MI Anak

Ramai-Ramai Imunisasi MR, Yuk!

Ahad, 6 August 2017 05:01 WIB Penulis: Suryani Wandari

MI/Seno

"HAI, kamu sudah sarapan? Yuk sini, jangan lihat ke arah tangan dokter ya, kalau takut," kata Wisnu, dokter puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, menyapa siswa.

Beberapa Sobat Medi lainnya berada di pojok ruangan usaha kesehatan sekolah (UKS) menunggu gilirannya diimuniasasi. Ada yang menutup matanya saat lengan temannya ditusuk jarum suntik.

Tak jarang ada yang ketakutan dan tak mau disuntik hingga menangis. Akan tetapi, ada juga yang sebelumnya tegang malah tertawa setelah disuntik karena tidak merasakan sakit yang mereka takutkan. Hi hi lucu, ya.

Wisnu dan Felisia bersama timnya memang sedang melakukan imunisasi campak/measles dan rubella (MR) kepada seluruh siswa SD dan SMP Saint Peter's School, Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (3/8). "Yang ikut imunisasi hari ini adalah semua siswa yang telah mendapat izin dari orangtuanya dari seminggu yang lalu. Harapannya tentu semua siswa sehat agar bisa terus belajar," kata Rennita Yulianti, kepala SD Saint Peter's.

Matthew Rodrick, kelas 6a, yang Medi jumpai, mengaku sudah siap menjalani imunisasi di sekolah hari itu. Ia pun membagikan caranya agar tak merasakan sakit lo. "Aku memang sudah siap dari kemarin, ternyata enak enggak sakit sama sekali. Aku cukup tahan napas dan lemasin tangannya," kata Matthew.

Wajib sarapan

Dokter dan timnya mengatakan, sebelum disuntik, harus sarapan terlebih dahulu agar kuat. "Harus sarapan dulu dan jangan panik. Namun, jika sedang batuk, flu, ataupun demam tidak boleh disuntik, ya," kata Ibu Siti, Ketua Pelaksana Imunisasi Kecamatan Kelapa Gading.

Ibu Siti pun menjelaskan alat suntik maupun vaksin atau cairan yang disuntikkan itu aman, ya, sobat. Alat suntik itu tidak akan digunakan untuk kedua kalinya, langsung dibuang untuk dimusnahkan.

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penyebaran penyakit melalui suntikan. Begitupun vaksinnya, telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izi edar dari Badan POM dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan, dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari.

Kejadian ikutan pascaimunisasi yang serius sangat jarang terjadi. "Kemungkinan adanya efek samping vaksin ini pun sangat kecil. Apabila pegal di daerah suntikan bisa dikompres air hangat," kata Ibu Siti.

Anak rentan MR

Agustus tahun ini memang menjadi bulan imunisasi MR. Ini merupakan komitmen pemerintah Indonesia untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Pada Agustus, imunisasi MR diberikan untuk anak usia sekolah 7 tahun hingga 15 tahun (SD/MI/ sederajat, SMP/MTS/sederajat). Kalau ada yang sudah berusia 15 tahun tapi bersekolah di SMU/sederajat, juga harus diberi imunisasi MR.

Pada September, imunisasi MR diberikan untuk bayi 9 bulan sampai anak usia 7 tahun. Selain di sekolah, imunisasi juga bisa dilaksanakan di posyandu, puskesmas, dan sarana pelayanan kesehatan lainnya.

Virus yang menular

Campak dan rubella ini merupakan penyakit infeksi menular melaui saluran napas yang disebabkan virus melalui kontak dengan cairan dari hidung dan tenggorokan penderita rubella. Seseorang dapat menularkan virus ke orang lain seminggu sebelum ruam kulit muncul, hingga 1 minggu setelah ruam sembuh. Bahkan perempuan hamil dapat menularkan rubella pada bayinya lewat aliran darah.

Cukup sulit untuk mendeteksi penyakit ini karena gejalanya mirip flu biasa seperi demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek, dan mata merah.

Meski begitu, kalian tidak boleh menyepelekan penyakit ini ya, kompilasi keduanya bisa menjadi penyakit yang serius lo. "Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk, dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, tetapi bila menulari ibu hamil pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan," kata Ibu Siti.

Jangan sampai kamu terkena virus menular ini dan terjangkit penyakit campak dan rubella. Agar terbebas, yuk ramai-ramai ikut imunisasi di sekolah atau datang ke puskesmas atau rumah sakit agar diimunisasi dan bisa sehat! (Suryani Wandari/M-1)

Komentar