi era globalisasi sekarang ini membuat orang malas membaca, kadang mereka membaca lewat gawainya.

Donasi buku

Tak mau kekhawatirannya itu semakin besar, dalam hari ulang tahun ke-60 PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengajak anak-anak sekolah dasar untuk menumbuhkan kembali minat baca, termasuk di pelosok Indonesia. Komitmen itu terwujud dalam gerakan berbagi #BukuUntukIndonesia yang membagikan buku ke sejumlah sekolah di Indonesia.

"Kegiatan ini sudah berjalan sejak Maret lalu yang mengajak masyarakat luas khususnya nasabah BCA untuk berpartisi memberikan donasi. Dari 15 Maret hingga 15 Juni 2017, terkumpul dana donasi Rp1,05 miliar," kata Pak Santoso, Direktur BCA dalam sambutannya. Namun, dari dana terkumpul itu, BCA mewujudkannya dalam bentuk buku yang didonasikan ke 104 sekolah di 60 daerah di Indonesia.

Ya, selain di Lampung, BCA melakukan penyaluran donasi serempak di lima kota dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, yakni Banda Aceh mewakili Sumatra, Garut mewakili Jawa, Singkawang mewakili Kalimantan, Makassar dan Manado mewakili Sulawesi, dan Kupang mewakili Indonesia Bagian Timur. "Kami berharap Gerakan Berbagi #BukuUntukIndonesia dapat berkontribusi menumbuhkan minat baca sejak dini, terutama pada tunas-tunas bangsa yang kelak akan mewarisi negeri ini," kata Pak Santoso.

Arti buku bagi anak

"Kami sudah terbiasa baca buku saat istirahat. Kami pun bisa pinjam buku untuk dibaca di rumah dengan buku yang beragam, asyik," kata Fadel yang senang ketika mendapat buku bacaan baru.

Menurut pepatah, buku ialah jendela dunia. Benar sobat, beragam bahasan tersedia di buku. Hal inilah pula yang membuat Zalfa, Fadel, Zaki, serta siswa SD Negeri Gadingrejo 7 suka membaca buku. "Aku memang suka baca buku dan lebih menghabiskan waktu untuk membaca daripada bermain," kata Zalfa, kelas 6.

Begitu pun yang dilakukan Zaki. Ia yang ranking 1 sejak kelas 4 ini sedang getol membaca untuk persiapannya ujian nasional nanti. "Soalnya banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari buku. Jadi, senang sekali kalau ada yang memberikan buku ke sekolah kami," kata Zaki, kelas 6. Menurut Zaki, buku dari BCA ini akan ditempatkan di perpustakaan sekolah dan dibaca saat istirahat.

"Semoga bantuan buku ini dapat bermanfaat, kami pun berharap program ini berkelanjutan dan berkesinambungan sehingga kita semua memperoleh kelayakan dalam dunia pendidikan dan mencapai prestasi yang kita harapkan," kata Pak Santoso. Ya sobat, selain buku perpustakaan makin banyak, ilmu makin bertambah, kan. Yuk rajin baca buku!

Komentar