Ekonomi

LPDB Syariah Optimistis Salurkan Rp500 Miliar Dana Bergulir Tahun Ini

Rabu, 2 August 2017 17:10 WIB Penulis: Andhika Prasetyo

Ist

RESMI memiliki direktorat khusus, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Syariah optimis bisa mencapai target penyaluran sebesar Rp500 miliar hingga akhir tahun.

Direktur LPDB Syariah Zainal Abidin menggambarkan situasi di dalam direktorat baru itu saat ini bagaikan sebuah mesin yang sudah menyala.

“Hanya tinggal mengatur irama berjalannya saja,” ujar Zainal usai dilantik secara resmi oleh Sekretaris Kementerian KUKM Agus Muharram, Rabu (2/8).

Ia mengatakan, tugas pertama yang harus segera dijalankan adalah membuat petunjuk teknis (juknis) serta standar operasional prosedur (SOP) khusus untuk LPDB Syariah.

Dalam penerapannya, juknis dan SOP yang kini masih tergabung dengan LPDB konvensional, nantinya akan dijalankan secara terpisah.

Ia pun menargetkan waktu selama dua bulan untuk mengatur segala hal terkait pembenahan direktorat baru sehingga dapat berjalan dengan maksimal di masa mendatang.

“Sebenarnya ini sejak setahun lalu sudah disiapkan, sumber daya manusianya, kantornya, sistemnya, tinggal disempurnakan saja,” tuturnya.

Di luar itu, hal lain yang harus dilakukan adalah melakukan konsolidasi, baik secara internal dan eksternal, dengan seluruh pihak yang terkait di dalam industri keuangan syariah.

“Kita akan menjalin hubungan dengan lembaga syariah yang sudah lama berdiri dan Dewan Syariah Nasional menjadi induk di seluruh Indonesia. Kami juga akan melakukan solialisasi kepada seluruh dinas koperasi dan ukm di Indonesia supaya kita bisa menyebarkan berita baik ini secara luas,” papar Zainal.

Adapun, Direktur Utama LPDB Kemas Danial menyebutkan dengan dibentuk secara terpisah, ia yakin penyaluran LPDB Syariah akan lebih maksimal ke depannya.

“Karena ini rencana bisnisnya sudah ada, sudah dirancang sejak tahun lalu. Tinggal dijalankan saja,” ujar Kemas.

Secara menyeluruh, LPDB menargetkan penyaluran sebesar Rp1,5 triliun pada tahun ini, dengan porsi Rp900 miliar untuk konvensional dan Rp600 miliar untuk pembiayaan syariah.

Hingga Juli, Kemas menyebutkan realisasi penyerapan sudah mencapai sekitar Rp950 miliar, tepatnya Rp700 miliar untuk konvensional dan Rp250 miliar di sektor syariah.

Untuk tahun anggaran 2018, ia mengatakan potensi penyaluran akan kurang lebih sama dengan tahun ini. Hanya saja, kemungkinan LPDB Syariah akan mendapatkan porsi yang lebih besar.

“Syariah ini kan punya pola pembagian keuntungan yang berbeda. Mungkin ke depan syariah yang akan kita perkuat,” tandasnya. (OL-6)

Komentar